Dalam era globalisasi, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu aset penting. Profesi translator (penerjemah) dan interpreter (juru bahasa lisan) semakin dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan. Mahasiswa di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris maupun Bimbingan Konseling di Ma’soem University memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi ini sejak dini, memanfaatkan kurikulum dan kegiatan praktikum yang relevan.
1. Kemampuan Bahasa Tinggi dan Lintas Budaya
Keterampilan bahasa adalah fondasi utama bagi translator maupun interpreter. Bukan hanya menguasai kosakata, tetapi juga memahami idiom, gaya bahasa, dan konteks budaya. Seorang translator harus mampu mentransfer makna secara akurat dari bahasa sumber ke bahasa target tanpa kehilangan nuansa asli. Sementara itu, interpreter perlu menguasai kemampuan mendengar dan berbicara secara cepat agar dapat menyampaikan pesan secara langsung.
Mahasiswa di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Ma’soem University memiliki akses ke materi bahasa intensif, praktik percakapan, dan kegiatan pertukaran budaya. Hal ini membantu mereka memahami perbedaan ekspresi bahasa di berbagai konteks. Pemahaman budaya penting karena kata-kata tertentu bisa memiliki arti berbeda atau bahkan menyinggung bila diterjemahkan secara literal.
2. Kemampuan Mendengar dan Memahami Secara Cepat
Interpreter membutuhkan skill mendengarkan yang tajam. Dalam praktik, mereka harus memahami pembicaraan asli dengan cepat, menganalisis konteks, lalu menyampaikan terjemahan yang tepat dalam waktu singkat. Kemampuan ini tidak hanya bergantung pada kosa kata, tetapi juga konsentrasi, memori jangka pendek, dan intuisi linguistik.
Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan ini melalui simulasi praktik interpretasi yang sering diselenggarakan di kelas atau laboratorium bahasa di Ma’soem University. Kegiatan seperti debat bahasa Inggris atau role play konseling juga melatih mahasiswa untuk menangkap maksud pembicara dan mengekspresikan jawaban dengan tepat dan cepat.
3. Keterampilan Menulis dan Mengedit
Seorang translator profesional perlu menguasai teknik menulis yang baik. Terjemahan bukan sekadar memindahkan kata per kata, tetapi menyesuaikan struktur kalimat, gaya bahasa, dan tata bahasa agar terdengar alami di bahasa target. Kemampuan mengedit juga penting untuk memastikan terjemahan bebas dari kesalahan dan mempertahankan konsistensi.
Di Ma’soem University, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sering mendapatkan latihan menulis akademik, laporan praktikum, dan terjemahan teks literatur. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keakuratan bahasa, tetapi juga membiasakan mahasiswa memeriksa ulang hasil terjemahannya agar profesional.
4. Kemampuan Analisis dan Penelitian
Pekerjaan translator atau interpreter sering menghadapi istilah teknis atau topik spesifik. Oleh karena itu, kemampuan analisis dan riset menjadi penting untuk memahami konteks sebelum menerjemahkan. Misalnya, dalam menerjemahkan teks psikologi atau konseling, translator harus memahami terminologi ilmiah agar pesan tersampaikan dengan tepat.
Mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) di Ma’soem University mendapatkan pengalaman praktik melalui studi kasus dan penelitian lapangan. Hal ini sekaligus melatih kemampuan analisis yang berguna saat menghadapi istilah profesional dalam terjemahan atau interpretasi.
5. Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal
Selain kemampuan bahasa, skill interpersonal juga sangat penting, terutama bagi interpreter. Profesi ini menuntut kemampuan membangun kepercayaan dengan klien, menjaga etika, dan memahami emosi yang disampaikan pembicara. Translator pun perlu keterampilan komunikasi agar dapat bekerja sama dengan penulis asli, editor, atau klien.
Mahasiswa dapat melatih keterampilan ini melalui proyek kelompok, presentasi kelas, dan bimbingan praktik konseling. Lingkungan akademik di Ma’soem University menyediakan kesempatan untuk berinteraksi dalam berbagai situasi komunikasi, sehingga mahasiswa terbiasa menghadapi audiens atau klien dari latar belakang berbeda.
6. Manajemen Waktu dan Ketelitian
Kedua profesi ini sering menghadapi tenggat waktu yang ketat. Translator harus menyelesaikan dokumen tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Interpreter perlu mengatur waktu untuk menyampaikan terjemahan secara lancar dan efisien. Ketelitian menjadi faktor penting agar tidak terjadi kesalahan yang merubah makna pesan.
Latihan proyek terjemahan dan simulasi interpretasi di Ma’soem University membantu mahasiswa mengembangkan disiplin, fokus, dan kemampuan menyelesaikan tugas sesuai jadwal. Penerapan teknik proofreading dan self-review juga menjadi latihan efektif untuk meningkatkan ketelitian.
7. Menguasai Teknologi dan Sumber Daya Digital
Di era digital, penerjemah dan interpreter sering memanfaatkan software, aplikasi kamus, atau platform terjemahan berbasis AI. Kemampuan menggunakan teknologi ini dengan bijak akan mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan akurasi.
Ma’soem University menyediakan akses ke laboratorium bahasa digital dan berbagai sumber daya daring yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Menguasai tools ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi calon translator atau interpreter profesional.





