8ce933a6dfdc1394

Cara Cepat Dapat Kerjaan untuk Lulusan Prodi BK

Mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah sudah menjadi kepastian bagi sebagian besar mahasiswa. Hanya saja mendapat pekerjaan bukanlah hal yang mudah, apa lagi persaingan pekerjaan di era globalisasi ini semakin sempit sehingga untuk mengatasi kelebihan pelamar kerja pemberi pekerjaan memasang kualifikasi yang ditentukan.

Namun, jika kamu ini sedang menjalani jurusan Bimbingan Komseling dan sebentar lagi akan lulus atau sekarang ini kamu sudah lulus dan sedang mencari pekerjaan, maka ada berita baiknya untuk kamu, karena peluang pekerjaan untuk orang lulusan jurusan BK sedang banyak dicari oleh perusahaan dan lembaga-lembaga tertentu.

Walaupun begitu, tetap saja kamu akan tetap bersaing dengan pelamar kerja lainnya karena dengan terbukannya prospek kerja untuk jurusan Bimbingan Konseling tentu saja akan menarik perhatian para mahasiswa lainnya. Oleh karena itu kamu harus mendekatkan diri kamu kepada pemberi lowongan pekerjaan dengan mengikuti cara cepat berikut agar kamu bisa mendapat pekerjaan impian kamu.

 

1. Pilih bidang yang cocok

Peluang kerja untuk lulusan jurusan Bimbingan Konseling saat ini sedang terbuka lebar, tetapi hal ini bukan berarti kamu bisa melamar kerja di mana saja karena setiap bidang memiliki keperluan sendiri. Contohnya lembaga kesehatan mental membutuhkan orang lulusan BK yang bisa mengatasi masalah depresi, kegelisahan, dan lainnya mereka tidak butuh orang lulusan BK yang ahli dalam urusan HRD perusahaan. Oleh karena itu perkirakan dimana kamu akan bekerja, apakah di instansi pemerintahan? Apakah di lingkungan pendidikan? Dan seterusnya.

2. Perbanyak relasi

Dengan memperbanyak relasi hal ini akan memberi kamu sebuah keuntungan yang tidak dimiliki oleh pelamar kerja lainnya, karena kamu akan diberi tahu oleh relasi kamu bahwa ada lowongan kerja baru sehingga kamu bisa melamar pekrjaan itu lebih awal, dan apabila ada teman kamu yang bekerja di suatu perusahaan yang kamu lamar, maka dia bisa membantu kamu agar bisa diterima lebih mudah.

3. Bikin CV yang profesional

Setiap lowongan pekerjaan membutuhkan CV termasuk juga bagi lulusan Bimbingan Konseling. Jadi tidak ada salahnya kalau kamu membuat CV yang terlihat seprofesional mungkin, tetapi apa saja yang perlu kamu masukkan agar CV kamu terlihat profesional? Kamu bisa memasukkan data-data berikut:

Pendidikan formal dan non-formal

Tentunya pemberi kerja tahu kalau kamu itu lulusan Bimbingan Konseling, jadi mengisi CV dengan histori pendidikan dari SD sampai kuliah lulusan S1 masih belum cukup. Agar pemberi pekerjaan tertarik membaca CV kamu, kamu juga perlu memasukkan pendidikan non-formal seperti ekstrakulikuler, kursus, seminar, dan lain-lain agar pemberi lowongan kerja tahu kalau kamu ini serius melamarkan diri sebagai konselor atau lainnya.

Biodata

Tulis nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, email, status sosial, dan status kewarganegaraan dengan benar.

Pengalaman

Mungkin mengisi pemgalaman akan membuat kamu bingung karena sebelumnya kamu memang belum mendapat pengalaman, tetapi tenang saja kamu bisa mengisi pengalaman kamu saat kamu menjalani teknik lapangan kerja.

 

4. Tampil berbeda

Dikarenakan banyaknya orang yang melamar kerja saat ini, pemberi pekerjaan akan menentukan yang mana lebih berpengalaman dan yang mana yang paling unik, oleh karena itu daripada kalimat "saya mengajukan untuk mengisi posisi …… " lebih baik kamu mengatakan " saya bisa membantu anda dengan menjalani tanggung jawab saya sebagai ….." dengan itu pemberi kerja lebih yakin karena kamu bukan meminta-minta saja, tetapi kamu benar benar bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi.

5. Jangan rendah diri

Pemberi kerja akan ragu bahkan kehilangan harapan jika saat interview nanti kamu terlihat rendah diri atau tidak ada semangatnya. Karena melihat dirimu yang rendah diri mereka akan khawatir dengan tanggung jawab yang akan diberikan ke kamu. Jadi daripada takut tidak diterima lebih baik kamu percaya diri, dengan itu pemberi lowongan kerja merasa lebih yakin kalau kamu pantas dengan posisi pekerjaan nantinya.