Pengalengan dan proses thermal sering terdengar sebagai topik yang membosankan bagi sebagian orang, namun kenyataannya, dunia ini penuh dengan ilmu yang menarik dan penerapan praktis di industri pangan. Mahasiswa di jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem di Bandung mempelajari proses ini secara mendalam, karena sangat penting untuk menjaga kualitas, keamanan, dan umur simpan makanan.
Berikut ini rahasia-rahasia pengalengan dan proses thermal yang jarang diketahui, dijelaskan dalam beberapa poin menarik.
1. Pengalengan Bukan Hanya soal Kaleng
Banyak orang berpikir pengalengan hanya memasukkan makanan ke dalam kaleng dan menutupnya. Padahal, pengalengan adalah proses kompleks yang melibatkan:
- Pemilihan bahan baku yang tepat
- Penanganan higienis sebelum pengalengan
- Pengendalian suhu dan waktu proses thermal
- Pembuangan udara (vacuum) untuk mencegah pertumbuhan mikroba
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknologi Pangan belajar bagaimana setiap langkah ini memengaruhi kualitas produk akhir, dari rasa, warna, hingga nilai gizi.
2. Proses Thermal: Senjata Rahasia dalam Keamanan Pangan
Proses thermal adalah pemanasan makanan untuk membunuh mikroba patogen dan enzim yang merusak kualitas. Ada beberapa jenis proses thermal:
- Blanching – pemanasan singkat untuk menghentikan aktivitas enzim
- Pasteurisasi – pemanasan untuk membunuh sebagian mikroba tanpa merusak tekstur
- Sterilisasi – pemanasan tinggi untuk memastikan makanan aman disimpan lama
Mahasiswa Universitas Ma’soem belajar melakukan perhitungan suhu dan waktu secara tepat agar makanan tetap aman, bergizi, dan lezat.
3. Rahasia Kualitas Produk: Kontrol Suhu yang Tepat
Tahukah Anda, satu derajat perbedaan dalam suhu bisa memengaruhi rasa dan tekstur makanan?
Di laboratorium Universitas Ma’soem, mahasiswa diajarkan menggunakan:
- Termometer presisi tinggi
- Data logger untuk memantau suhu selama proses
- Teknik pengukuran tekanan dalam kaleng atau botol
Teknik ini menjamin produk pengalengan tetap stabil dan aman dikonsumsi selama bertahun-tahun.
4. Keunggulan Menggunakan Kaleng dan Botol yang Tepat
Tidak semua kemasan cocok untuk pengalengan. Beberapa hal yang dipelajari mahasiswa:
- Kaleng baja dengan lapisan pelindung anti karat untuk makanan asam
- Botol kaca yang tahan panas untuk produk premium
- Kemasan fleksibel (pouch) yang hemat energi saat proses thermal
Universitas Ma’soem menekankan bahwa pemilihan kemasan adalah bagian penting dari proses pengalengan yang sukses.
5. Proses Thermal Ramah Lingkungan
Selain menjaga kualitas dan keamanan makanan, proses thermal modern juga memperhatikan keberlanjutan:
- Mengurangi konsumsi energi dengan proses batch dan continuous
- Memanfaatkan uap panas secara efisien
- Mengoptimalkan pengemasan untuk mengurangi limbah
Mahasiswa di Universitas Ma’soem diajak berpikir inovatif agar industri pangan semakin efisien dan ramah lingkungan.
6. Praktik Langsung di Laboratorium dan Industri
Salah satu keunggulan Universitas Ma’soem adalah fasilitas praktik lengkap. Mahasiswa:
- Melakukan uji stabilitas produk kalengan
- Mencoba berbagai teknik pasteurisasi dan sterilisasi
- Menguji keamanan mikrobiologis produk dengan peralatan modern
Pengalaman langsung ini membuat mahasiswa tidak hanya memahami teori, tapi juga mampu mengaplikasikannya di dunia industri.
7. Kesempatan Karier Setelah Menguasai Pengalengan dan Thermal
Menguasai pengalengan dan proses thermal membuka banyak peluang:
- Industri makanan dan minuman siap saji
- Perusahaan pengolahan buah, sayur, dan daging
- Laboratorium kontrol mutu dan keamanan pangan
Universitas Ma’soem mempersiapkan lulusannya dengan pengetahuan praktis dan teori, sehingga siap bersaing di industri nasional maupun internasional.
Pengalengan dan proses thermal ternyata lebih dari sekadar memasukkan makanan ke dalam kaleng. Dengan teknik yang tepat, kontrol suhu, pemilihan kemasan, serta praktik langsung di laboratorium, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem siap menciptakan produk aman, berkualitas, dan inovatif. Rahasia-rahasia ini tidak hanya membuat proses lebih menarik, tapi juga menyiapkan generasi profesional yang andal di bidang pangan.





