Bahasa Tubuh yang Bikin Kamu Terlihat Percaya Diri saat Wawancara, Meski Aslinya Gemetar

Wawancara kerja sering kali menjadi momen yang mendebarkan, terutama bagi kamu yang baru saja lulus dan sedang mengejar karier pertama. Rasa gemetar itu manusiawi, namun kamu bisa mengelolanya agar tidak terlihat oleh rekruter. Kuncinya ada pada komunikasi non-verbal yang kamu tunjukkan sejak pertama kali masuk ke ruangan.

Berikut adalah beberapa bahasa tubuh yang bisa kamu latih agar terlihat tenang dan profesional:

1. Jaga Kontak Mata yang Proporsional

Kontak mata adalah tanda bahwa kamu menghargai lawan bicara dan fokus pada percakapan. Jangan terus-menerus menunduk atau melihat ke arah lain saat menjawab pertanyaan. Usahakan menatap mata pewawancara secara alami sekitar 60-70% dari durasi pembicaraan. Di lingkungan Masoem University, kita selalu diajarkan akhlakul karimah, salah satunya adalah dengan memberikan perhatian penuh dan tatapan yang sopan saat berbicara dengan orang lain.

2. Duduk Tegak tapi Tetap Rileks

Posisi duduk sangat menentukan kesan pertama. Hindari duduk bersandar terlalu santai atau membungkuk yang memberikan kesan kurang berenergi. Duduklah dengan punggung tegak dan sedikit condong ke depan untuk menunjukkan bahwa kamu antusias. Ketelitian teknis yang kamu pelajari di jurusan teknik juga bisa kamu terapkan di sini dengan memperhatikan detail kecil seperti posisi tangan yang terbuka di atas meja atau paha, bukan bersedekap di dada yang terkesan tertutup.

3. Kontrol Gerakan Tangan

Saat merasa gugup, biasanya tangan cenderung melakukan gerakan gelisah seperti memutar pulpen atau mengetuk meja. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan gerakan tangan yang terkendali saat menjelaskan sesuatu. Ini justru akan membuat kamu terlihat lebih meyakinkan. Ingatlah bahwa kejujuran dan sikap amanah yang menjadi pondasi pendidikan kita akan terpancar dari gerakan yang tenang dan tidak dibuat-buat.

4. Berikan Senyuman yang Tulus

Senyuman adalah cara paling mudah untuk mencairkan suasana yang kaku. Jangan ragu untuk tersenyum saat menyapa di awal dan mengakhiri wawancara. Senyuman yang tulus menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang ramah dan siap bekerja sama dalam tim. Hal ini sangat berkaitan dengan modal sosial yang harus kamu bangun sejak awal karier agar rekan kerja merasa nyaman berinteraksi dengan kamu.

5. Atur Nada dan Kecepatan Bicara

Orang yang gugup cenderung bicara terlalu cepat atau dengan suara yang kecil. Cobalah untuk mengambil napas dalam sebelum menjawab dan bicara dengan tempo yang teratur. Kedisiplinan riset yang kamu miliki dalam mengolah data seharusnya membuat kamu percaya diri bahwa apa yang kamu sampaikan adalah fakta yang valid. Bicara dengan tenang akan memberikan kesan bahwa kamu menguasai materi yang disampaikan.


Menguasai bahasa tubuh adalah bentuk profesionalitas yang perlu dilatih terus-menerus. Dengan penampilan yang tenang dan bahasa tubuh yang positif, kamu sudah menunjukkan kualitas diri sebagai teknokrat yang kompeten dan berkarakter. Percayalah bahwa persiapan yang kamu lakukan di kampus sudah cukup untuk membuat kamu bersaing di dunia kerja.

Mari asah kemampuan komunikasi dan karier profesional kamu bersama kami. Informasi lebih lanjut mengenai bimbingan alumni dan pendaftaran mahasiswa bisa kamu lihat di: Universitas Ma’soem