Sumber daya manusia menjadi hal penting yang tidak dapat dihindari dalam proses implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam layanan konseling. Dalam proses pembelajaran telah banyak developer aplikasi dan dukungan sistem yang berkreasi dalam menciptakan sistem yang mengintegrasikan konsep-konsep konseling dengan TIK.
Ranah teknologi mungkin menjadi sebuah ranah yang dikuasai oleh ahli-ahli dari profesi TIK, tetapi tentunya hal tersebut membutuhkan perhatian dan kompetensi yang juga sesuai dan harus dimiliki oleh guru BK. Hal ini terkait dengan konsep dan ruang lingkup kerja yang tentunya memiliki keunikan sehingga hanya ahli-ahli dalam hal ini guru BK yang paham dan dapat mengembangkan atau bekerjasama dengan ahli TIK untuk membuat sistem TIK yang sesuai dengan keinginan dan mampu mengoptimalisasi kinerja guru BK.
Lembaga Pendidikan tinggi, khususnya yang mecetak tenaga guru BK tentunya telah menyadari hal tesebut dan berupaya secara sistematik memberikan dukungan proses pembalajaran yang peka terhadap perkembangan TIK. Salah satunya adalah Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Ma’soem. Sebagai universitas yang lahir dari penggabungan sekolah tinggi ilmu komputer, tentunya memiliki dukungan sistem yang baik dalam mengkolaborasikan kompetensi konseling dengan literasi TIK bagi mahasiswa bimbingan dan konseling.
Selain laboratorium praktikum bimbingan dan konseling, mikro teaching, Departemen BK juga memiliki fasilitas pendukung laboratorium TIK yang secara sistematik memadukan kecanggihan peralatan dan literasi dosen pengajar yang memang mampu secara teoritis dan praktis mengkolaborasikan konseling dengan TIK sesuai dengan perkembangan era revolusi industry 4.0.
Penulis: Irfan Fahriza





