Bertani di perkotaan bukanlah konsep baru – pertanian perkotaan (setidaknya) telah ada selama berabad-abad. Hal yang segar tentangnya saat ini adalah peluang yang terbuka bagi petani perkotaan dan jenis cara praktis menanam makanan untuk diri mereka sendiri, tidak peduli sifat atau ukuran rumah mereka.
Sistem Pertanian di Halaman Belakang
Konsep mengembangkan ekosistem yang berkelanjutan di dalam halaman belakang milik sendiri sangat umum di pinggiran kota. Dinamakan permakultur halaman belakang. Dengan menggabungkan tumbuhan, hewan, dan iklim mikro, penggemar permakultur halaman belakang berusaha menciptakan lingkungan yang sehat yang menyediakan tempat untuk bersantai, menikmati makanan, dan mungkin memanen makanannya.
Beternak Ayam di Halaman Belakang secara Kecil-kecilan
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi ketergantungan pada industri pertanian dan kondisi tidak manusiawi di mana banyak ayam dan hewan lain sangat dibutuhkan adalah dengan mengimpor daging ayam sendiri. Memelihara ayam di halaman belakang adalah cara umum untuk menjalankan pertanian perkotaan dengan cepat dan mudah tanpa menginvestasikan banyak uang atau memiliki lahan yang luas untuk berkebun. Telur dan daging yang didapatkan dari ayam hanya membutuhkan lahan yang relatif kecil dan perawatannya pun mudah.
Kebun Kontainer
Mungkin cara ini paling umum bagi kaum urban untuk berpartisipasi dalam berkebun. Kebun kontainer adalah cara sempurna untuk mengubah pertanian kecil menjadi beberapa ruang outdoor atau ruang berjendela. Tanpa banyak waktu atau tenaga, petani perkotaan bisa menanam banyak sayuran segar dan tanaman untuk diri mereka sendiri hanya dengan menggunakan wadah sebagai tempat menanamnya. Tidak ada rintangan hukum yang harus dilalui dan ada sumber daya dan informasi yang tersedia untuk bantuan produksinya.
Kebun Teras
Kebun teras, perpanjangan dari taman kontainer, biasanya serupa tetapi dalam skala yang jauh lebih besar. Banyak apartemen dan kondominium memiliki teras yang menghadap ke lingkungan sekitar dan memiliki akses langsung ke sinar matahari. Kebun ini bisa diubah menjadi kebun kecil yang menumbuhkan semua jenis hasil bumi. Banyak tukang kebun teras menggabungkan pot gantung dan wadah untuk menciptakan pertanian perkotaan tiga dimensi di dek mereka.
Polikultur untuk Kebun Kecil
Siapapun yang memiliki sedikit lahan untuk menanam pangan mungkin akan menggunakan polikultur sebagai cara untuk meningkatkan hasil dan keanekaragaman tanamannya. Sederhananya, polikultur adalah penggabungan tumbuhan dalam suatu kebun untuk menghasilkan beberapa tanaman (dan palawija) sekaligus. Misalnya, menanam selada di kaki tanaman jagung akan menghasilkan dua komoditi dari lahan yang sempit. Hal yang sama memungkinkan membuat kombinasi tanaman merambat di teralis dengan tanaman jenis semak di kaki teralis. Pendekatan intensif ini memberikan hasil yang tinggi untuk lahan kecil yang membutuhkan banyak tanah agar cukup menyuburkan tanamannya.
Kompos
Pengomposan dapat dilakukan hampir di mana saja dan melalui pengomposan, sebagian besar dapur dapat menghemat sampahnya lebih dari 30%. Tempat sampah kompos konvensional di luar ruangan akan membuat kebun yang penuh dengan bahan bergizi. Ada banyak pilihan dan pengomposan adalah cara paling organik dan berkelanjutan dalam mengolah tanah untuk segala jenis kebun.





