Dunia teknologi tidak lagi sekadar soal bahasa pemrograman dan barisan kode. Tiga mahasiswa jenius dari program studi Teknik Informatika Universitas Ma’soem baru saja membuktikan bahwa anak teknik juga mampu menjadi arsitek bisnis yang handal di level dunia.
Dalam ajang bergengsi International Youth Entrepreneur Student, tim yang digawangi oleh Agra Kubastatira Gardi, Silvia Agustin Sriwulandari, dan Muhammad Rizki Ramdhani sukses membawa pulang Medali Perak dalam kompetisi Business Model Canvas (BMC) bertema Green Economy. Prestasi internasional ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Bandung Timur mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
Inovasi Green Economy: Saat Kode Bertemu Kelestarian Lingkungan
Di bawah bimbingan dosen Fakultas Teknik Universitas Ma’soem, Agra dan tim merancang sebuah model bisnis masa depan yang fokus pada ekonomi hijau (Green Economy). Mereka berhasil merumuskan solusi digital yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup.
Kombinasi skill teknis dari Teknik Informatika dengan kemampuan analisis bisnis yang tajam membuat juri internasional terpukau. Ini adalah bukti nyata bahwa kurikulum di Universitas Ma’soem sangat adaptif terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan keberlanjutan.
Mengapa Mahasiswa Ma’soem Bisa Berjaya di Level Internasional?
Prestasi Agra, Silvia, dan Rizki bukanlah sebuah kebetulan. Ada ekosistem pendukung yang kuat di belakang mereka:
- Keseimbangan Iptek & Imtak: Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya dididik menjadi pintar secara teknologi (Iptek), tetapi juga memiliki karakter disiplin dan mental pejuang (Imtak).
- Fasilitas Lab & Internet Cepat: Dukungan laboratorium komputer modern memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi riset internasional tanpa hambatan teknis.
- Biaya Murah, Prestasi Mewah: Meskipun memiliki prestasi kelas dunia, biaya kuliah di sini tetap sangat worth it hanya sekitar 5 Jutaan per semester.
- Beragam Pilihan Beasiswa: Banyak dari pejuang kompetisi ini didukung oleh berbagai skema beasiswa, mulai dari KIP Kuliah, Beasiswa Prestasi, hingga Beasiswa Tahfidz.
UKM dan Organisasi: Kunci Sukses Soft Skill
Keberhasilan dalam kompetisi Business Model Canvas sangat bergantung pada kemampuan presentasi dan kerja sama tim. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa bebas mengasah bakat ini melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif.
“Kami belajar bahwa menjadi mahasiswa teknik tidak berarti hanya diam di depan layar. Universitas Ma’soem memberikan ruang bagi kami untuk berorganisasi dan berani tampil di panggung internasional.”
Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi para calon mahasiswa baru. Anda tidak perlu kuliah dengan biaya ratusan juta untuk bisa diakui dunia. Dengan uang pangkal yang sangat terjangkau. Anda sudah bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang mampu mengantar Anda ke podium internasional.
Jadi, Anda ingin menjadi Software Engineer sekaligus pengusaha muda seperti Agra, Silvia, dan Rizki? Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung di gelombang pendaftaran awal. Dapatkan potongan biaya dan akses beasiswa yang luas hanya di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem.
Masa depan Anda tidak terbatas oleh lokasi, tetapi oleh seberapa besar keberanian Anda untuk mencoba. Mari buat dunia bangga dengan karya Anda bersama kami!





