5846c7a90e269820

Psikologi Pendidikan dalam Ilmu dan Praksis Pendidikan

Pada hakikatnya pendidikan adalah upaya untuk membangun kualitas pribadi manusia dan karakter bangsa yang dilandasi oleh nilai-nilai agama, filsafat, psikologi, sosial budaya, dan iptek yang bermuara pada pembentukan pribadi manusia yang bermoral, berakhlak mulia, dan berbudi pekerti luhur. Secara umum, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan manusia dengan kualitas pribadi yang terintegrasi dan mengembangkan SDM yang memiliki pribadi, ilmu pengetahuan, dan profesionalisme yang tinggi.

Sebagai bagian dari ilmu pendidikan teoretis, psikologi pendidikan diartikan sebagai ilmu yang mempelajari atau meneliti perilaku individu dalam proses pendidikan. Terdapat dua aspek pokok yang perlu diperhatikan yaitu perilaku individu dan proses pendidikan. Perilaku individu adalah segala bentuk manifestasi hayati atau perwujudan kehidupan yang meliputi aspek perilaku kognisi, afeksi, konasi, atau psikomotor. Dalam makna yang sama, perilaku individu meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, dan moral spiritual. Sementara itu, proses pendidikan adalah kegiatan komunikasi yang bersifat mendidik antara pendidik dengan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Penguasaan kemampuan dalam memahami perilaku individu dalam proses pendidikan didapatkan dari proses mempelajari psikologi pendidikan. Dengan mempelajari psikologi pendidikan, pendidik akan mampu memahami bagaimana cara siswa belajar dan bagaimana cara membimbing siswa untuk belajar. Esensi dari pembelajaran adalah belajar itu sendiri. Pembelajaran adalah proses perubahan perilaku dalam adegan pendidikan atau bagaimana membelajarkan individu sebagai inti dari proses pendidikan. Agar pembelajaran berlangsung efektif, pendidik harus mengetahui tentang tiga hal, yaitu:

1. Memahami secara mendalam tentang hakikat/ konsep dari perubahan perilaku peserta didik

Perubahan perilaku yang mengarah kepada hal yang lebih baik dari sebelumnya adalah tujuan dari pendidikan itu sendiri. Akan tetapi, perubahan perilaku tidak bisa diciptakan dengan instan melainkan membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. Untuk itu, pendidik perlu paham tentang konsep perubahan perilaku peserta didik dengan segala keunikan yang dimilikinya.

2. Kriteria dan tata cara merumuskan pendidikan secara operasional

Proses pendidikan harus diuraikan secara detail dengan menghadirkan beberapa indikator keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Oleh karena itu, seyogianya pendidik perlu merumuskan proses pendidikan ke dalam kurikulum dan silabus pembelajaran yang terprogram secara sistematis.

3. Bagaimana memilih dan menyusun strategi pembelajaran yang tepat

Strategi pembelajaran yang kreatif akan membantu terlaksananya keberhasilan dalam mendidik individu. Dengan itu, pendidik perlu melatih diri untuk menambah keterampilan mengajar dan mendidik yang lebih tepat dan menarik perhatian peserta didik.

Guru sebagai pendidik yang berpartisipasi dalam proses pendidikan memiliki tugas pokok mendidik, membimbing, dan mengajar. Mendidik adalah mendorong siswa atau individu untuk mencapai perkembangan fisik, mental intelektual, sosial emosional, maupun moral dan keagamaan. Membimbing adalah membantu individu untuk menyelaraskan perkembangannya. Adapun mengajar adalah membelajarkan siswa atau peserta didik untuk memberdayakan otak, hati, raga, dan hidup bersama dengan membangun harmoni.