A6e2de693e4fc28d

Mengenal 5 Merek Kopi ‘Jadul’ di Bandung yang Masih eksis hingga kini

Kopi dan Senja. Dua kata ini nampaknya sedang tren akhir-akhrir ini. Dengan sebuah suasana yang diilustrasikan sebagai waktu terbaik dalam rehat dari segala rutinitas sehari-hari, menikmati kopi di sore hari seolah-olah menjadi "gaya hidup" baru di bergabai kalangan.Bermunculannya kedai-kedai kopi baru yang juga menyajikan beragam cita rasa kopi, tak menyurutkan para pecinta kopi untuk memburu kopi-kopi dengan brand lawas yang legendaris. Di Bandung, sedikitnya ada lima brand ‘jadul’ kopi yang hingga kini masih memiliki penggemar fanatik. Bagi mahasiswa yang gemar ngopi, kopi-kopi layak dicoba.

1 Kopi Javaco

Javaco merupakan brand kopi tertua di Bandung yang dirintis sejak tahun 1928. Lokasi di Jalan Kebon Jati No. 69, Kebon Jeruk, Andir, Bandung. Menurut pegiat sejarah dari Komunitas Aleut, Ariono Wahyu, di laman resmi Aleut, pabrik kopi ini didirikan Lie Kiem Gwan. Kini, Javaco sudah diteruskan oleh generasi ketiga.

Awalnya, kata Ariono, Javaco membuka usaha teh dan kopi, namun kemudian lebih fokus pada penjualan kopi saja. Bukti bahwa kopi Javaco ini berdiri sejak 1928 adalah alamat toko ini sudah tercatat pada “Gouvernements Bedrijf der Telefonie Interlocale Gids voor Java en Madoera” Uitgave Januari 1930, bijgewerkt tot 20 December 1929.

Lanjut Ariono, letak toko ini sekitar 50 meter ke arah timur dari perempatan jalan Gardujati, Pasirkaliki dan jalan Kebonjati. Toko ini buka dari hari Senin hingga Sabtu. Pada Jum’at buka dari pukul 09:00 sampai 14:00. Saat ini toko kopi Javaco menjual 3 jenis kopi, grade satu yaitu kopi arabika, grade dua adalah melange/robusta dan grade ketiga diberi label tiptop.

2 Koffie Fabriek Aroma

Pabrik kopi ini mungkin yang paling tenar mengingat letaknya yang strategis, yakni di Jalan Banceuy nomor 51 Bandung. Kopi Aroma didirikan oleh Tan Houw Sian pada tahun 1930. Di laman resminya disebutkan, Tan Houw Sian merintis Kopi Aroma dimulai dengan melayani kebutuhan kopi pelanggan di Kota Bandung termasuk orang Belanda dan Jepang yang waktu itu tinggal di Bandung.

Saat ini usaha kopi Aroma dilanjutkan oleh generasi kedua. Usaha kopi ini terus berkembang dan dikenal luas. Kopi ini bahkan sudah menjadi oleh-oleh khas Bandung. Pengolahan kopi dilakukan dengan proses tradisonal. Sementara kopinya hasil kebun kopi di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Produknya yang terkenal antara lain Aroma Arabika, Aroma Robusta, dan Mokka Arabika.

3 Kopi Tjia Lie Hong

Toko kopi ini berdiri di Jalan Jenderal Sudirman 165, Bandung. Kopi Tjia Lie Hong menawarkan tiga varian kopi berbeda yaitu arabika, robusta, dan campur. Kopi ini dikemas dengan kertas warna coklat sehingga terkesan klasik.

4. Kopi Kapal Selam

Kopi Kapal Selam berada di Jalan Pasar Barat No. 42. didirikan tahun 1930. Kopi yang dijual jenis robusta dari lampung, arabika dari Gayo, dan Toraja. Perusahaan kopi ini didirikan orang Tiongkok. Proses pengolahan kopi dilakukan se cara tradisional.

5 Kopi Malabar

Kopi Malabar terletak di Jalan Gardujati. Kopi Malabar dikemas kertas cokelat polos tanpa tulisan. Kopi ini sempat mencantumkan keterangan merek dan lainnya, tetapi hal ini ditinggalkan. Meski demikian, Kopi Malabar masih memiliki penggemar tetap.

Para Dosen di Fakultas Pertanian Universitas Ma'soem / Ma'soem University yang membuka 2 prodi yaitu Agribisnis dan Teknologi Pangan bertekad untuk membentuk mahasiswanya menjadi seorang Entrepnrenuer, khususnya di bidang Makanan dan Minuman. Untuk kegiatan yang berhubungan dengan dunia Kopi, para mahasiswa akan dibekali ilmu tersebut dari mulai meneliti kandungan untuk menghasilkan biji kopi terbaik, cara penyajian kopi hingga belajar membuat perencanaan bisnis di bidang kopi di semester genap.