E03956730c017625

Contoh Kegiatan Berbisnis secara Islami

Dalam hidup bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Islam sangat menganjurkan melakukan kegiatan perdagangan dan berbisnis sebagai salah satu mata pencaharian yang tentunya sesuai dengan syariat Islam. Mencari nafkah dengan cara berbisnis juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat pada zamannya. Dalam penerapannya, beliau mengajarkan etika berbisnis secara Islam harus memiliki prinsip dasar kejujuran (Shiddiq) dan juga bersikap ta’awun dalam artian menolong orang lain atau kegiatan tolong menolong dalam hal kebaikan antar sesama umat muslim.

Tidak hanya sekedar mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, tetapi harus berorientasi pada kegiatan sosialnya. Hal yang perlu diperhatikan pula cara berbisnis yang baik dengan pesaing tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, apalagi membanding-bandingkannya. Jangan pula menggunakan trik-trik seperti berpura-pura menawar dengan harga yang tinggi agar orang lain ikut tertarik membelinya.  Lakukanlah tawar menawar secara sehat dan adil, dengan tidak banyak mengambil keuntungan.

Ada beberapa bisnis dengan syariat Islam yang perlu diketahui  dan mungkin salah satunya bisa kamu terapkan.

  1. Bisnis hijab Syar’i : Masyarakat Indonesia yang sebagian besar menganut agama Islam, merupakan salah satu faktor banyaknya konsumen dari bisnis hijab syar’I ini. Dengan syarat-syarat dan ketentuan yang sudah tertera diatas, bisnis ini merupakan bisnis yang halal dan sangat menjanjikan untuk dijalankan. Adapun yang harus diperhatikan selain menjual hijab dengan kain yang berkualitas , panjang dan ketebalannya pun harus pas dan sesuai, tidak boleh pendek dan berbahan tipis.  
  2. Pengobatan ala Nabi : Menjalankan bisnis dalam bidang kesehatan, pengobatan alternatif seperti bekam untuk mengeluarkan darah-darah kotor.  Menjual berbagai obat-obatan  herbal, madu, kurma, suplemen, bahan-bahan makanan yang disunahkan oleh Nabi.
  3. Salon Syari’ah : Membuka salon khusus muslimah sekarang ini jarang atau masih susah ditemui. Sebagian besar salon menerima konsumen muslim dan muslimah menjadikan bisnis ini bisa membuka peluang untuk kamu yang ingin mencoba memulai bisnis yang sesuai dengan  syariat Islam.
  4. Counter-counter kosmetik halal : Menjual berbagai macam kosmetik yang berbahan dasar halal. Maksudnya halal disini kosmetik dibuat dari bahan alami seperti tumbahan, air dan hewan yang diperbolehkan dan disembelih secara halal. Dan juga harus bersertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI.
  5. Kafe Syariah : Kafe yang hanya menyediakan makanan dan minuman halal. Mengutamakan kebersihan, karena kebersihan sebagian dari iman. 
  6. Perbankan Syariah : Hampir sama dengan bank konvensional, bank syariah menawarkan kemudahan bagi nasabah yang ingin menabung. Bank Syari’ah menggunakan sistem nisbah atau bagi hasil sesuai prinsip syari’ah, yang mana dengan adaya sistem bagi hasil seperti ini diharapkan lebih adil. Salah satu contoh perbankan syariah antara lain, BPRS Al Masoem, Bank Muamalat, BTN Syariah dan BRI Syariah.

Nah demikianlah beberapa contoh kegiatan berbisnis secara islami. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah adanya saling kejujuran, keterbukaan serta kepercayaan anatara penjual dan pembeli serta amanah dalam memenuhi perjanjian / akadanya. Stay Halal