Interpersonal skill atau sederhananya lebih dikenal sebagai kemampuan untuk berhubungan secara personal menjadi hal yang penting untuk dikuasai. Apalagi di era digital seperti sekarang, di mana kita semakin terkoneksi antara satu dengan yang lain. Beberapa sektor kehidupan sekarang sudah menerapkan sistem mobile dalam setiap hal.
Tentu kemampuan interpersonal harus terus diasah dan ditingkatkan. Dengan mempunyai interpersonal skill, kita bisa berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang di lingkungan kita, baik itu rekan kerja, keluarga, anggota organisasi, dan client.
Di berbagai aspek kehidupan, interpersonal skill sangat berpengaruh, terutama pada aspek karier kita. Oleh karena itu, meningkatkan interpersonal skill adalah keharusan agar kita tetap bisa terhubung dengan baik dengan, rekan kerja, client, keluarga, teman dan lainnya.
Adapun tips untuk meningkatkan Interpersonal Skill yang tentunya dapat dilatih adalah sebagai berikut:
1. Memelihara Attitude
Yang pertama harus dilatih untuk meningkatkan Interpersonal Skill adalah membiasakan attitude selalu baik dimana pun, kapan pun dan kondisi apapun. Yang paling basic dari attitude adalah cara kita berkomunikasi. Kedewasaan berinteraksi, terutama dalam menyesuaikan cara kita berkomunikasi dengan siapapun, seperti dengan orang tua, teman, rekan kerja, bos dan yang lain adalah hal yang diperlukan untuk mengasah interpersonal skill kita.
Salah satu cara untuk mengasah aspek etis kita dalam berkomunikasi adalah selalu bersikap ramah dan tersenyum kepada siapapun itu. Selain bersikap ramah, biasakan untuk selalu berempati ketika orang berbicara sesuatu kepada kita, dengan cara mendengarkannya dengan baik tanpa sibuk sendiri dengan smartphone.
2. Tingkatkan Skill Komunikasi
Kemampuan lain yang harus diasah adalah, skill komunikasi. Kemampuan ini berfokus pada bagaimana kita menyampaikan pesan dengan efektif tanpa menimbulkan miskomunikasi. Cara untuk meningkatkan skill komunikasi salah satunya adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik, tentunya kita mampu memahami lawan bicara, dan tentunya kita bisa menyampaikan pesan komunikasi sesuai dengan konteks pembicaraan, sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
Beberapa jenis komunikasi yang bisa dilatih adalah komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi non verbal meliputi intonasi suara, gesture tubuh, gerak mata, pakaian, serta bahasa tubuh lainnya. Beberapa aspek non verbal itu harus dikuasai untuk mendampingi skill komunikasi verbal. Komunikasi verbal tentunya harus ditopang dengan keterampilan non verbal, supaya setiap pesan komunikasi yang kita sampaikan bisa efektif dimengerti oleh siapapun lawan bicaranya.
3. Bersosialisasi
Orang yang terlalu fokus pada dirinya sendiri akan cenderung menghindari kegiatan sosialisasi. Tentunya, sikap seperti ini akan berdampak buruk. Sebab, dalam perspektif sosiologi, manusia adalah makhluk yang tidak mampu hidup sendiri. Segala sesuatu di dunia ini jika dikerjakan bersama maka akan lebih mudah dan tentu hasilnya lebih bagus. Jika kita tidak mampu bersosialisasi tentu kita tidak akan kesulitan dalam melakukan hubungan personal dengan rekan kerja, teman atau keluarga dalam mengerjakan sesuatu atau dalam pemecahan masalah.
Untuk meningkatkan skill sosialisasi, kita dapat mencari informasi mengenai apa yang sedang terjadi di kehidupan masyarakat. Mulai dari isu publik yang beredar, trend, berita terbaru, serta perkembangan budaya. Untuk mengasah skill sosialisasi tentu kita harus memahami beberapa hal di atas sebagai bekal pertimbangan bagaimana kita harus berperilaku di lingkungan kita. Tentu memampuan sosialisasi sangat penting untuk meningkatkan interpersonal skill agar kita mampu memiliki pembacaan terhadap konteks sosial budaya kekinian. Sehingga kita mampu bersosialisasi tanpa menimbulkan konflik dengan siapapun.





