Trik Lolos Cek Plagiasi: Cara Sitasi yang Benar di Mendeley agar Tidak Terdeteksi ‘Self-Plagiarism’

Menghindari indikasi self-plagiarism atau swaplagiasi adalah tantangan teknis tersendiri, terutama jika kamu mengembangkan riset dari tugas kuliah sebelumnya atau prosiding yang sudah terbit. Bagi mahasiswa teknik atau bisnis, kejujuran dalam mencantumkan sumber bahkan sumber dari tulisan sendiri adalah bentuk profesionalisme dan tanggung jawab akademik yang sangat mendasar.

Berikut adalah trik teknis melakukan sitasi yang benar menggunakan Mendeley agar karya ilmiahmu tetap orisinal dan lolos pengecekan Turnitin:

1. Perlakukan Tulisan Sendiri sebagai Sumber Eksternal

Kesalahan umum mahasiswa adalah merasa tidak perlu menyitasi tulisan sendiri karena merasa itu adalah ide pribadi. Namun, secara sistem, jika ide tersebut sudah pernah diunggah ke repositori kampus atau diterbitkan dalam prosiding, maka akan terdeteksi sebagai kesamaan teks.

  • Trik: Masukkan file PDF karya lamamu ke dalam Mendeley.
  • Isilah metadata secara lengkap (Judul, Tahun, dan Nama Jurnal/Prosiding).
  • Lakukan sitasi pada bagian yang relevan seperti menyitasi karya orang lain.

2. Gunakan Fitur “Insert Citation” dengan Format yang Tepat

Pastikan kamu sudah menginstal Mendeley Cite atau MS Word Plugin. Saat menulis paragraf yang mengambil referensi dari riset sebelumnya, klik Insert Citation dan cari nama penulis atau judul karya tersebut.

  • Pilih gaya sitasi yang diminta (misalnya APA untuk bisnis atau IEEE untuk teknik).
  • Sinkronisasi otomatis ini memastikan bahwa format kutipan di dalam teks (in-text citation) dan daftar pustaka saling terhubung secara akurat, sehingga meminimalkan kecurigaan adanya manipulasi data.

3. Kombinasikan Sitasi dengan Parafrase Manual

Menyitasi saja tidak cukup jika kamu menyalin satu paragraf utuh secara copy-paste. Turnitin akan tetap menandai blok teks tersebut sebagai plagiasi.

  • Trik: Bacalah kembali ide dari riset lamamu, lalu tulis ulang menggunakan struktur kalimat yang berbeda (misalnya mengubah kalimat aktif menjadi pasif).
  • Setelah melakukan parafrase, baru tambahkan sitasi dari Mendeley di akhir kalimat. Langkah ini efektif untuk merombak “pola” tulisan sehingga tidak terbaca sebagai duplikasi oleh algoritma pengecek plagiasi.

4. Perhatikan Pengutipan Langsung vs Tidak Langsung

Jika kamu memang harus mengutip definisi atau rumus yang sangat spesifik dari karya sebelumnya, gunakan tanda kutip (“…”) untuk kutipan langsung pendek (kurang dari 40 kata). Namun, untuk karya ilmiah teknik, sangat disarankan menggunakan kutipan tidak langsung (parafrase) agar alur logika tulisanmu terlihat lebih mengalir dan matang. Kedisiplinan dalam membedakan dua jenis kutipan ini akan menjaga kredibilitas risetmu.

5. Update Metadata Secara Berkala

Pastikan metadata di Mendeley sudah benar-benar sinkron sebelum kamu melakukan sitasi. Jika judul atau nama jurnal pada riset lamamu masih berantakan di Mendeley, maka hasil sitasi di Word juga akan berantakan. Gunakan nomor DOI untuk menarik data resmi agar informasi publikasi kamu tercatat dengan jelas dan transparan.

Menjaga integritas ilmiah dalam setiap karya adalah cerminan dari karakter mahasiswa yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas. Dengan manajemen referensi yang tertata di atmosfer belajar yang suportif, proses pengerjaan naskah bebas plagiasi akan menjadi lebih mudah dan sistematis.

Ingin tahu bagaimana cara mengatur gaya sitasi khusus di Mendeley agar sesuai dengan standar format jurnal internasional tertentu? Cek panduannya di: