Pertanian terpadu merupakan sistem pertanian yang menggabungkan peternakan, perikanan, kehutanan, dan ilmu lain yang berkaitan dengan pengolahan lahan. Pertanian terpadu mengadopsi rantai makanan antara manusia, hewan, dan tumbuhan. Biasanya, pertanian terpadu ini lebih mengedepankan pertanian yang bersifat organik sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengembangkan produktivitas lahan, program pembangunan, dan konservasi lingkungan. Pertanian terpadu juga mengedepankan konsep Zero Waste Farming karena limbah dari tanaman bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah ternak bisa dijadikan nutrisi untuk lahan.
Saat ini sudah banyak pertanian terpadu yang diterapkan oleh para petani. Contoh dari pertanian terpadu ini bisa bermacam-macam. Ada yang berkebun sayur diselingi buah-buahan lalu menciptakan ternak kelinci untuk diambil urinnya sebagai urea organik yang akan menyuburkan tanah. Ternak lainnya bisa beragam seperti kambing, ayam, sapi, dll kemudian kotoran dari hewan ternak tersebut dijadikan kompos dan pupuk organik. Selain itu, petani bisa juga memadukan dengan kolam ikan untuk memudahkan sistem irigasi dan menanam jenis bunga-bungaan sebagai perangkap hama penyakit.
Sebelum terjun ke dalam bisnis pertanian, pertama kita harus membuat konsep yang jelas terlebih dahulu disertai dengan memperluas pengetahuan tentang pertanian. Mulailah dengan konsep trial and error dari hal yang sederhana hingga nantinya bisa merambah ke hal yang lebih kompleks. Misalnya, kita bisa memulai bertani di pekarangan rumah sendiri terlebih dahulu sebelum memanfaatkan lahan yang lebih luas. Selain itu, petani harus menambah skill seperti mencangkul, menyemai, mengolah tanah, melakukan pembibitan, dsb. Yang paling penting adalah kita harus enjoy menjalaninya. Apalagi jika pada dasarnya kita sudah hobby dalam bertani.
Profesi petani bukanlah profesi yang rendah. Harusnya petani merasa bangga karena dengan bertani banyak manfaat yang didapatkan. Saat ini banyak program dari pemerintah yang menggencarkan program pertanian terutama untuk generasi muda. Bahkan saat ini pertanian sudah go internasional dan berkolaborasi dengan para petani di luar negeri seperti Korea dan Jepang.
Jangan lupa perluas komunitas pertanian agar kita bisa menambah pengalaman baik dari diri sendiri maupun orang lain. Petani harus smart dan meningkatkan kapasitasnya setiap hari untuk mengembangkan pertanian. Jangan pernah berhenti belajar dan eksperimen. Jika menemui kegagalan maka jadikanlah kegagalan tersebut sebagai ilmu dan pengalaman yang berharga untuk meneruskan kegiatan pertanian kita kedepannya.





