288b51a3367fbf56

Profesi Bimbingan dan Konseling

Guru bimbingan dan konseling juga disebut sebagai konselor sekolah, karena hanya guru bimbingan dan konseling yang berhak melakukan konseling di sekolah. Konseling hanya dapat dilakukan oleh seorang ahli (profesional) yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai prinsip-prinsip dan teknik-teknik konseling. Pendidikan dan pelatihan ini dilakukan di perkuliahan jurusan bimbingan dan konseling sebelum mahasiswa yang lulus menjadi guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah.

Ada beberapa profesi yang juga melakukan konseling dalam prakteknya, yaitu psikolog dan psikiater. Psikolog merupakan profesi yang juga memiliki wewenang untuk melakukan konseling, karena akar yang sama dengan konselor sekolah, psikolog juga mendalami tentang ilmu psikologi dan konseling. Hanya saja berbeda ranah dengan guru bimbingan dan konseling. Guru bimbingan konseling akan fokus pada masalah-masalah siswa di sekolah, sedangkan psikolog memiliki lingkup yang lebih luas. Psikolog tidak hanya fokus pada masalah sekolah tetapi berbagai hal yang membutuhkan layanan psikologi. Kliennya pun beragam, dari kalangan anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Masalah yang ditanganinya pun tidak dibatasi selama masih bisa ditangani dengan proses konseling, baik itu masalah pribadi, rumah tangga, sosial, dan pendidikan. Meski pada kenyataannya guru bimbingan konselinglah yang memiliki tugas untuk menangani masalah psikologi siswa di sekolah, tetapi ada beberapa sekolah swasta yang memilih psikolog daripada guru bimbingan dan konseling untuk berperan sebagai konselor sekolah. Hal ini menjadi tumpang tindih, karena hak dan tugas yang beririsan membuat profesi ini sering tertukar atau dianggap sama.

Selain psikolog dan guru bimbingan dan konseling, psikiater juga berhak melakukan konseling dan terapi pada kliennya. Perbedaannya dengan dua profesi sebelumnya, psikiater menangani masalah psikologi yang lebih berat seperti menangani klien yang mengalami gangguan kejiwaan neurotik dan psikosis. Bukan hanya konseling yang dapat dilakukan seorang psikiater, tetapi juga psikoterapi, dimana dalam prakteknya mereka diperbolehkan menggunakan obat-obatan. Hal ini dikarenakan psikiater merupakan lulusan kedokteran yang mendalami ilmu jiwa, atau dokter yang mengambil spesialisasi kejiwaan. Meski ketiganya sama-sama mempelajari ilmu psikologi, tetapi psikiater memiliki fokus dan pendekatan yang sangat berbeda dengan psikolog dan konselor sekolah.

Berbeda dengan psikolog dan psikiater, guru bimbingan dan konseling pun diperbolehkan mengikuti program profesi untuk mendapat gelar konselor. Setelah mendapatkan lisensi dari ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), seorang konselor nantinya dapat membuka praktik konseling untuk masyarakat umum seperti psikolog. Fokusnya pun tidak hanya dunia pendidikan saja, tetapi lebih beragam dari mulai konseling keluarga, pernikahan, karir, dan lainnya.

Penulis: Irfan Fahriza

 

PUSTAKA

http://www.pembelajaranbimbingandankonseling.blogspot.com . Bimbingan Konseling: Profesi dan Prospek di Masa Depan.2016.

 Irsyad Rafiqi. Artikel Bimbingan Konseling. http://www.academia.edu