Mahasiswa di era milenial umumnya didominasi anak muda yang memiliki karakteristik khas. Berbeda dengan generasi mahasiswa sebelumnya yang cenderung antinegara dan terlibat dalam berbagai gerakan politik yang menentang status quo, di era kekinian kebanyakan mahasiswa cenderung bersikap apolitis, suka traveling, dan tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan besar yang mengharuskan mereka rutin berkantor.
Mahasiswa milenial adalah sosok baru anak muda yang bercita-cita terlibat dalam berbagai pekerjaan yang anti-mainstream, yang tidak mengharuskan mereka rutin dan rigid bekerja berdasar jam kantor. Mahasiswa masa kini adalah anak muda yang bercita-cita masuk dan dapat berkecimpung di dunia start-up atau kerja-kerja yang fleksibel, bisa dikerjakan dari mana pun, entah di rumah, kafe, atau kantor yang mobile. Generasi Milenial sangat mahir dalam teknologi, karena lahir pada saat TV berwarna, handphone dan internet sudah ada, dan tentu mempunyai beberapa kebiasaan dan karakter tersendiri dari generasi sebelumnya.
Ternyata bukan hanya cara berkomunikasi kita yang sudah mulai berubah online, dunia pendidikan juga iya. Sesuai namanya, kuliah online ini dijalankan 90% melalui internet dan 10% tatap muka. Seperti inovasi yang lain, awalnya kuliah online itu diragukan. Namun seiring dengan kebutuhan, kuliah online sangat diminati.
Perkembangan teknologi mengubah wajah perkuliahan menjadi kuliah daring. Semakin banyak anak lulusan SMA yang kuliah di kampus yang mengedepankan pendidikan jarak jauh (PJJ).
Kuliah online adalah kuliah tanpa harus menghadiri kelas di kampus. Kita bisa mengakses pelajaran dan mendapat materi melalui teleconference. Mahasiswa juga bisa berinteraksi dan berdiskusi dengan mahasiswa lain melalui forum. Setelah menyelesaikan semua pelajaran, mahasiswa akan mendapatkan gelar S1 atau S2 sesuai program yang dipilih.
Perkuliahan berbasis daring (online) makin diminati sejumlah perguruan tinggi sebagai respons kemajuan teknologi digital saat ini. Namun, pemerintah perlu mengimbangi seperti dengan menyiapkan regulasi dan anggaran yang memadai agar tercipta pendidikan daring yang berkualitas.
Dalam perkembangannya, perkuliahan daring cepat tumbuh karena dinilai menjadi jawaban atas perlunya pendidikan yang inklusif di Indonesia. Dengan tanpa harus bertatap muka di ruangan kelas, model perkuliahan jarak jauh ini lebih fleksibel baik soal tempat, waktu, dan biaya.
Pemerintah pun telah menyiapkan perkembangan perkuliahan berbasis digital ini. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menjelaskan, kuliah yang berbasis digital nantinya akan mengubah rasio dosen dan mahasiswa. Jika saat ini rasio pada jurusan eksakta 1:20 dan jurusan sosial 1:30, ke depan rasio menjadi tak terbatas lagi. Pihaknya menilai pendidikan berbasis daring tak bisa dihindari. Yang terpenting adalah menciptakan lulusan (output) tetap berkualitas dan kredibel.
Pembelajaran daring ini menjadi bagian keterbukaan. Hal ini beralasan sebab ada mata kuliah yang bisa diakses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Era Revolusi Industri 4.0 saat ini adalah momen untuk berbagi ilmu dari perguruan tinggi terbaik Indonesia ke seluruh kampus sehingga kualitas pendidikan pun akan meningkat.
Masoem University terus mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam proses perkuliahan sehingga terus mengikuti perkembangan zaman. Bagi para milenial, kampus Masoem bisa menjadi salah satu pilihan tempat kuliah yang accessible serta mendukung para milenial dalam menjembatani dunia akademis dan dunia kerja.





