Ihsan: Mahasiswa Difabel Pendobrak Batas Fisik, Meniti Karier Cemerlang dari Universitas Ma’soem hingga PT KAI

Dalam Gedung stasiun kereta api yang sibuk dan deru mesin yang tak pernah berhenti, ada sebuah cerita tentang keteguhan hati yang mengalahkan keterbatasan. Ini adalah kisah Ihsan Jatnika, seorang pemuda yang membuktikan bahwa seorang yang memiliki keterbatasan fisik hanyalah sebuah keadaan, bukan sebuah akhir dari perjalanan mimpi. Sebagai mahasiswa difabel yang menempuh pendidikan di Kelas Karyawan Jurusan Manajemen Bisnis Universitas Ma’soem, Ihsan kini berdiri tegak dengan karier membanggakan sebagai staf Akunting di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Keterbatasan Bukan Penghalang, Melainkan Kekuatan

Menjadi seorang difabel di dunia profesional yang kompetitif tentu bukan perkara mudah. Ihsan seringkali harus berhadapan dengan pandangan skeptis. Namun, bagi Ihsan, setiap keraguan yang dilemparkan kepadanya justru menjadi bahan bakar untuk membuktikan kualitas diri. Ia percaya bahwa dalam dunia akuntansi dan manajemen, ketelitian otak dan integritas hati jauh lebih krusial daripada kesempurnaan fisik.

Perjalanannya menuju PT KAI tidak didapatkan dengan instan. Ia harus melewati serangkaian proses seleksi yang setara dengan pelamar non-difabel lainnya. Kemampuannya dalam mengelola angka dan ketajaman analisis bisnisnya membuat ia berhasil menempati posisi strategis di salah satu BUMN terbesar di Indonesia tersebut.

“Bagi saya, menjadi difabel adalah pengingat bahwa Tuhan memberikan kelebihan di tempat lain. Dunia tidak akan berhenti hanya karena kita diam meratapi kekurangan. Jika pintu di depan kita tertutup karena keterbatasan kita, maka tugas kita adalah mencari jendela atau membangun pintu baru untuk melewatinya,” ujar Ihsan dengan penuh keyakinan.

Pilihan Cerdas: Kelas Karyawan Manajemen Bisnis Universitas Ma’soem

Kesibukannya sebagai staf akunting di PT KAI tidak membuat Ihsan berpuas diri secara akademis. Ia menyadari bahwa untuk naik ke jenjang karir yang lebih tinggi, ia memerlukan bekal manajerial yang solid. Pilihannya jatuh pada Kelas Karyawan Jurusan Manajemen Bisnis Universitas Ma’soem.

Ada beberapa alasan mengapa lingkungan Universitas Ma’soem menjadi tempat yang tepat bagi seorang pejuang karir seperti Ihsan:

  1. Fleksibilitas Waktu: Program kelas karyawan memungkinkan Ihsan tetap produktif di PT KAI pada siang hari dan mengasah ilmu manajemen pada waktu yang telah disesuaikan.
  2. Kurikulum Inklusif & Adaptif: Universitas Ma’soem memberikan ruang yang setara bagi setiap mahasiswa. Di sini, Ihsan merasa dihargai bukan karena dia berbeda, melainkan karena kapasitas intelektualnya.
  3. Fasilitas Ramah Difabel: Lingkungan kampus yang mendukung mobilitas dan kenyamanan belajar bagi semua kalangan sangat membantu Ihsan dalam menyerap ilmu dengan optimal.
  4. Kurikulum Manajemen Konvensional dan Syariah: Budaya kampus yang dibangun di jurusan manajemen bisnis syariah dibentuk tidak hanya untuk menjadi cerdas secara akadaemik saja, namun juga menanamkan nilai etika keislaman

Di jurusan Manajemen Bisnis, Ihsan mempelajari bagaimana mensinergikan Teori Manajemen dan Praktik Akuntansi dan melihat bagaimana sebuah organisasi dikelola secara sistematis. Ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah Universitas Ma’soem langsung ia terapkan dalam pekerjaannya di PT KAI. Pemahaman tentang manajemen keuangan, etika bisnis, dan perilaku organisasi membuatnya menjadi staf akunting yang tidak hanya mahir menghitung saldo, tetapi juga memahami gambaran besar strategi perusahaan.

Ihsan adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman yang dijunjung oleh Universitas Ma’soem—seperti kerja keras, kejujuran, dan kegigihan—adalah kunci utama sukses di dunia kerja. Ia membuktikan bahwa kampus yang memiliki nilai spiritual kuat mampu melahirkan lulusan yang tangguh menghadapi disrupsi zaman.

Menginspirasi Generasi Muda: Cita-Cita Tidak Mengenal Batas

Kisah hidup Ihsan adalah pengingat bagi kita semua, terutama bagi rekan-rekan difabel lainnya yang mungkin masih merasa ragu untuk melangkah. Kesuksesannya menjadi staf di PT KAI sambil menempuh studi di Universitas Ma’soem adalah pesan kuat bahwa nasib seseorang tidak ditentukan oleh kondisi lahiriah, melainkan oleh seberapa besar usaha dan doa yang dipanjatkan.

Kisah ini juga menjadi tamparan lembut bagi mereka yang memiliki fisik sempurna namun seringkali menyerah pada tantangan kecil. Ihsan telah menunjukkan bahwa dengan kemauan yang keras, keterbatasan justru bisa menjadi keunikan yang membedakan kita di tengah kerumunan.

Kesimpulan: Wujudkan Mimpi Bersama Universitas Ma’soem

Langkah Ihsan sebagai mahasiswa difabel yang berprestasi masih panjang. Dengan gelar sarjana di bidang manajemen yang sebentar lagi akan ia raih dari Universitas Ma’soem, ia siap melompat lebih tinggi lagi dalam karirnya di PT KAI.

Bagi kalian yang memiliki mimpi besar namun terhalang oleh waktu pekerjaan atau merasa memiliki keterbatasan, Jurusan Manajemen Bisnis Universitas Ma’soem adalah mitra terbaik untuk bertumbuh. Seperti Ihsan, kalian juga bisa menjadi sukses di bidang yang kalian minati. Jangan biarkan kekurangan mendikte masa depan Kalian. Daftarkan diri Kalian sekarang, dan mari bangun karir cemerlang yang berintegritas dan beretika.

Tiktok Logo

Kami Sedang Live di Tiktok

► Tonton Sekarang