Sayur dan lauk pauk sebagai bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak akan pernah ada akhirnya. Setiap hari masyarakat mencari bahan pangan untuk melangsungkan kehidupan. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi pengusaha sayur untuk menyediakan stok bahan pangan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya perkembangan teknologi, usaha jualan sayur rumahan bisa menjadi daya tarik yang memudahkan pembeli melakukan transaksi. Sistemasi yang diterapkan dengan menggunakan software untuk menghitung harga sayur secara digital memudahkan pembeli untuk memilih sendiri seberapa banyak bahan pangan yang akan dibeli. Kalkulasi yang disetting dalam satuan kilogram atau ons memberikan kemudahan kepada pembeli itu sendiri.
Warung sayur rumahan bisa dirintis melalui langkah demi langkah. Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey lapangan untuk mengetahui supplier sayur yang tepat. Survey ini bisa dilakukan di pasar induk ataupun lahan pertanian atau perkebunan dengan berkolaborasi bersama para petani. Dengan mengetahui supplier yang tepat, penjual bisa menyediakan barang dengan modal yang lebih ringan.
Strategi penjualan lainnya yang menarik minat pembeli adalah dengan menerapkan sistem one stop shopping layaknya supermarket besar. Pengusaha sayur berusaha menyediakan produk jualnya secara lengkap. Dengan menggunakan sistem one stop shopping maka pembeli akan merasa dimudahkan karena bisa mendapatkan bahan pangan di satu tempat saja. Hal inilah yang menjadi kunci daya tarik pembeli untuk datang ke warung sayur kita.
Selain itu, untuk meminimalisasi jumlah kerugian dari sayur yang sudah tidak layak supply maka pengusaha sayur bisa memutar otak dengan kreativitasnya. Pengusaha sayur bisa menciptakan divisi kreatif dan produksi yang kegiatannya adalah mengolah sayur-sayur tidak layak supply untuk diolah menjadi makanan siap saji dan dijual kepada target market yang tepat, yaitu mereka yang memiliki kesibukan padat sehingga tidak sempat memasak.
Tentunya, dalam merintis bisnis diperlukan tahapan yang disertai kesabaran. Terapkan pola pikir yang menghargai setiap proses bisnis dan hindarkan dari pola berpikir serba instan. Nikmati kerja keras di setiap tahapannya. Jika sudah berkembang, maka perluas daya jangkau bisnis tersebut dengan berani membuka cabang usaha di tempat lain.
Pengusaha sayur dengan sistemasi digital di kala pandemi saat ini akan menggunakan pemasaran yang lebih kreatif yakni menerapkan sistem delivery order dan pemesanan online. Selain untuk memutus mata rantai penyebaran covid juga bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat yang terdampak pandemi.





