0afdbcefb0180722

Ini Dia Contoh Contoh Teknologi Pangan Yang Bermanfaat Untuk Masyarakat Luas

Teknologi pangan memegang peran yang cukup penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia di setiap harinya karena teknologi pangan ini dapat mengolah bahan pangan yang belum layak untuk dikonsumsi menjadi produk pangan yang aman dan layak dikonsumsi.

Dengan adanya teknologi pangan, masyarakat tidak perlu mengolah makanan dalam waktu yang lama agar bisa dikonsumsi karena teknologi pangan ini akan menjamin kalau masyarakat dapat mengonsumsi produk pangan tersebut secara instan tanpa mengkhawatirkan terjadinya keracunan atau kekurangan gizi.

Melihat manfaat teknologi pangan ini, tentu saja, membuat masyarakat ingin mengetahui contoh dari manfaat teknologi pangan terhadap kehidupan sehari-hari mereka, tetapi sadar atau tidak sadar contoh-contoh teknologi pangan sudah ada dimana-mana, bahkan akan sulit untuk melewatkan kehidupan sehari-hari tanpa menemukan contoh dari manfaat teknologi pangan ini.

Nah, untuk membahasnya lebih dalam, berikut ini merupakan contoh-contoh teknologi pangan yang bermanfaat untuk masyarakat luas:

1. Tempe

Tanpa adanya teknologi pangan, masyarakat mungkin tidak akan pernah merasakan kelezatan dari tempe karena bentuk awal makanan tempe hanya sebatas kacang kedelai, tetapi setelah pengaplikasian teknologi pangan, kacang kedelai itu akan mengalami proses fermentasi dengan jamur genus Rhizoporus yang pada akhirnya akan menghasilkan tempe.

Walaupun kacang kedelai memiliki kandungan protein yang cukup baik, tetapi tempe memiliki kandungan yang lebih kaya seperti vitamin B, lemak baik, kalori, kalsium, dan fosfor sehingga sangat teknologi pangan ini tidak hanya membuat produk pangan baru, tetapi juga menambahkan nilai gizinya.

2. Roti                                            

Roti merupakan makanan pokok untuk sebagian besar negara, terutama negara yang memiliki iklim dingin, tetapi makanan pokok ini tidak akan bisa terbuat tanpa bantuan teknologi pangan.

Hal ini dikarenakan roti sendiri bukan sepenuhnya terbuat dari gandum, melainkan terdiri atas berbagai bahan pangan yang berbeda seperti telur, ragi, gula, lemak, air, dan sebagainya sehingga tanpa bantuan teknologi pangan, pembuatan roti akan sulit dilakukan.

3. Yoghurt

Minuman yang menyegarkan dan kaya akan kalsium ini juga merupakan contoh dari hasil teknologi pangan karena proses pembuatannya akan melibatkan campuran dari fermentasi bakteri seperti Streptococcus Termophilus, Streptococcus Lactis, dan Lactobacillus Bulgarius.

Bakteri tersebut akan mengubah kandungan laktosa yang ada dalam susu menjadi asam laktat sehingga bisa digunakan oleh masyarakat untuk memperlancar sistem pencernaan mereka.

4. Keju

Walaupun rasanya asin, tetapi keju bisa menjadi makanan favorit bagi beberapa kalangan pencinta kuliner. Di Indonesia sendiri peminat makanan keju juga semakin bertambah sehingga keju memiliki tingkat kepopuleran yang sama dengan makanan lainnya.

Keju sendiri mengalami proses yang hampir sama seperti yoghurt, tetapi sebelum diolah, susunya akan dipanaskan sampai bakteri hidupnya mati, kemudian akan dicampurkan dengan enzim renin sehingga susu akan mengumpal, lalu menjadi padat dan hasilnya adalah keju.

5. Cuka

Dari rasanya yang asam saja, sebagian besar orang tahu kalau cuka merupakan contoh dari teknologi pangan yang bermanfaat untuk masyarakat luas, tetapi bukan sebagai makanan pokok, melainkan sebagai bahan penyedap makanan.

Cuka bisa memiliki rasa yang asam karena cuka merupakan hasil dari oksidasi etanol yang melibatkan bakteri bernama Acetobacter dan bahan sari buah seperti seri tebu, anggur, apel, dan sebagainya.

6. Terasi

Bumbu penyedap makanan ini juga merupakan contoh dari teknologi pangan karena terasi sendiri terbuat dari proses fermentasi ikan atau udang dan bantuan beberapa mikroogranisme seperti Corynebacterium, Brevibacterium, Pediococcus dan Bacillus.

Setelah proses fermentasi, ikan dan udang berserta dengan mikroorganismenya akan berubah menjadi warna merah yang agak kecokelatan dan dapat menimbulkan aroma yang khas atau sensitif sehingga hasilnya akan dicetak dan dikemas menjadi terasi.

7. Nata de coco

Sebagian besar masyarakat pasti menyukai nata de coco karena nata de coco ini memiliki tekstur pangan yang kenyal, manis, dan cocok untuk mendinginkan tubuh ketika cuaca sedang panasnya.

Dari namanya, nata de coco memang merupakan hasil dari teknologi pangan dari air kelapa karena selama proses pembuatannya, air kelapa akan membutuhkan bantuan dari bakteri Acetobacter Xylinum untuk melakukan proses fermentasi sehingga dapat mengubah seluruh kandungan fruktosa dan glukosa yang ada dalam air kelapa menjadi selulosa atau polisakarida.

8. Tauco

Tauco memiliki peran yang hampir sama seperti terasi, yaitu sebagai bahan penyedap rasa makanan. Hanya saja, tauco merupakan hasil fermentasi dari biji kedelai dan campuran dari ragi sehingga tidak hanya sebagai penyedap makanan, tetapi bisa dipakai untuk menjaga kesehatan tubuh.

Contohnya, tauco bisa bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, memperlancar proses metabolisme tubuh, dan mencegah banyak penyakit.

9. Minuman bubuk

Minuman bubuk seperti kopi, teh, susu, dan sebagainya juga merupakan hasil dari teknologi pangan yang bermanfaat untuk masyarakat luas karena masyarakat dapat mendingkan atau menghangatkan suhu tubuh sesuai dengan cuaca yang dihadapi.

Minuman serbuk sendiri bisa muncul karena selama proses pembuatannya melibatkan pemerasan sari buah atau daun yang kemudian dipanaskan dan ditambahkan air dan gulas sehingga menjadi gumpalan yang kering dan hasilnya adalah minuman bubuk yang siap disajikan kapan saja.

10. Makanan kaleng

Teknologi pangan telah melahirkan namanya makanan kaleng sehingga masyarakat zaman sekarang bisa mengonsumsi makanan meskipun makanan itu sudah disimpan dalam waktu yang cukup lama dan dapat dipastikan kalau nilai gizinya tidak akan berkurang.

Makanan kaleng sendiri merupakan hasil dari campur tangan proses sterilisasi yang merupakan proses menghilangkan semua bakteri hidup yang ada di dalam makanan sehingga membuatnya dapat bertahan lama dan tetap layak dikonsumsi.