Menguasai grammar adalah kunci penting dalam menghadapi tes TOEFL. Bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), khususnya jurusan Bimbingan Konseling dan Pendidikan Bahasa Inggris di Ma’soem University, pemahaman grammar tidak hanya membantu skor TOEFL meningkat, tetapi juga mendukung kemampuan mengajar dan komunikasi profesional di masa depan. Artikel ini membahas strategi dan konsep grammar penting yang sering muncul di TOEFL, beserta tips belajar yang efektif.
Pentingnya Grammar dalam TOEFL
Grammar atau tata bahasa menjadi komponen utama dalam TOEFL karena berperan dalam menilai kemampuan peserta dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris secara tepat. TOEFL menguji empat aspek: reading, listening, speaking, dan writing. Dari keempat aspek ini, kemampuan grammar terutama berpengaruh pada writing dan speaking. Kesalahan kecil seperti penggunaan tense yang salah atau subjek-verb agreement yang keliru bisa menurunkan skor signifikan.
Mahasiswa FKIP, baik dari jurusan Bimbingan Konseling maupun Pendidikan Bahasa Inggris, mendapat keuntungan tambahan. Lingkungan akademik Ma’soem University menyediakan fasilitas pendukung seperti laboratorium bahasa, pusat bahasa Inggris, dan bimbingan akademik yang membantu mahasiswa mengasah grammar sambil mempersiapkan TOEFL. Ini memungkinkan proses belajar menjadi lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri pendidikan.
Jenis-Jenis Grammar yang Sering Muncul di TOEFL
1. Tenses
Tenses merupakan elemen grammar yang paling sering muncul. TOEFL menilai kemampuan peserta memahami konteks waktu dalam kalimat. Beberapa tenses penting yang perlu dikuasai antara lain:
- Present Simple: digunakan untuk fakta umum atau kebiasaan.
- Present Perfect: menekankan pengalaman atau kejadian yang masih relevan hingga sekarang.
- Past Simple: menceritakan kejadian di masa lalu.
- Future Tenses: untuk prediksi atau rencana.
Memahami penggunaan tenses akan membantu mahasiswa menulis esai TOEFL yang logis dan koheren.
2. Subject-Verb Agreement
Kesalahan dalam menyelaraskan subjek dan kata kerja adalah kesalahan umum pada TOEFL. Contohnya, kalimat “She go to school” salah karena seharusnya “She goes to school.” Latihan rutin dengan contoh kalimat yang bervariasi akan memperkuat kemampuan ini.
3. Conditional Sentences
Kalimat pengandaian (conditional) juga sering muncul, terutama di bagian writing dan speaking. TOEFL menguji kemampuan mahasiswa membedakan jenis conditional:
- Zero Conditional: fakta umum atau hukum alam.
- First Conditional: situasi yang mungkin terjadi di masa depan.
- Second Conditional: situasi hipotetis atau tidak nyata di masa sekarang.
- Third Conditional: situasi hipotetis di masa lalu.
Strategi Belajar Grammar untuk TOEFL
1. Latihan Intensif dengan Soal TOEFL
Salah satu strategi efektif adalah mengerjakan soal TOEFL secara rutin. Mahasiswa dapat memanfaatkan sumber resmi TOEFL atau buku latihan grammar yang relevan. Fokus latihan sebaiknya pada bagian writing dan structure, karena dua bagian ini paling menuntut ketepatan grammar.
2. Membaca dan Menganalisis Teks Akademik
Membaca teks akademik, artikel jurnal, atau materi ajar bahasa Inggris membantu mahasiswa mengenali pola grammar secara alami. Di Ma’soem University, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sering didorong untuk membaca artikel ilmiah atau modul bimbingan konseling berbahasa Inggris. Aktivitas ini sekaligus meningkatkan kosakata dan pemahaman konteks.
3. Menulis Esai Secara Rutin
Menulis esai mingguan merupakan latihan efektif untuk mengasah grammar. Mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling bisa menulis refleksi tentang teori konseling, sedangkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dapat membuat lesson plan atau analisis teks. Setelah menulis, penting untuk mereview grammar sendiri atau meminta dosen membimbing koreksi.
4. Menggunakan Teknologi dan Aplikasi Grammar
Beberapa aplikasi bahasa Inggris dapat membantu mendeteksi kesalahan grammar. Namun, teknologi sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti pemahaman konsep grammar. Mahasiswa Ma’soem University dapat menggabungkan bimbingan dosen dan media digital untuk belajar lebih efektif.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Tense yang tidak konsisten: Perpindahan waktu yang tidak logis dapat mengurangi kejelasan kalimat.
- Subjek-verb disagreement: Ketidakcocokan antara subjek tunggal/plural dan kata kerja.
- Penggunaan kata depan yang salah: Misalnya “interested on” seharusnya “interested in.”
- Kekeliruan dalam pronoun: Penggunaan he, she, it, they secara salah dapat mengaburkan makna kalimat.
Mempelajari kesalahan umum ini akan mempercepat peningkatan skor TOEFL.
Tips Tambahan untuk Mahasiswa FKIP
- Belajar secara konsisten: Grammar tidak bisa dikuasai dalam sehari. Buat jadwal belajar rutin minimal 30 menit setiap hari.
- Gabungkan belajar teori dan praktik: Pahami aturan grammar, lalu aplikasikan langsung dalam latihan soal atau menulis esai.
- Diskusi dengan teman atau dosen: Peer review membantu menemukan kesalahan yang sering terlewat.
- Simulasi TOEFL: Lakukan simulasi tes secara berkala untuk mengukur kemajuan.
Di lingkungan Ma’soem University, dukungan akademik dari dosen dan fasilitas laboratorium bahasa mempermudah penerapan tips ini secara efektif. Mahasiswa juga bisa memanfaatkan kelompok belajar internal untuk saling memberi feedback.





