Bagi mahasiswa Teknik Informatika atau Teknik Industri yang sedang menyusun skripsi atau proyek penelitian, istilah SINTA dan Scopus pasti sudah sering terdengar di ruang dosen. Di tahun 2026, publikasi ilmiah bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa kamu adalah calon sarjana yang profesional dan memiliki integritas akademik.
Namun, mana yang sebenarnya lebih “wah” di mata dosen atau dunia industri? Yuk, kita lakukan analisis sistem terhadap kedua indeks jurnal ini agar kamu tidak salah pilih target publikasi!
1. Jurnal SINTA: Standar Nasional (Indonesia)
SINTA (Science and Technology Index) adalah portal pengindeks jurnal resmi milik Kemendikbudristek RI. Ini adalah barometer kualitas jurnal yang diterbitkan di dalam negeri.
- Tingkatan: Terbagi dari SINTA 1 (paling tinggi/terakreditasi A) hingga SINTA 6.
- Karakter: Sangat suportif bagi mahasiswa yang ingin memulai publikasi pertama. Bahasanya biasanya menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris.
- Value: Di Masoem University, menembus SINTA 2 atau 3 sudah dianggap sebagai prestasi yang sangat amanah dan membanggakan untuk level skripsi.
2. Jurnal Scopus: Standar Internasional (Global)
Scopus adalah pangkalan data pustaka dunia yang dikelola oleh Elsevier (Belanda). Ini adalah salah satu indeks jurnal paling bergengsi di tingkat internasional.
- Tingkatan: Menggunakan sistem kuartil, yaitu Q1 (paling prestisius), Q2, Q3, hingga Q4.
- Karakter: Memerlukan mental yang tangguh. Seleksinya sangat ketat, proses review-nya lama, dan harus menggunakan Bahasa Inggris standar akademik internasional.
- Value: Jika kamu berhasil menembus Scopus, kamu akan dipandang sebagai teknokrat yang inovatif dengan skala global. Di mata dosen, ini adalah pencapaian tertinggi.
Tabel Perbandingan Strategis
| Fitur | Jurnal SINTA | Jurnal Scopus |
| Cakupan | Nasional (Indonesia) | Internasional (Global) |
| Pengelola | Kemendikbudristek RI | Elsevier (Swasta Internasional) |
| Bahasa | Indonesia / Inggris | Wajib Inggris (Akademik) |
| Tingkatan | S1 sampai S6 | Q1 sampai Q4 |
| Kesulitan | Menengah | Sangat Tinggi (Kompetitif) |
Mana yang Lebih Bergengsi?
Secara objektif, Scopus jauh lebih bergengsi karena jangkauan pembacanya adalah peneliti dari seluruh dunia. Dosen akan sangat bangga jika mahasiswanya mampu menghasilkan riset yang diakui secara internasional.
Namun, sebagai mahasiswa yang jujur dan realistis:
- Langkah Awal: Mulailah dari SINTA untuk melatih kemampuan menulis ilmiah secara disiplin. Ini adalah fondasi yang bagus.
- Langkah Lanjutan: Jika risetmu di laboratorium teknik memiliki kebaruan (novelty) yang kuat, jangan ragu untuk membidik Scopus bersama dosen pembimbing.
Di atmosfer belajar Masoem University yang religius, publikasi ilmiah adalah bentuk pengabdian ilmu yang amanah. Menulis bukan cuma cari nilai, tapi menyebarkan solusi teknik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Gimana? Sudah punya draf penelitian yang siap “meluncur” ke SINTA atau Scopus tahun ini?
Mau tahu tips “Cara Cek Jurnal Predator” agar hasil risetmu tidak sia-sia? Cek juga panduan publikasi mahasiswa kami di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





