Jurusan Teknologi Pangan: 5 Langkah Strategis Setelah Program Magang Selesai

Bagi mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, menyelesaikan program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) sering kali mendatangkan rasa lega. Namun, fase ini sebenarnya bukan akhir dari perjalanan, melainkan jembatan penting menuju karier profesional yang sesungguhnya. Apa yang Anda lakukan segera setelah melepas jas lab atau meninggalkan lini produksi akan sangat menentukan seberapa siap Anda bersaing di industri pangan setelah lulus nanti.

Agar pengalaman berharga di industri tidak menguap begitu saja, berikut adalah langkah-langkah strategis yang perlu Anda ambil.


1. Segerakan Penyusunan Laporan dan Dokumentasi Teknis

Banyak mahasiswa menunda laporan hingga detail teknis terlupakan. Dalam industri pangan, akurasi data adalah segalanya.

  • Strategi: Segera catat parameter spesifik yang Anda pelajari, seperti titik kritis HACCP yang Anda amati, suhu pasteurisasi yang diterapkan, atau alur troubleshooting di laboratorium QC. Semakin cepat Anda menyusunnya, semakin akurat laporan Anda. Hal ini akan sangat membantu saat Anda menghadapi sidang laporan magang di kampus.

2. Perbarui CV dan Portofolio dengan Kompetensi Spesifik

Industri pangan tidak hanya mencari lulusan yang “pernah magang”, tetapi mereka mencari kompetensi teknis yang spesifik. Jangan hanya menuliskan nama perusahaan di CV Anda.

  • Strategi: Tambahkan poin pencapaian yang terukur, misalnya: “Melakukan pengujian organoleptik pada 50 sampel produk harian” atau “Membantu proses validasi penerapan ISO 22000 di lini pengemasan”. Jika Anda memiliki dokumentasi kegiatan profesional (selama diizinkan perusahaan), masukkan ke dalam portofolio digital Anda.

3. Optimalkan LinkedIn dan Jaga Jejaring Profesional

Dunia industri pangan di Indonesia sebenarnya cukup spesifik; para praktisinya sering kali saling terhubung. Hubungan baik yang Anda bangun saat magang bisa menjadi “pintu masuk” karier di masa depan.

  • Strategi: Terhubunglah dengan mentor, supervisor, dan rekan kerja di tempat magang melalui LinkedIn. Jangan ragu mengirimkan pesan singkat berisi ucapan terima kasih atas bimbingan mereka. Hubungan profesional yang terjaga dengan baik sering kali berujung pada informasi lowongan kerja atau surat rekomendasi yang kuat.

4. Evaluasi Mandiri: Menutup Celah Kompetensi

Magang adalah cermin yang menunjukkan apa yang sudah Anda kuasai dan apa yang belum. Mungkin Anda merasa masih kurang dalam analisis kimia pangan atau belum terlalu paham regulasi BPOM terbaru.

  • Strategi: Gunakan sisa masa kuliah di Universitas Ma’soem untuk menambal kekurangan tersebut. Anda bisa mengambil mata kuliah pilihan yang relevan, mengikuti seminar keamanan pangan, atau mengambil sertifikasi kompetensi (seperti internal auditor halal) untuk memperkuat nilai tawar Anda di pasar kerja.

5. Hubungkan Pengalaman Magang dengan Topik Skripsi

Langkah ini adalah yang paling efisien bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mempercepat kelulusan sekaligus memberikan solusi nyata.

  • Strategi: Jika Anda mengamati ada masalah teknis atau peluang inovasi yang belum terpecahkan di tempat magang, diskusikanlah dengan dosen pembimbing untuk dijadikan topik penelitian skripsi. Penelitian yang berbasis data industri nyata biasanya lebih dihargai karena memberikan solusi praktis bagi dunia pangan.

Selesainya program magang bukanlah tanda untuk berhenti, melainkan titik start untuk membangun profil profesional sebagai seorang Food Technologist. Mahasiswa Universitas Ma’soem yang cerdas akan menggunakan momentum ini untuk mengonversi pengalaman lapangan menjadi daya tawar yang kuat. Ingatlah, pengalaman magang yang luar biasa akan kehilangan nilainya jika tidak didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan baik kepada calon pemberi kerja di masa depan.