Aa2836e1fb7e34c2

Tips Mengajarkan Tanggung Jawab Kepada Anak

Seorang anak yang sudah mulai memasuki usia remaja biasanya ingin melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa didampingi oleh orang tuanya. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena anak remaja memiliki perasaan dan keinginan untuk  lepas dari bayang-bayang orang tua dan juga ingin memiliki kebebasan yang lebih besar dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Akan tetapi untuk beberpa kasus dan bebrapa kegiatan mereka kurang yakin cara menjalaninya. Maka tips yang bisa dijalankan oleh orang tua adalah

  1. Bagilah setiap tugas menjadi Langkah demi Langkah. Misalnya, ia ingin pergi ke taman rekreasi (misalnya Dufan) dengan teman-temannya seharian. Untuk melakukannya, ia perlu mencari tiket yang termurah, mengatur transportasi,dan menentukan waktu pulang. Semua ini berarti jika perlu menggunakan kemampuan pencariannya di internet, keterampilan menelepon, mengatur anggaran, serta keterampilan bernegosiasi. Yang paling utama,ia perlu mampu membuat keputusan, mempertimbangkan pilihan, dan menentukan pilihan yang bijak.
  2. Jika ia memiliki uang saku minguan ,atau mendapatkan upah dari tugas-tugas yang ia lakukan, misalnya, ia perlu membelanjakan secara bertanggung jawab. Jangan mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dibelinya, tapi berikan saran jika anda merasa ia terlalu boros. Ia perlu belajar menghemat untuk membeli barang-barang yang ia inginkan.

Menjaga agar remaja anda yang sibuk tetap ternotivasi dengan tugas-tugas sekolah dan menjadi bertanggung jawab dapat menjadi tantangan tersendiri karena ia punya banyak kegiatan yang juga menuntut waktunya. Nongkrong bersama teman-temannya, mendengarkan musik, dan berpikir saja sudah menghabiskan banyak waktunya, sehingga belajar pun berada di urutan paling bawah daftar tugasnya

Remaja anda akan bekerja lebih efektif jika ada aturan yang jelas tentang pr, misanya, tugas-tugas sekolah harus diselesaikan tiap malam sebelum ia dieprbolehkan untuk bermain media sosial, menemui atau mengirim chat w.a. kepada teman-temannya. Doronglah ia dengan ketertarikan anda pada pelajarannya, memberinya dukungan, dan mencoba menyemangatinya. Pada saat-saat belajar yang intens, menawarkan imbalan jika ia menyelesaikan tugas dan belajar untuk ujian dapat membantunya lebih fokus terhadap pembelajarannya. Tips yang bisa orang tua lakukan adalah : 

  1. Jangan hanya memberi perhatian kepadanya disaat ia malas belajar dan mengabaikannya saat ia bekerja keras. Berikanlah ia banyak pujian untuk setiap usahanya.
  2. Menciptakan pestasi yang berjangka panjangadalah hasil dari kerja keras serta ketekunan. Jadi, pusatkan dalam memuji usahanya bukan hanya bila ia dapat ranking atau memenangkan hadiah.
  3. Jika masih terdapat kendala/masalah yang cukup parah dalam kegiatan belajarnya, maka orang tua perlu diskusi dengan guru BK di sekolahnya. Untuk beberapa kasus seorang anak perlu ditangani dengan teknik konseling yang lebih efektif dab profesional untuk dapat meningkatkan motivasi belajar nya.