Menyusun literatur review atau tinjauan pustaka dari jurnal internasional sering kali dianggap sebagai beban berat oleh mahasiswa Fakultas Teknik. Padahal, di tahun 2026 ini, akses terhadap riset global sangat terbuka lebar. Bagi kamu di jurusan Teknik Informatika atau Teknik Industri, literatur review adalah cara untuk membuktikan bahwa penelitian kamu memiliki dasar yang profesional dan tangguh.
Di Masoem University, kita dididik untuk memiliki integritas ilmiah yang tinggi. Literatur review bukan sekadar ringkasan, melainkan analisis sistem terhadap apa yang sudah ditemukan oleh peneliti dunia dan di mana posisi penelitian kamu. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang disiplin untuk menyusunnya.
1. Pencarian Jurnal yang Relevan dan Bereputasi
Jangan asal mengambil jurnal dari internet. Pastikan sumbermu memiliki amanah ilmiah yang diakui secara global.
- Gunakan Database Terpercaya: Cari di Google Scholar, IEEE Xplore, ScienceDirect, atau Scopus.
- Filter Waktu: Untuk bidang teknik yang bergerak cepat secara inovatif, prioritaskan jurnal dari 5 tahun terakhir (2021–2026).
- Kata Kunci Bahasa Inggris: Gunakan istilah teknis internasional. Misalnya, jika kamu meneliti “Keamanan Data”, gunakan kata kunci “Cybersecurity measures in IoT” agar mendapatkan hasil yang lebih luas.
2. Teknik Membaca dan Memetakan Jurnal (Mapping)
Setelah mengumpulkan minimal 5-10 jurnal internasional, jangan membacanya seperti membaca novel. Gunakan teknik analisis sistem untuk membedahnya.
- Buat Tabel Sintesis: Buat kolom yang berisi: Penulis/Tahun, Metode yang Digunakan, Hasil Penelitian, dan Celah Penelitian (Research Gap).
- Fokus pada Metodologi: Lihat algoritma apa yang mereka pakai (untuk Informatika) atau sistem optimasi apa yang mereka terapkan (untuk Industri). Ini akan membantu kamu menentukan posisi penelitianmu secara profesional.
3. Cara Menulis Narasi Literatur Review
Kesalahan umum mahasiswa adalah menulis satu per satu isi jurnal secara terpisah. Cara yang benar adalah dengan melakukan sintesis atau pengelompokan ide.
- Kelompokkan Berdasarkan Tema: Jangan menulis “Peneliti A bilang begini, Peneliti B bilang begitu”. Tulislah: “Beberapa peneliti (A, B, dan C) sepakat bahwa metode X efektif untuk…”, namun “Peneliti D menemukan bahwa metode X memiliki kelemahan pada…”.
- Gunakan Kalimat Penghubung: Gunakan kata transisi seperti “However”, “In contrast”, atau “Similarly” untuk menunjukkan hubungan antar penelitian secara logis.
- Jujur dalam Sitasi: Gunakan aplikasi seperti Mendeley untuk memastikan semua kutipan tercatat secara akurat sesuai format IEEE atau APA.
4. Menemukan Research Gap (Celah Penelitian)
Inilah inti dari literatur review yang tangguh. Kamu harus bisa menunjukkan apa yang belum dilakukan oleh peneliti internasional tersebut.
- Contoh: “Penelitian di jurnal internasional [A] sudah membahas optimasi mesin di pabrik besar, namun belum ada yang membahas implementasi metode tersebut untuk skala UMKM di wilayah Jawa Barat.”
- Dengan cara ini, penelitian kamu di Masoem University akan terlihat inovatif karena mengisi celah yang ditinggalkan peneliti dunia.
Kenapa Harus Pakai Jurnal Internasional?
Dosen penguji akan sangat mengapresiasi jika referensimu berasal dari sumber global. Itu membuktikan bahwa kamu memiliki wawasan yang luas dan tidak hanya “jago kandang”. Di atmosfer akademik yang religius, mencari ilmu hingga ke mancanegara adalah bentuk suportif terhadap perintah untuk terus belajar.
Jadilah mahasiswa teknik yang disiplin dalam melakukan riset. Literatur review yang kuat adalah jaminan bahwa skripsi kamu tidak akan ditolak karena dianggap “ketinggalan zaman”.
Mau tahu cara menggunakan fitur “Cited by” di Google Scholar untuk menemukan jurnal internasional yang paling berpengaruh di bidangmu? Cek juga panduan riset kami di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





