Setelah kamu lulus kuliah dan melepas kedudukan mahasiswa, maka status anda akan kembali menjadi seorang fresh graduate. Kamu akan menginjak dunia kerja, dan berlomba dengan fresh graduate lain guna melamar dan menemukan posisi di sebuah perusahaan. Hal ini dibutuhkan mental dan keinginan yang lebih banyak untuk menjangkau suatu tujuan.
Dunia tidak peduli dengan status anda yang tergolong lulusan cumlaude, atau seberapa besar indeks prestasi kumulatif (IPK) kalian. Apabila anda tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, menajamkan soft skill kamu maka akan terbelakang dan kesusahan. Maka dari tersebut yang paling dibutuhkan ialah bagaimana membentuk personal branding sendiri dengan teknik kamu dalam memecahkan sebuah masalah, berfikir kritis dan tingkat kekreativitasan kamu.
Personal branding menjadi di antara modal penting semua fresh graduate dalam berburu kerja. Personal branding merupakan cerminan mengenai kualitas seseorang, kepribadian, dan kemahiran seseorang.
Dan hal tersebut menunjukkan apakah seseorang siap untuk bekerja dan mengeksplorasi segala keterampilan yang dimilikinya.
Mencari kerja di tengah ketatnya kompetisi saat ini tidaklah mudah. Bahkan, IPK tinggi dan prestasi akademis yang baik tak memastikan lulusan tersebut dapat diterima oleh perusahaan yang mereka lamar. Oleh karena itu, ada sejumlah tips dan trik jadi fresh graduate yang dibidik oleh perusahaan.
Jaga reputasi di media sosial
Di zaman serba teknologi ini, sudah tidak banyak perekrut memanfaatkan media sosial guna menyaring kandidat. Mereka akan mengerjakan riset simpel secara online terhadap kandidat guna mengindari hal-hal yang dihindari perusahaan. Sebelum kesudahannya memilih guna mempekerjakan kandidat tersebut. Segala kegiatan kita di media sosial akan diperhatikan terlebih dahulu oleh perekrut.
Jadi usahakan mulailah berhati-hati dalam bermain media sosial. Hindari memosting hal-hal yang tidak etis. Perbaiki pun media sosial profesional sepertihalnya LinkedIn, karena seringkali perekrut akan mengawali dengan mengawasi media sosial profesional kita.
CV yang sempurna hanyalah suatu mitos, kerjakan ini sebagai penggantinya.
Memang semua perekrut melulu membutuhkan masa-masa yang paling singkat untuk menyimak CV pelamar kerja. Banyak sekali pelamar yang terlalu konsentrasi untuk menyempurnakan CV mereka, sampai-sampai tak jarang hasilnya justeru bertele-tele. Jika telah tahu teknik tepat menciptakan CV supaya bisa dibuat lumayan ringkas dan jelas, tidak boleh lagi mengutak-atiknya dengan menambahkan kalimat yang terlampau berbunga-bunga.
Sebagai gantinya, fokuslah pada kemahiran kita. Misalnya guna lowongan kerja fresh graduate dengan latar belakang graphic design, tampilkan karya yang pernah diciptakan sebelumnya supaya perekrut dapat menilai hasil kerja yang pernah dilakukan.
Bahkan lebih baik lagi andai kita memanfaatkan media sosial guna kita memperlihatkan hasil karya, mengingat tidak sedikit perekrut yang mencari media sosial calon kandidat sebelum mempekerjakannya.





