Afd9d0641d4dfa13

Bagaimana Tips Menjadi Penulis Produktif?

Bagaimanakah cara agar kita bisa terus produktif dalam menulis. Menulis menjadi salah satu kegiatan mengasikan bagi beberapa orang. Namun, ada beberapa orang yang memiliki keinginan untuk terus menulis, akan tetapi sering menemui berbagai hambatan, seperti rasa malas, tidak ada inspirasi, atau waktu luang yang kurang. Produktif dalam menulis adalah kondisi ketika kita bisa menghasilkan karya tulis dalam kurun waktu tertentu. Sesuai dengan target awal yang kita tetapkan.

Contohnya seperti, menghasilkan karya tulis setiap hari, dua hari sekali, satu minggu sekali dan masih banyak target-target pribadi lainnya. Sebab dengan produktif menulis akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Seperti kita memiliki berbagai macam karya seperti, artikel, skripsi, makalah, jurnal, esai, pusi, cerpen, bahkan buku. Yang mana seluruh karya tulis itu bisa menjadi portofolio kita dan tentu akan sangat bermanfaat bagi kita selaku penulis.

Ketika kita menulis, yang diperjuangkan bukan hanya adanya tinta, kertas, laptop atau referensi, akan tetapi semangat yang mesti tetrus berkobar, supaya tulisan kita cepat beres dengan hasil yang memuaskan.

Adapun supaya kita tetap produktif menghasilkan karya tulis yang ciamik, ada beberapa tips untuk menjadi penulis produktif. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Perbanyak Membaca Buku

Membaca adalah proses mentrasformasikan ide berupa tulisan menjadi gagasan yang dipahami. Adapun menulis adalah proses mengubah gagasan menjadi teks yang bisa dipahami gagasannya. Proses menulis dan membaca adalah dua hal yang saling bertaut. Salah satu problem yang dialami penulis tidak produktif adalah miskinnya ide gagasan untuk ditulis. Problem ini timbul karena penulis itu jarang membaca buku sehingga penulis kekurangan bahan gagasan untuk ditulis.

Buku ibarat bahan bakar bagi setiap penulis. Ketika penulis merasa tidak memiliki gagasan, hal yang mesti dilakukan adalah membaca buku. Membaca adalah recharge daya kreatif bagi seorang penulis.

Menulislah Setiap Hari

Menulislah setiap hari, supaya kita menjadi terbiasa dalam proses mengolah gagasan menjadi diksi-diksi yang memikat pembaca. Dengan membiasakan menulis setiap hari otak kita akan terus berupaya menemukan dan mengolah diksi dari apa yang kita pikirkan.

Jangan lupa untuk memfokuskan tujuan ketika menulis. Contohnya, yaitu dengan membuat sebuah goal serta berkomitmen kepada diri sendiri, untuk membuat tulisan minimal 200 kata atau satu lembar setiap hari. Dengan cara ini, kita sebagai penulis akan terlatih mengolah gagasan menjadi tulisan sehingga proses menulis kita semakin efektif.

Jangan Sering Mengedit Ketika Menulis

Banyak sekali orang yang tidak bisa menyelesaikan tulisannya. Hal ini disebabkan si penulis menulis dan mengedit dalam waktu bersamaan. Melakukan kedua hal tersebut dalam satu waktu, tentu akan menghambat proses kreatif serta memperlambat transformasi gagasan yang masih tersimpan di kepala. Sehingga gagasan yang akan kita tulis pada kalimat, paragraph, atau halaman selanjutnya menjadi hilang ditelan lupa.

Alangkah baiknya untuk menulis semua yang terlintas di pikiran kita lebih dulu, lalu setelah itu lakukan proses editing ketika tulisannya benar-bener selesai. Sehingga kita tetap fokus mentransformasikan seluruh gagasan yang ada di kepala kita menjadi tulisan.

Jangan Terdistraksi

Ketika ingin menulis, kadang ada saja hal yang membuat fokus kita teralihkan. Kita sering terdistrak oleh hal-hal yang ada di sekeliling kita. Salah satu hal yang sering mengalihkan fokus kita ketika menulis adalah smartphone, kebiasaan kita untuk scrolling timeline sosial media menjadi salah satu penghambat produktivitas kita dalam menulis.

Untuk mengatasinya, jauhkanlah gawai dari jangkauan kita jika memang tidak diperlukan sama sekali. Atau pilih mode silent agar fokus kita tidak terganngu.

Menulis seolah berbicara

Metode lain ketika kita menemui problem untuk menuliskan apa yang kita pikirkan, jangan langsung berhenti menulis. Cobalah untuk menuliskan gagasan yang kita pikirkan seolah-olah kita sedang berbicara kepada seseorang.

Setelah selesai menuliskannya, kamu bisa membacanya kembali, dan mulai mengubahnya dari bahasa lisan ke bahasa tulisan. Setelah tulisan selesai, jobalah telaah dan pahami Kembali, lalu lakukanlah proses editing dari bahasa lisan menjadi bahasa tulisan.