30879ced3e1ccc8b

Cognitive Flexibility Sebagai Solusi Stress Menghadapi Revolusi 4.0

Revolusi industri di era 4.0 adalah sebuah kondisi pada abad ke-21 dengan semua perubahan besar pada seluruh sektor melalui perpaduan teknologi yang semakin canggih. Revolusi industri era 4.0 ditandai dengan adanya artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang diciptakan oleh manusia dalam rangka memudahkan pekerjaan dan menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas. Seluruh sektor dalam kehidupan di era 4.0 ini bertransformasi dan memunculkan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh generasi saat ini.

Transformasi besar-besaran dalam seluruh sektor kehidupan menuntut manusia untuk meningkatkan keterampilannya supaya tidak tergeser oleh kecerdasan teknologi yang mampu menggantikan peran manusia dalam bekerja. Transformasi ini bisa menjadi salah satu stressor pada manusia yang dituntut untuk beradaptasi dengan  kemampuan yang semakin tinggi pada abad ini. Daya beradaptasi yang harus dilakukan oleh manusia membutuhkan sebuah kerangka dasar berpikir yang luwes atau flexibel serta mampu menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, manusia perlu menerapkan teori Cognitive Flexibility dalam menghadapi disrupsi di era 4.0 ini.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Cognitive Flexibility ? Cognitive Flexibility adalah sebuah keterampilan mental  untuk membuka sudut pandang yang baru dalam keseluruhan situasi dan kondisi yang menuntut perubahan cepat. Dalam definisi yang lain, Cognitive Flexibility diartikan sebagai kemampuan untuk memiliki banyak perspektif dalam satu moment bersamaan, mampu memikirkan beberapa konsep yang berbeda secara bersamaan.

Terdapat dua subkategori dalam Cognitive Flexibility, yaitu Task Switching dan Cognitive Shifting. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterampilan Cognitive Flexibility adalah sebagai berikut:

1. Berikan perhatian pada pikiran

Secara sadar kita melihat sejenak pada isi pikiran yang kita miliki. Hal ini akan membuat kita memahami perspektif yang kita miliki dalam menyikapi suatu kondisi. Selanjutnya, kita bisa menganalisis apakah pemikiran kita perlu dikembangkan atau ditambahkan dengan perspektif yang lain.

2. Mempelajari hal-hal yang baru

Keterampilan yang terus ditingkatkan baik secara autodidak ataupun dengan mengikuti pelatihan resmi dari berbagai lembaga akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tuntutan pekerjaan masa kini dan mendatang.

3. Mengubah rutinitas

Ada kalanya kita sering terjebak dengan pola yang sama setiap harinya. Kemudian, kita menilai bahwa cara kerja yang kita terapkan sehari-hari adalah cara yang paling benar. Hal ini akan menghambat kita untuk membuka sudut pandang baru dan tertinggal oleh perkembangan tuntutan zaman.

4. Pola hidup yang sehat

Pola hidup yang sehat menjadi investasi saat ini dan masa depan untuk mengembangkan kemampuan diri baik secara fisik ataupun mental. Mental yang sehat diawali dengan kondisi fisik yang baik. Lakukan olah raga rutin, tidur yang cukup, dan makan yang bergizi setiap harinya untuk memberikan asupan nutrisi yang baik pada otak kita sehingga mampu berpikir dengan optimal.