Ee22e0ffa1bfc806

5 Mitos Tentang Program Studi saat Kuliah Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percaya Ya

Ketika seorang siswa sudah lulus dari SMA / sederajat dan melanjutkan untuk berkuliah di Universitas, maka mereka akan merasa sangat gembira dan tidak sabar. Namun, tak jarang juga mereka akan merasa sedikit cemas dan bahkan takut. Bukan tanpa sebab, hal ini karena ada beberapa mitos tentang program studi di perkuliahan yang mungkin  mereka dengar. Padahal, mitos – mitos ini belum jelas darimana sumbernya dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Jika seorang siswa hanya menganggapnya sebagai ‘angin lalu’, mungkin tak akan menjadi masalah. Namun parahnya, ada beberapa siswa yang benar – benar mempercayainya sehingga akhirnya mereka measa malas sekolah.

Kira – kira, mitos apa sajakah yang selama ini beredar tentang program studi perkuliahan?

1. Ada program studi kuliah yang mudah, dan ada yang susah

Mitos ini sangat santer terdengar bahwa beberapa program studi dianggap gampang, dan yang lain dianggap susah. Misalnya saja ada mahasiswa yang sengaja mengambil kuliah di jurusan Bahasa untuk menghindari matematika atau ilmu hitung – hitungan lainnya. Mitos ini sangat salah. Semua program studi memiliki pendekatannya sendiri masing – masing dan semua ilmu yang dirancang ada di dalamnya sudah dipertimbangkan dengan matang. Semua ilmu itu tentu penting dan sangat bermanfaat untuk mahasiswa. Untuk hitung – hitungan misalnya, hampir semua jurusan memiliki mata kuliah yang mengandung hitung-hitungan termasuk untuk program studi Bahasa. Misalnya saja adanya mata kuliah statistika yang tak bisa dilepaskan dari hitung – hitungan meskipun memang statistika yang dipelajari adalah statistika dasar.

2. Jursan Kuliah sudah tentu akan menentukan karir kedepannya

Mitos ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Sebagai contoh misalnya, mereka yang berkuliah di Program STudi pendidikan Bahasa Inggris pasti nantinya akan menjadi Guru Bahasa Inggris. Ini tidak benar dan tidak juga salah karena sebenarnya lulusannya bisa menjadi apapun yang mereka mau. Yang paling penting adalah lulusan harus memiliki networking yang baik serta senantiasa mengasah soft skill mereka. Dengan kemampuan ini maka mereka akan mampu menguasai berbagai bidang dan lebih mudah meraih kesuksesan dalam bidang karir apapun. Yang terpenting adalah, pilihlah program studi kuliah yang sudah sesuai dengan passion atau ketertarikan sehingga nantinya akan lebih mudah dalam berkuliah dan syukur syukur passion ini dapat terus digunakan saat bekerja nantinya.

3. Kalau sudah masuk program studi tertentu, mahasiswa sudah tidak bisa panda program studi lagi

mitos ini sudah tentu tidak 100% betul karena ada beberapa universitas yang memperbolehkan mahasiswanya untuk pindah jurusan. Tentu ada perysaratan tertentu yang harus dipenuhi mahasiswa seperti misalnya program studi yang akan diincarnya memiliki dasar kuliah yang sama dengan program studi yang dulu diambilnya. Bahkan, ada pula Universitas yang akan membantu mahasiswanya dengan cara memindah nilai semester awal. Berpindah jurusan bukanlah hal yang salah jika memang tujuannya untuk bisa menjalankan pendidikan lebih baik lagi. namun memang langkah ini mungkin agak sedikit ribet karena dibutuhkan tenaga untuk mengurus ini dan itu, serta adaptasi dengan lingkungan yang baru.

4. Kuliah akan berantakan jika mengambil program studi kuliah yang lintas jurusan dengan saat di SMA / sederajat

Sebagai contohnya misal seorang siswa selama di SMA berasal dari jurusan IPS. Kemudian dirinya akan langsung tak percaya diri untuk mengambil jurusan Teknik di kuliah nanti. Faktanya adalah, apa yang dipelajari di SMA atau sederajat tidak serta merta langsung mempengaruhi kesukses kuliah nantinya. Mungkin bidang ilmu saat SMA / sederajat akan membantu ketika ujian masuk ke dalam Universitas, namun yang menentukan kesuksesan ketika kuliah tentu saja adalah individu itu sendiri. Maksudnya adalah apakah seorang individu mau untuk bekerja keras, mengerjakan tugas dari dosen dengan baik, rajin kuliah, dan lain sebagainya.

5. Program Kuliah akan sangat menentukan ketika melamar pekerjaan nantinya

banyak orang beranggapan bahwa program studi yang diambil saat kuliah adalah satu – satunya faktor yang akan menentukan jenis pekerjaan yang akan diperoleh. Sebenarnya tidak. Pekerjaan atau sebuah perusahaan tidak akan hanya melihat secara teknis dari program studi apakah sang pelamar. Ini artinya, seseorang bisa melamar posisi apapun di sebuah pekerjaan dari program studi apapun. Misalnya saja untuk bekerja di bidang media, perusahaan akan memberikan kesempatan bagi siapapun dari program studi apapun untuk mencoba mendaftar. Hal ini karena kebanyakan perusahaan, terutama perusahaan startup lebih tertarik kepada CV pelamar yang menarik serta soft skill yang mereka miliki. Kemudian setelahnya, mereka akan melakukan wawancara kerja dimana inilah yang nantinya akan sangat menentukan apah seseorang bisa diterima untuk bekerja ataukah tidak. Ini berarti, para pemimpin perusahaan tidak hanya akan langsung berpikir bahwa mahasiswa harus benar – benar sempurna dengan nilai yang baik dan program studi yang linear. Mereka akan mempertimbangkan juga sumber daya manusia dengan etos kerja yang baik.

Itulah beberapa mitos yang cukup ‘menyesatkan’ mengenai program studi yang ada di kampus atau universitas. Jangan biarkan mitos atau hal hal yang kurang jelas mempengaruhi cita – cita untuk berkuliah. Sebaiknya, carilah terlebih dahulu kebenarannya dari berbagai orang yang bisa dipercaya dan dari berbagai macam referensi yang ada.