Menyusun makalah dari jurnal ilmiah sering dianggap sebagai tugas yang rumit oleh sebagian mahasiswa. Banyak yang merasa kesulitan memahami isi jurnal, merangkum gagasan utama, hingga menyusunnya kembali menjadi tulisan yang sistematis. Padahal, jika dipahami langkah-langkahnya, proses ini justru dapat menjadi lebih sederhana dan terarah.
Keterampilan mengolah jurnal menjadi makalah sangat penting, terutama bagi mahasiswa di bidang pendidikan seperti Bimbingan dan Konseling (BK) maupun Pendidikan Bahasa Inggris. Kemampuan ini tidak hanya membantu dalam menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga melatih berpikir kritis dan analitis terhadap berbagai fenomena pendidikan.
Memahami Perbedaan Jurnal dan Makalah
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memahami perbedaan antara jurnal ilmiah dan makalah. Jurnal biasanya berisi hasil penelitian yang ditulis secara sistematis dan mendalam, lengkap dengan metodologi, data, serta pembahasan yang spesifik. Sementara itu, makalah lebih bersifat ringkasan atau pengembangan dari suatu topik yang disusun berdasarkan berbagai sumber, termasuk jurnal.
Makalah tidak sekadar menyalin isi jurnal. Tulisan tersebut harus menunjukkan pemahaman penulis terhadap isi jurnal, kemudian disusun kembali menggunakan bahasa sendiri secara runtut dan logis.
Menentukan Jurnal yang Tepat
Pemilihan jurnal menjadi faktor penting dalam pembuatan makalah. Jurnal yang baik umumnya memiliki struktur yang jelas, sumber yang kredibel, serta relevan dengan topik yang sedang dibahas.
Mahasiswa FKIP, khususnya pada jurusan BK dan Pendidikan Bahasa Inggris, sebaiknya memilih jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya, mahasiswa BK dapat mengambil jurnal tentang konseling remaja atau kesehatan mental, sedangkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat memilih jurnal tentang metode pembelajaran bahasa atau fenomena linguistik.
Membaca Jurnal Secara Efektif
Tidak semua bagian jurnal harus dibaca secara mendalam pada tahap awal. Fokuskan perhatian pada beberapa bagian penting seperti:
- Abstrak untuk memahami gambaran umum penelitian
- Pendahuluan untuk mengetahui latar belakang
- Hasil dan pembahasan untuk melihat temuan utama
- Kesimpulan sebagai ringkasan inti
Teknik membaca seperti ini membantu menghemat waktu sekaligus memudahkan dalam menangkap ide utama dari jurnal yang digunakan.
Mencatat Poin-Poin Penting
Setelah membaca jurnal, langkah berikutnya adalah mencatat poin-poin penting. Catatan ini dapat berupa:
- Ide utama penelitian
- Tujuan penelitian
- Metode yang digunakan
- Hasil dan kesimpulan
Pencatatan membantu dalam menghindari kebiasaan menyalin langsung dari jurnal. Selain itu, proses ini juga memudahkan saat menyusun kerangka makalah.
Menyusun Kerangka Makalah
Kerangka makalah berfungsi sebagai panduan agar tulisan tetap terstruktur. Umumnya, makalah terdiri dari:
- Pendahuluan
- Pembahasan
- Penutup
Pada bagian pendahuluan, tuliskan latar belakang dan tujuan penulisan. Bagian pembahasan berisi hasil analisis dari jurnal yang telah dibaca. Penutup memuat kesimpulan serta saran jika diperlukan.
Kerangka yang jelas akan membuat proses penulisan lebih terarah dan mengurangi kemungkinan pembahasan yang melebar.
Mengembangkan Isi Makalah
Pengembangan isi makalah dilakukan dengan cara menjelaskan kembali isi jurnal menggunakan bahasa sendiri. Hindari menyalin kalimat secara langsung tanpa perubahan, karena hal tersebut dapat dianggap sebagai plagiarisme.
Penjelasan dapat diperluas dengan menambahkan pendapat pribadi yang relevan atau mengaitkan dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya dalam dunia pendidikan. Misalnya, mahasiswa dapat menghubungkan hasil penelitian dalam jurnal dengan pengalaman belajar di kelas atau praktik pembelajaran di sekolah.
Pentingnya Parafrase
Parafrase menjadi keterampilan utama dalam membuat makalah dari jurnal. Parafrase berarti menulis ulang informasi menggunakan kata-kata sendiri tanpa mengubah makna aslinya.
Teknik ini tidak hanya membantu menghindari plagiarisme, tetapi juga menunjukkan bahwa penulis benar-benar memahami isi jurnal. Gunakan variasi kosakata dan struktur kalimat agar tulisan terasa lebih alami dan tidak monoton.
Menyusun Daftar Pustaka
Setiap makalah yang menggunakan jurnal sebagai sumber wajib mencantumkan daftar pustaka. Penulisan daftar pustaka harus mengikuti aturan tertentu, seperti APA Style atau MLA, tergantung pada ketentuan yang berlaku.
Keberadaan daftar pustaka menunjukkan bahwa makalah disusun berdasarkan sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dukungan Lingkungan Akademik
Lingkungan kampus memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, termasuk dalam menyusun makalah. Salah satu institusi yang mendukung hal ini adalah Ma’soem University.
Mahasiswa di lingkungan FKIP mendapatkan kesempatan untuk mengakses berbagai sumber belajar, berdiskusi dengan dosen, serta mengembangkan keterampilan literasi akademik. Program studi seperti BK dan Pendidikan Bahasa Inggris juga mendorong mahasiswa untuk aktif membaca dan mengolah jurnal sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Tips Agar Makalah Lebih Berkualitas
Agar makalah yang disusun lebih baik, beberapa hal berikut dapat diperhatikan:
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami
- Hindari pengulangan ide yang sama
- Periksa kembali struktur kalimat dan ejaan
- Pastikan alur pembahasan runtut
- Lakukan revisi sebelum dikumpulkan
Kualitas makalah tidak hanya dilihat dari isi, tetapi juga dari cara penyampaiannya.





