Organisasi merupakan sekumpulan dua orang atau lebih yang berada dalam sebuah wadah tertentu yang memiliki goal / tujuan yang sama. Dalam konteks berorientasi profit / keuntungan serta sudah terdaftar secara lgal maka sebuah organisasi bisa disebut dengan perusahaan. Pada umumnya perusahaan yang berorientasi profit disebut “perusahaan bisnis” dimana mereka menawarkan sesuatu kepada calon konsumennya.
Pengertian bisnis sendiri merupakan aktivitas tertentu yang dilakukan oleh 1 orang atau lebih dimana mereka menyediakan barang dan atau jasa dengan tujuan untuk mendaptakan profit / keuntungan. Dilihat dari sisi jumlahnya, maka sebuah aktivitas bisnis bisa dibagi menjadi 2 bagian yaitu bisnis kecil-kecilan dalam bidang barang / jasa (biasanya dilakukan tidak sampai 10 orang) dan bisnis besar yang kita kenal dengan perusahaan (beranggotakan puluhan hingga ribuan orang) seperti pabrik, mall, hotel dan lain-lain.
Pada umumnya untuk menjalankan segala aktivitas bisnisnya tersebut, seorang / perusahaan harus mampu mengkombinasikan minimal empat sumber daya yang dikenal juga dengan 4M, yaitu ; Money (Modal), Bahan baku (Material), Man (Sumber Daya Manusia) dan Machine (Mesin / Peralatan Lainnya). Sedangkan di era revolusi industry 4.0 seperti saat ini terdapat sumber daya yang sangat vital yaitu Sumber Daya Infromasi dimana hampir segala aktivitas bisnis sangat bergantung kepada internet / platform digital.
Perusahaan yang bonafit biasanya memiliki kredibilitas kinerja yang baik sesuai dengan fungsi dan kontribusi perusahaan tersebut bagi masyarakat di suatu wilayah maupun bagi negara yang disebut dengan “key result area”, dimana cakupannya meliputi:
- Market Standing : Perusahaan yang bonafit akan terlihat dari seberapa besar mereka mampu menguasasi pasar dan menunjukkan keunggulan dibandingkan kompetitornya.
- Innovation : Menurut Drukker terdapat 2 jenis inovasi pada setiap jenis bisnis ; (1) inovasi produk atau jasa ; (2) inovasi berbagai keahlian dan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk produk dan jasa. Inovasi berkaitan dengan penciptaan nilai (value creation) pada suatu produk.
- Physical and Financial Resources : Kasus ini berlaku untuk pabrik / perusahaan manufaktur dimana mereka mampu mendapatkan material / bahan baku secara kontinyu dan merubahnya menjadi sebuah produk dengan harga yang kompetitif
- Manager Performance and Development : Perusahaan yang bonafit tentu saja harus memiliki jenjang karir yang jelas dan merata untuk semua SDM-nya. Manajer yang baik di sebuah perusahaan tentu saja harsu memiliki skill khusus yang mumpuni dan mampu memimpin timnya serta selalu di-upgrade melalui program training development sesuai dengan tuntutan zaman.
- Worker performance and attitude : Karyawan terbaik tidak hanya dilihat dari kemapuannya dalam menyelesaikan pekerjaan, namun juga dari sikap dan perilakunya di berinteraksi dengan orang lain. Namun sikap tersebut juga bisa menjadi cerminan dari kepuasan / ketidakpuasan mereka terhadap perusahaan. Maka dari itu harus dilakukan system reward-punishment -punishment yang adil dan konsisten.
- Public Responsibility : Saat ini perusahaan yang besar dituntut untuk memiliki sebuah program yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang dikenal dengan istilah customer social responsibility (CSR) dengan tujuan bukan semata-mata mencari profit. Betuknya bisa bermacam macam dari mulai event bertemakan bakti sosial ataupun barang tertentu yang bisa dipakai oleh masyarakat umum secara gratis. Namun perusahaan tetap bisa “mempromosikan” produk atau jasanya secara tidak langsung dengan memberikan identitas / merek dagangnya





