2ccd03b126cfc843

APAKAH BANGSA INI SUDAH MANDIRI DALAM EKONOMI?

Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai masalah demi mencapai suatu tujuan atau harapan tanpa menutup diri terhadap berbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan.

 Kondisi ekonomi bangsa di Indonesia, secara umum, masih belum mandiri, bahkan masih jauh dari kemandirian. Fakta ketidak mandirian ekonomi bangsa itu terlihat pada banyaknya kondisi objektif perekonomian bangsa yang semakin menurun.

Kendala dan tantangan

Cita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi sampai kini memang masih jauh dari harapan,. Upaya  untuk membangkitkan kemandirian itu menghadapi sejumlah tantangan dan kendala, antara lain struktur  kekuasaan yang belum pro-umat. Struktur eksisting  itu merupakan tembok terjal  menuju kemandirian ekonomi umat Baik itu kekuasaan yang ber asal dari dalam negeri (internal), kekuasaan ekonomi-politik neoliberalisme (eksternal), ataupun penggabungan dari keduanya.

Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi umat, merupakan sebuah pekerjaan besar dan panjang. Pertama, membangun etos entreprenership ummat dan membekali mereka dengan skills yang unggul dan berdaya saing

menurut penelitian ku ada beberapa hal yang menonjol jelas bahwa perekonomian bangsa kita itu belum mandiri.diantaranya:

1)Angka kemiskinan

 Angka kemiskinan di Indonesia ini masih tinggi. Kalau digunakan indicator kemiskian menurut ILO dimana perkapita di bawah 2 dolar sehari, maka angka kemiskinan di Indonesia mencapai 100 juta jiwa lebih.   Bagaimana bisa dikatakan mandiri, kalau kemiskinan masih menggeluti rakyat.

2) Sumber daya alam (SDM)

   Sumber daya alam Indoensia yang strategis umumnya dikuasai oleh asing.diantaranya Minyak Bumi yang dikuasai oleh orang asing sebesar 87%, Dengan demikian Indoenesia hanya menguasai 13% sumber daya alamm (SDA) minyak bumi, Fakta ini membuat bangsa kita (yg sebagian besar umat), tergantung kepada negara asing. Demikian pula hasil SDA lainnya, seperti emas dan gas.  

3)Kebutuhan pangan

 Kebutuhan pangan bagi rakyat yang semakin berkurang sehingga saat ini kebutuhan pangan rakyat tergantung pada import sehingga tingkat ketergantungan rakyat semakin tinggi. Fakta ini jelas menunjukkan ketidakmandirian pangan rakyat.

4)Pengusaha mikro

 Jumlah pengusaha kecil atau mikro masih mendominasi di Indonesia, jumlahnya mencapai 40 jutaan. Usaha-usaha usaha kecil atau apa yang dikenal dengan “sector informal” atau lebih jelas lagi self-employed workers memiliki pendapatan yang sangat rendah. misalnya, penjual bakso, nasi goreng keliling, penjual sayur,  pedagang asongan, warteg sederhana, pedagang kaki lima (PKL), tukang parkir, dan lain-lain yang umumnya produktifitasnya rendah, sehingga pendapatannya pun rendah sekali.

5)Asset bank bank syariah

 Asset bank-bank syariah dan lembaga keuangan syariah masih kecil, selebihnya adalah didominasai lembaga keuangan konvensional. Merket share bank syariah baru sekitar 3 persen. Asset yang kecil ini, tentu memberikan dampak terhadap bank syariah itu sendiri yang akan memiliki peran yang kecil pada bank syariah dan sekaligus berimplikasi pada kecilnya upaya memandirikan bangsa. Selain itu, Lembaga perbankan konvensional ini mayoritas nya dimiliki oleh asing, yaitu sekitar 67%, Secara makro fakta ini berpengaruh pada perwujudan kemandirian ekonomi bangsa, Jika ekonomi lebih dominan dikuasai asing, maka upaya memandirikan ekonomi bangsa akan terkendala.