Sidang proposal (UP) di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem adalah gerbang utama yang menentukan apakah perjalanan skripsimu di tahun 2026 ini akan berjalan mulus atau penuh hambatan. Sering kali, mahasiswa merasa siap hanya karena aplikasinya sudah “jalan”, padahal dosen penguji lebih menitikberatkan pada kerangka berpikir dan integritas data.
Sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang tangguh dan disiplin, kamu harus memastikan topikmu bukan sekadar proyek hobi. Sebelum berhadapan dengan penguji di Jatinangor, uji mandiri proposalmu dengan lima pertanyaan krusial ini:
1. “Masalah apa yang benar-benar ingin diselesaikan (Problem Statement)?”
Jangan terjebak membuat aplikasi hanya karena teknologinya keren.
- Uji Diri: Apakah masalah ini nyata di lapangan? Misalnya, apakah sistem UMKM di Bandung Timur memang mengalami kendala pencatatan manual yang fatal?
- Kesan Penguji: Jika kamu bisa menjelaskan urgensi masalah secara jujur, dosen akan melihatmu sebagai calon teknokrat yang solutif, bukan sekadar tukang ketik kode.
2. “Apa kebaruan (Novelty) atau bedanya dengan penelitian sebelumnya?”
Dosen paling anti dengan topik “copy-paste” dari skripsi kakak tingkat atau internet.
- Uji Diri: Jika kamu membuat Sistem Informasi, apa fitur unggulannya? Apakah ada algoritma optimasi, integrasi API pihak ketiga, atau keamanan data yang lebih amanah?
- Profesionalisme: Sebutkan minimal 3 jurnal referensi 3 tahun terakhir (2023-2026) yang menjadi acuanmu untuk menunjukkan bahwa kamu adaptif terhadap tren teknologi terbaru.
3. “Bagaimana cara mendapatkan datanya (Data Acquisition)?”
Ini adalah titik paling rawan yang bisa membuat skripsimu macet di Bab 4.
- Uji Diri: Apakah datanya tersedia secara publik, atau kamu punya surat izin dari instansi/perusahaan terkait? Jangan mengajukan topik Big Data jika kamu tidak punya akses ke sumber datanya.
- Integritas: Menggunakan data lokal dari mitra Universitas Ma’soem jauh lebih dihargai daripada data fiktif. Pastikan proses pengambilan datamu transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. “Kenapa menggunakan metode/algoritma tersebut (Methodology Justification)?”
Dosen akan mengejar alasan logis di balik pilihan teknismu di Bab 3.
- Uji Diri: Kenapa pilih Waterfall daripada Agile? Kenapa pilih algoritma C4.5 daripada Naïve Bayes?
- Logika: Pastikan metodologimu tidak “muter-muter”. Gunakan standar yang sudah mapan agar kamu bisa mempertahankannya dengan argumen yang inovatif saat sidang.
5. “Apa kontribusi nyata dari hasil penelitian ini nantinya?”
Skripsi bukan hanya syarat lulus, tapi harus ada manfaatnya.
- Uji Diri: Siapa yang akan menggunakan sistem ini? Apakah bisa meningkatkan efisiensi operasional atau membantu pengambilan keputusan manajemen?
- Karakter: Di Ma’soem, kita dididik untuk menjadi pribadi yang suportif terhadap kemajuan masyarakat. Pastikan karyamu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Tips Tambahan untuk Mahasiswa Ma’soem:
- Cek Keselarasan: Pastikan Judul, Rumusan Masalah, dan Tujuan penelitianmu “nyambung” satu sama lain.
- Manfaatkan Laboratorium: Lakukan simulasi awal di lab kampus untuk memastikan teknologi yang kamu ajukan memang bisa diimplementasikan.
- Bimbingan Intensif: Dosen pembimbing kita sangat terbuka. Jangan malu untuk bertanya jika kerangka berpikirmu masih terasa goyah.
Jika topikmu sudah lolos kelima pertanyaan di atas, kamu bisa melangkah ke ruang sidang dengan kepala tegak dan mental yang tangguh.
Ingin tahu cara menyusun Slide Presentasi Proposal yang efektif agar poin-poin pentingmu tersampaikan dengan jelas hanya dalam 10 menit? Cek informasinya di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





