MESKIPUN beberapa guru sepertinya dapat dengan mudah melaksanakan tugasnya, mengajar sebenarnya mengandung banyak rintangan​—mengatasi kelas yang muridnya terlalu banyak, pekerjaan catat-mencatat yang terlalu banyak, birokrasi yang terlalu rumit, murid-murid yang tidak menyimak, dan gaji yang kurang memadai. Di Indonesia, guru dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, karena mereka tidak memakai tanda bintang kehormatan pada seragam mereka layaknya pahlawan di bidang militer. Namun itu tidak mengurangi nilai luhur seorang guru.
Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia di mata masayarakat meskipun kesejahteraan guru masih jauh dari kata sejahtera kalau dinilai dengan uang, meskipun ada dari para guru yang sudah sejahtera hidupnya tapi itu hanya sebagian kecil saja bila dibandingkan guru yang belum sejahtera apalagi seorang guru honorer bisa dibilang gajinya sangat memperihatinkan bila dibandingkan dengan profesi yang lain.
Guru adalah profesi yang sangat mulia, yang tidak didapatkan pada profesi-profesi yang lainnya. Menjadi guru bukanlah profesi yang elit dan mewah serta dipandang sebelah mata karena karena kurang bergengsi sebagaimana profesi-profesi yang lain. Seperti menjadi pilot, pegawai bank, polisi, tentara, dokter, dan lain-lain. Hampir sebagian besar orang yang berprofesi menjadi guru adalah orang yang gagal meraih cita-cita utama yang diimpikan.
Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Banyak alasan menjadi seorang guru itu sangat menyenangkan yaitu:
1. Karena Kemampuan Akademik
Di negeri kita, para siswa yang memiliki prestasi akademik terbaik lebih memilih kuliah di Universitas dan enggan untuk memilih jalur kependidikan. Akibatnya jalur pendidikan seolah-olah memang diperuntukkan bagi mereka yang gagal masuk ke Universitas. Dengan kata lain, mereka yang masuk ke jalur kependidikan lebih didasari oleh keterbatasan kemampuan akademik. Seandainya kemampuan akademik mereka bagus tentu mereka akan memilih Universitas, karena universitas tampak lebih bergengsi dan lebih menjanjikan secara materi bagi lulusan-lulusannya, dalam hal gaji, jabatan, dan sebagainya.
Masalah seperti ini tidak perlu lagi kita tutup-tutupi, walaupun ada beberapa segelintir orang memang bercita-cita sebagai guru walaupun kemampuan akademik mereka sebenarnya sangat bagus. Akan tetapi, kasus seperti ini sangat jarang kita temukan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
2. Menjadi sumber ilmu.
Guru dianggap sebagai gudang ilmu. Oleh sebab itu, guru sebaiknya memiliki pengetahuan yang luas. Murid tentu akan senang tak terperi ketika guru mampu menjawab pertanyaan. Murid zaman sekarang banyak yang berpikir kritis. Hal ini patut diantisipasi guru dengan memperluas ilmunya melalui berbagai macam sumber
Kemudian, mengapa memilih FKIP Pendidikan Bahasa Inggris? kenapa bukan sastra saja? kenapa harus pendidikan?
Pendidikan maupun sastra sama saja dari aspek bahasa, artinya kedua jurusan ini menyediakan pembelajaran khusus mengenai bahasa namun berbeda pada tingkat pendalamannya dan bergantung pada minat kita. Kalau kita peduli pada dunia pendidikan, maka tidak ada salahnya kita mengambil jurusan ini. Selain itu, di kampus kami Universitas Cokroaminoto Palopo, kita tidak hanya diajarkan mengenai pendidikan akan tetapi juga diajarkan kompetensi tambahan untuk bekerja dalam bidang lain (selain keguruan) yang masih berkaitan erat dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional misalnya Intro to Business English, Cross Culture Understanding, Innovative English, Translation, Interpreting, Drama, etc.
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional dimana dunia perdagangan (E-commerce) dan teknologi (iptek) telah sangat dikuasai oleh bahasa ini. Maka, sebagai lulusan yang mampu berdaya saing tinggi, ber-IMTAQ, beretos kerja tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, jurusan inilah jawabannya.
Guru di satu sisi bisa membuat seseorang menjadi manusia terbaik, namun di sisi lain, didikan yang salah dari seorang guru bisa merusak hidup seseorang. Guru juga tidak jarang menjadi sumber kemalasan murid datang ke sekolah, karena banyak guru yang secara tidak sadar “membully” siswa yang dianggapnya tidak pintar.





