Menulis artikel jurnal sering terasa menakutkan bagi mahasiswa pemula. Banyak yang mengira bahwa publikasi ilmiah hanya untuk peneliti berpengalaman atau dosen. Padahal, mahasiswa juga memiliki peluang besar untuk menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, terutama jika sudah terbiasa dengan tugas makalah, laporan penelitian, atau skripsi. Kuncinya terletak pada pemahaman struktur, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.
1. Memahami Apa Itu Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian atau kajian pustaka dan dipublikasikan di jurnal akademik. Tulisan ini memiliki struktur yang jelas, bahasa formal, serta didukung data dan referensi yang relevan.
Berbeda dengan esai biasa, artikel jurnal menuntut ketelitian dalam penyajian data dan kejelasan argumen. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami standar penulisan ilmiah sejak awal.
2. Menentukan Topik yang Relevan
Langkah pertama adalah memilih topik yang sesuai dengan bidang studi. Topik yang baik biasanya:
- Berkaitan dengan isu terkini
- Memiliki masalah yang jelas
- Bisa diteliti atau dikaji secara ilmiah
Mahasiswa program studi seperti Bimbingan Konseling atau Pendidikan Bahasa Inggris dapat mengambil topik dari pengalaman praktik, fenomena di kelas, atau isu pendidikan yang sedang berkembang.
Topik tidak perlu terlalu luas. Fokus yang spesifik justru memudahkan proses penulisan dan analisis.
3. Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan
Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah merumuskan masalah penelitian. Rumusan masalah biasanya berbentuk pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian.
Contoh:
- Bagaimana penggunaan code mixing dalam pembelajaran bahasa Inggris?
- Apa tingkat kesadaran mahasiswa terhadap isu lingkungan tertentu?
Tujuan penelitian kemudian disesuaikan dengan rumusan masalah tersebut. Bagian ini penting karena akan menjadi arah utama dalam penulisan artikel.
4. Mengumpulkan dan Mengelola Referensi
Referensi menjadi fondasi dalam artikel jurnal. Gunakan sumber yang kredibel seperti:
- Jurnal ilmiah (Google Scholar, Sinta, Scopus)
- Buku akademik
- Prosiding seminar
Pastikan referensi yang digunakan masih relevan (biasanya 5–10 tahun terakhir). Selain itu, penting untuk memahami isi referensi, bukan sekadar mengutip.
Gunakan aplikasi seperti Mendeley atau Zotero untuk membantu mengelola sitasi agar lebih rapi dan konsisten.
5. Menulis dengan Struktur yang Jelas
Artikel jurnal umumnya memiliki struktur sebagai berikut:
a. Judul
Judul harus spesifik, jelas, dan mencerminkan isi penelitian.
b. Abstrak
Ringkasan singkat yang mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Biasanya terdiri dari 150–250 kata.
c. Pendahuluan
Berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Bagian ini menjelaskan alasan pentingnya penelitian dilakukan.
d. Metode Penelitian
Menjelaskan jenis penelitian, subjek, instrumen, dan teknik pengumpulan data.
e. Hasil dan Pembahasan
Menyajikan temuan penelitian dan analisisnya. Hubungkan hasil dengan teori atau penelitian sebelumnya.
f. Kesimpulan
Merangkum hasil penelitian secara singkat dan jelas.
g. Daftar Pustaka
Berisi semua referensi yang digunakan dalam penulisan.
Struktur ini harus diikuti dengan konsisten agar artikel mudah dipahami oleh pembaca dan reviewer.
6. Menggunakan Bahasa Ilmiah yang Efektif
Bahasa dalam artikel jurnal harus:
- Formal tetapi tetap jelas
- Tidak bertele-tele
- Menghindari opini tanpa dasar
Hindari penggunaan kata yang terlalu subjektif. Gunakan kalimat yang lugas dan langsung pada inti pembahasan. Variasikan struktur kalimat agar tulisan terasa lebih hidup dan tidak monoton.
7. Melakukan Revisi dan Proofreading
Penulisan artikel tidak berhenti pada draft pertama. Revisi menjadi tahap penting untuk:
- Memperbaiki kesalahan tata bahasa
- Menyempurnakan alur tulisan
- Memastikan konsistensi istilah
Mintalah teman atau dosen untuk memberikan masukan. Sudut pandang lain sering membantu menemukan kekurangan yang tidak disadari.
8. Memilih Jurnal yang Tepat
Tidak semua jurnal cocok untuk semua artikel. Pilih jurnal yang:
- Sesuai dengan bidang keilmuan
- Memiliki template yang jelas
- Terindeks (minimal Sinta untuk mahasiswa di Indonesia)
Baca panduan penulis (author guidelines) sebelum mengirim artikel. Setiap jurnal memiliki aturan berbeda terkait format dan gaya penulisan.
9. Mengenal Proses Submit dan Review
Setelah artikel siap, langkah berikutnya adalah mengirim (submit) ke jurnal. Proses ini biasanya dilakukan melalui sistem online.
Artikel yang dikirim akan melalui tahap review oleh reviewer. Tidak jarang artikel diminta untuk direvisi. Hal ini wajar dan menjadi bagian dari proses akademik.
Kesabaran sangat dibutuhkan di tahap ini karena proses publikasi bisa memakan waktu.
10. Lingkungan Akademik yang Mendukung
Kemampuan menulis artikel jurnal tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga lingkungan belajar. Kampus yang menyediakan bimbingan, akses jurnal, dan ruang diskusi akademik akan sangat membantu mahasiswa berkembang.
Sebagai contoh, Ma’soem University melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mulai mengenal penulisan ilmiah sejak dini. Program studi seperti Bimbingan Konseling dan Pendidikan Bahasa Inggris mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian sederhana hingga penulisan artikel.
Dukungan semacam ini menjadi langkah awal yang penting bagi mahasiswa untuk berani mencoba publikasi ilmiah.





