B82fa1535fc77b53

Beberapa Perbedaan Translation dan Interpretation

Deskripsi: Interpretation dan terjemahan adalah dua disiplin linguistik yang terkait erat. Namun jarang dilakukan oleh orang yang sama. Perbedaan dalam keterampilan, pelatihan, bakat, dan bahkan pengetahuan bahasa begitu besar sehingga hanya sedikit orang yang dapat melakukan keduanya dengan sukses pada tingkat profesional.

===

Sekilas, perbedaan antara menafsir (interpretation) dan menerjemahkan (translation) hanya berbeda pada medianya: interpreter menerjemahkan secara lisan, sedangkan translator menerjemahkan teks tertulis. Baik penafsiran dan terjemahan mengandalkan kemampuan pada ranah bahasa dan pengetahuan mendalam tentang lebih dari satu bahasa. Meskipun istilah-istilah tersebut sering dikutip secara bergantian, memahami perbedaan antara bidang linguistik yang terkait erat ini sangat penting saat memilih layanan yang dibutuhkan. Dua istilah tersebut kadang sering membingungkan saat seseorang (klien) mencari jasa terjemahan professional, karena aka nada dua pilihan penerjemah dan interpreter. Perbedaan antara menerjemahkan dan menafsirkan mengacu pada perbedaan dalam cara bahasa diterjemahkan.

Perbedaan antara penerjemah dan interpreter adalah bahwa meskipun kedua profesi membutuhkan keterampilan yang tinggi dan tingkat ahli dalam setidaknya dua bahasa, terjemahan adalah transfer tulisan dari satu bahasa ke bahasa lain, sementara interpreter memproses bahasa lisan yang lebih direktif.

Baik penerjemahan maupun interpretasi membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, dan meskipun keduanya mungkin agak mirip, kedua jenis pekerjaan tersebut membutuhkan teknik yang sangat berbeda dalam praktiknya.

Perbedaan keterampilan bisa dibilang lebih besar dari pada kesamaannya. Keterampilan utama penerjemah adalah kemampuan untuk memahami bahasa sumber dan budaya negara asal teks, kemudian menggunakan perpustakaan kamus dan bahan referensi yang baik, untuk menerjemahkan materi tersebut dengan jelas dan akurat ke dalam bahasa target. Dengan kata lain, meskipun keterampilan linguistik dan budaya masih kritis, ciri terpenting seorang penerjemah yang baik adalah kemampuan menulis dengan baik dalam bahasa target.

Bahkan seseorang dengan kemampuan dwibahasa jarang dapat mengekspresikan diri mereka sendiri dalam satu kajian tertentu dengan sama baiknya dalam kedua bahasa, dan banyak penerjemah hebat tidak sepenuhnya bilingual sejak awal. Dengan adanya batasan ini, penerjemah yang baik hanya akan menerjemahkan dokumen ke dalam bahasa aslinya.

Seorang juru Bahasa (interpreter), di sisi lain, harus bisa menerjemahkan di kedua arah saat itu juga, tanpa menggunakan kamus atau bahan referensi tambahan lainnya. Penerjemah tipe lisan ini harus memiliki kemampuan mendengarkan yang luar biasa, terutama untuk penerjemahan simultan. Penerjemah simultan perlu memproses dan menghafal kata-kata yang diucapkan pembicara bahasa sumber sekarang, sementara secara bersamaan mengeluarkan dalam bahasa target terjemahan kata-kata yang diucapkan pembicara 5-10 detik yang lalu. Penerjemah juga harus memiliki keterampilan berbicara di depan umum yang sangat baik dan kapasitas intelektual untuk segera mengubah idiom, bahasa sehari-hari, dan referensi khusus budaya lainnya menjadi pernyataan analog yang akan dipahami audiens target.

Dari penjelasan tersebut, diketahui bahwa perbedaan antara menerjemahkan dan menafsirkan (interpreting) diliat dari media dan metode menerjemahkannya. Meskipun juru bahasa dan penerjemah memiliki kompetensi yang sama, penyedia layanan bahasa dapat menghubungkan kebutuhan dengan profesional dengan keterampilan dan pengetahuan yang sempurna untuk setiap pekerjaan.