6cfac1253a8285eb

Pentingnya Assessment Untuk Mengurangi Tingkat Bunuh Diri Pada Anak

Beberapa waktu terakhir ini kita sering mendengar fenomena-fenomena bunuh diri yang dilakukan oleh anak berusia remaja. Kabar terakhir yang cukup viral adalah seorang anak yang nekat bunuh diri dengan cara melompat dari gedung SMP tempat dia bersekolah. Usia pelajar SMP merupakan usia anak yang sedang mengalami masa pubertas dan beralih ke masa remaja awal. Pada tiap orang dapat terjadi perbedaan kecepatan dan pada umumnya proses ini terjadi selama 4 tahun, di mana anak perempuan 2 atau 3 tahun lebih awal mengalaminya dibandingkan anak laki-laki. Pada umumnya terjadi pada usia 7-11 tahun (perempuan) dan usia 8-12 tahun (laki-laki). Secara umum seseorang yang mengalami pubertas akan merasakan perubahan drastis baik secara fisik (hormonal) maupun psikis / emosi. Gejala-gejala efek negative dari masa pubertas sendiri sebenarnya dapat didetesksi lebih awal untuk necegah hal-hal yang tidak diingingkan dengan cara melakukan pengukuran psikologi atau yang disebut dengan assessment.

Weiner (2003) mengatakan bahwa assessment merupakan proses collecting/mengumpulkan data, interpreting/mengnterpretasikan data dan utilizing/ memformulasikan kesimpulan dan membuat rekomendasi  guna menjawab pertanyaan referral. Tujuan  assessment sendiri dapat dilakukan untuk:

  1. Screening adalah suatu evaluasi yang relatif singkat yang diberikan untuk mengidentifikasi  siapa saja individu/anak-anak yang :
    • Dapat diterima dalam  suatu program tertentu
    • Memiliki gangguan (disorder) atau keterbatasan sehingga membutuhkan remedial atau rehabilitasi
    • Membutuhkan assessment yang lebih komprehensif.
  2. Problem solving

    • ​​Focused atau problem-solving assessment adalah suatu evaluasi yang detil  tentang fungsi area psikologis tertentu. 

    • Assessment ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan diagnostik ( misal , apakah anak memiliki gangguan atensi / hiperaktif ? )

  3. Diagnosis
    • Diagnostic assessment  adalah evaluasi yang detil / rinci berkenaan dengan kekuatan dan kelemahan individu yang mencakup dalam beberapa area, seperti area kognitif, akademik, bahasa, dan sosial.
    • Diagnostic assessment  mencakup tujuan yang luas, termasuk diagnosis (menentukan klasifikasi yang paling baik menggambarkan level dan tipe fungsi individu) , membantu dalam menentukan mental illness atau keterbatasan pendidikan yang dimiliki individu, dan membuat saran untuk penempatan dan intervensi.
  4. Counseling and rehabilitation (Konseling & Rehabilitasi)

    • ​​​​Counseling and rehabilitation assessment serupa dengan klasifikasi/placement assessment, hanya lebih menekankan pada penempatan anak didasarkan kepada kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dan memenuhi tanggung jawab sehari-hari.

  5. Progress evaluation
    • ​​Progress evaluation assessment  memfokuskan  kepada seberapa besar kemajuan anak yang dapat dicapai hari-demi-hari, minggu-demi-minggu, bulan-demi-bulan, tahun-demi-tahun. Biasanya digunakan untuk mengevaluasi perubahan dalam perkembangan anak dan perubahan dalam keterampilan anak dan untuk mengevaluasi efektivitas prosedur intervensi.

Penetapan tujuan di atas berasal dari referral question atau permintaan  pengguna (klien). Referral question akan memandu psikolog / konselor dalam menentukan  apakah jenis data assessment yang harus dikumpulkan, hal-hal apa yang harus dipertimbangkan untuk menguji atau menilai data, dan apa implikasi temuan yang harus ditekankan ketika membuat laporan. Apabila referral question kurang jelas atau kurang spesifik , hal ini akan berakibat kepada proses assessment selanjutnya menjadi tidak terarah ( jenis data yang harus dikumpulkan melalui tes, wawancara, observasi menjadi tidak jelas, tidak tahu yang mana, tidak tepat sasaran ) dan menyebabkan pengambilan keputusan berpeluang besar menjadi keliru.

Terkadang yang menjadi klien biasanya adalah orang tua atau wali si anak dimana mereka juga kurang memiliki kemampuan yang cukup dalam mendeteksi masalah apa yang sebenaraya terjadi atau bahkan mereka malu untuk dilibatkan untuk menambah referensi data tertentu, misalnya ketika proses wawancara. Mahasiswa yang nantinya memilih Prodi Bimbingan Konseling Universitas Masoem akan diajarkan secara mendetail mengenai assessment pada anak, remaja hingga dewasa.