
Dalam penyusunan skripsi di Fakultas Komputer (FKOM) Ma’soem University, ketelitian dalam format penulisan bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan karakter Disiplin mahasiswa terhadap pedoman karya tulis ilmiah. Salah satu detail yang sering menjadi sasaran revisi dosen pembimbing adalah pengaturan spasi pada kutipan.
Perbedaan spasi antara kutipan panjang dan kutipan pendek bertujuan untuk memberikan penanda visual bagi pembaca agar bisa membedakan mana argumen murni penulis dan mana data yang diambil dari referensi.
1. Kutipan Pendek (Spasi 2)
Kutipan pendek adalah kutipan yang panjangnya tidak lebih dari 4 baris atau kurang dari 40 kata. Karena ukurannya yang ringkas, kutipan ini dianggap sebagai bagian integral dari narasi paragraf yang sedang kamu susun.
- Format Spasi: Mengikuti spasi teks utama, yaitu spasi 2 (double spacing).
- Integrasi: Penulisannya langsung menyatu dalam paragraf (tidak dibuat blok terpisah).
- Tanda Baca: Wajib diapit oleh tanda petik ganda (“…”).
- Contoh: > Menurut Alwan (2026), “Integrasi sistem informasi yang baik harus mengutamakan integritas data pada level TPS.” Hal ini menunjukkan bahwa…
2. Kutipan Panjang (Spasi 1)
Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri dari lebih dari 4 baris atau 40 kata ke atas. Di FKOM, kutipan ini harus dipisahkan dari teks utama untuk menonjolkan bahwa informasi tersebut adalah data rujukan yang mendalam.
- Format Spasi: Menggunakan spasi 1 (single spacing).
- Bentuk Fisik: Dibuat dalam blok tersendiri (paragraf terpisah).
- Indentasi: Seluruh blok kutipan menjorok masuk ke kanan (sekitar 1,27 cm atau 1 tab dari margin kiri).
- Tanda Baca: Tidak menggunakan tanda petik ganda di awal dan akhir, karena format blok sudah cukup menandakan bahwa itu adalah kutipan.
- Contoh visual:
Perbandingan Cepat Format Kutipan
Agar kamu tidak keliru saat melakukan layouting di Microsoft Word, berikut adalah tabel ringkasan perbedaannya:
| Komponen | Kutipan Pendek | Kutipan Panjang |
| Panjang Teks | $\leq 4$ Baris | $> 4$ Baris |
| Spasi Baris | 2 (Sama dengan teks) | 1 (Single) |
| Posisi | Masuk dalam paragraf | Blok terpisah (Menjorok) |
| Tanda Petik | Wajib Ada (“…”) | Tidak Perlu |
| Ukuran Font | 12 pt (Sama) | 12 pt (Kadang disarankan 11 pt*) |
*Catatan: Cek kembali buku pedoman terbaru MU, beberapa dosen menyarankan font kutipan panjang turun 1 tingkat menjadi 11 pt agar lebih kontras.
Rahasia ‘Sat-Set’ Mengatur Format di Word
Mahasiswa FKOM yang jago teknologi seharusnya tidak mengatur spasi ini secara manual di setiap halaman. Gunakan fitur Styles di Microsoft Word agar laporanmu tetap konsisten dari Bab 1 sampai Bab 5.
- Buat Style Baru: Beri nama “Kutipan Panjang”.
- Atur Paragraph: Set Line Spacing ke Single, dan Indentation Left ke 1.27 cm.
- Terapkan: Setiap kali kamu menemukan kutipan lebih dari 4 baris, cukup blok teksnya dan klik Style tersebut. Otomatis rapi!
Menjaga Karakter Amanah dalam Pengutipan
Mengatur spasi dengan benar adalah bentuk penghormatan kepada sumber referensi. Karakter Amanah mahasiswa MU diuji di sini: jangan sampai karena malas mengatur format, kutipan panjang malah dimasukkan ke kutipan pendek dengan cara menghapus bagian-bagian penting (cherry picking) hanya agar masuk dalam spasi 2.
Ingat, jika kamu melakukan parafrase pada kutipan tersebut, maka statusnya bukan lagi kutipan langsung. Kamu bisa menggunakan spasi 2, namun wajib mencantumkan sumber sitasi dengan benar menggunakan alat bantu seperti Zotero atau Mendeley.
Dengan memahami rahasia spasi ini, laporan skripsimu akan terlihat jauh lebih profesional, terstruktur, dan tentu saja meminimalkan coretan revisi dari dosen saat bimbingan di kampus Jatinangor.





