Perilaku kenakalan anak dan remaja bisa dalam banyak bentuk tindakan. Salah satu tindakan yang dampak kerugiannya terasa langsung adalah tindakan mencuri. Salah satu penyebab terjadinya tindakan mencuri tersebut adalah krisis kejujuran dan kurangnya rasa percaya anak terhadap orang lain yang barangnya ia curi. Hal ini menunjukkan keengganan anak untuk meminta izin yang disebabkan beberapa hal seperti malu, takut atau rasa ingin memiliki yang terlalu kuat dan tidak sehat.
Terdapat beberapa cara bagi orang tua menangani anak yang suka mencuri yaitu:
- Orang tua sebaiknya membicarakan dengan anaknya tersebut tentang kejujuran dan kepercayaan. Tunjukkan kepuasan anda selaku orang tua ketika anak anda berkata jujur dan mau menanggung konsekuensi atas tindakannya.
- Hindari bersikap menggurui, namun tanyakan bagaimana perasaannya jika temannya sendiri mengambil barang kesayangannya atau uang sakunya tanpa izin. Ketika ia membayangkan perasaan tidak bisa mempercayai teman atau kehilangan barangnya, ia dapat memahami kenapa mencuri adalah perbuatan yang salah
- Kadang seorang anak mencuri karena tidak sabar untuk medapatkan sesuatu atau “ditantang” temannya untuk mencuri. Buatlah ia sadar bahwa menguntil barang di toko adalah perbuatan yang ilegal dan tidak sesuai dengan nilai-nilai keluarga anda.
- Jika anda memergoki anak anda mencuri, buatlah ia mengembalikan atau membayar dengan uang sakunya sendiri (untuk mendidik mereka dalam berusaha membeli barang yang mereka inginkan). Selain itu, ia perlu meminta maaf kepada orang yang ia curi barangnya. Konsekuensi ini memberikan sebuah pesan bahwa ia tidak memperoleh keuntungan apa-apa dari mencuri dan telah menyebabkan orang lain merugi dan bersedih
- Tanamkan kembali nilai-nilai agama yang baik yang berhubungan dengan larangan mencuri tanpa harus “menakut-nakuti secara berlebihan dan hindari menggunakan gaya bahasa yang dogmatis
- Langkah terakhir jika perilaku mencuri sudah dianggap cukup parah, bawalah mereka ke tenaga profesional untuk melakukan sesi konseling. Hal ini akan membantu menggali permasalahan utama anak. Pastikan anda sebagai orang tua juga mengikuti sesi konseling ini untuk menambah informasi agar lebih akurat.





