Sebuah perusahaan besar yang sukses tidak akan pernah lepas dari divisi Public Relation (PR) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan divisi Hubungan Masyarakat (HUMAS). Kegiatan utamanya adalah membangun sebuah relasi dengan pihak lain yang nantinya akan berdampak kepada benefit perusahaan itu sendiri dimana mereka harus mampu memiliki kemampuan Lobby dan Negosiasi.
Lobby adalah sesuatu bentuk partisipasi yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat atau pimpinan suatu lembaga/ badan/ organisasi, dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang. Adapun tujuan lobi antara lain:
- Untuk membangun koalisasi dengan organisasi lain
- Untuk mengumpulkan informasi dan mempersiapkan laporan
- Untuk melakukan kontak dengan individu-individu yang berpengaruh
- Untuk mempersiapkan pengamatan dan pembicara ahli
- Untuk memusatkan argumentasi pada isi kunci, fakta dan bukti-bukti yang mendukung.
Beberapa pihak yang biasanya dijadikan sasaran utk dilobi antara lain:
- anggota organisasi yang mempunyai kontak paling penting dengan wakil lingkungan
- Individu-individu yang berpengaruh
- Legislator
- Jika dilihat dari tingkatannya, terdapat beberapa level dalam hal melobi:
- Interpersonal – between individuals
- Interorganizations – between units such as business, govermental agencies etc
- International – between nations
Untuk dapat melobby dengan baik, efektif dan efisien dibutuhkan persiapan-persiapan yang baik, matang dengan landasan-landasan yang kuat. Aspek yang paling penting dari aktivitas lobbying adalah mempersiapkan kasus-kasus dalam mendukung tujuan organisasi. Namun terdapat pula Hal-hal yg perlu dipertimbangkan:
- Pandangan maysrakat terhadap lobbying
- Pentingnya lobbying bagi individu
- Lobbying terhadap agen pemerintah
- Lobbying terhadap organisasi lain
- Jenis masalah yang perlu dilobbying
- Urutan prioritas
- Menetapkan waktu
- Menetapkan tempat
- Memperhitungkan situasi
Dalam memulai langkah-langkah dalam melobi, HUMAS harus melakukan beberapa hal. Pertama adalah langkah-langkah PERSIAPAN yang meliputi:
- Menguasai masalah yang akan dibicarakan
- Mulailah berbicara pada pokok permasalahan jika situasi sudah mengijinkan
- Pengarahan pembicaraan yang tepat akan dapat memancing pendengar (gunakan komunikasi antar persona yang efektif dengan tehnik persuasif dan efektif speaking
Selain kemampuan lobi, seorang HUMAS yang baik juga harus memiliki kemampuan negosiasi yang mumpuni. Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberikan atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dengan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Selain itu, Negosiasi juga dapat dijadikan langkah penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa. Meskipun proses negosiasi bisa dilakukan oleh siapapun, akan tetapi terdapat beberapa unsur penting yang sebaiknya dimiliki oleh negosiator seperti Kekuatan (Power), Pemanfaatan waktu (timing) Pengambilan posisi (positioning) : Pengambilan posisi fisik & Pengambilan posisi konseptual. Selain itu walaupun negosiator yang ideal sebaiknya adalah orang yang memiliki Power, akan tetapi mereka juga di waktu yang sama harus memiliki Keramahan dan kedekatan pribadi, mampu menciptakan suasana kooperatif (kesediaan kerjasama) serta Kelugasan (business like).
Adapun beberapa tahap yang dilakukan oleh negosiator yaitu:
- Eksporasi
- Penawaran
- Tawar menawar
- Penyelesaian
- Pengesahan
Untuk dapat bernegosiasi yang efektif, sebaiknya negosiator dapat menjunjung tinggi beberapa hal yang diantaranya:
- Jujur dan adil (fairness)
- Efisiensi
- Kerjasama (coorporation)
- Berimbang (balanced)
- Perencanaan yang baik (Good planning)
- Keuntungan (Benefit)
Jika situasi dan kondisi dirasakan kurang mendukung, negosiator harus memiliki berbagai Teknik khusus untuk membuat suasana tersebut berubah seperti:
- Berpura-pura (pretension)
- Menyatakan tidak punya wewenang
- Cara elang dan merpati
- Jawab “ Ya” (positif) terhadap pernyataan negatif
- Menanyakan alasan “ mengapa”
- Taktik informasi
- Taktik istirahat
- Membatasi waktu





