Belakangan ini sedang heboh fenomena penipuan berkedok bisnis trading atau jual beli saham. Beberapa nama seperti Indra kenz, Doni Salmanan dan beberapa orang lainnya saat ini dalam pemeriksaan polisi terkait kasus penipuan. Tidak hanya itu, beberapa hari yang lalu pun heboh kasus arisan bodong di Jatinangor Sumedang dimana pelaku berhasil membawa kabur uang hingga 20 Milyar. Fenomena seperti ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti karakter masyarakat yang ingin kaya secara instan, mengikuti trend yang sedang viral hingga kurangnya pengetahuan tentang dunia trading, saham dan lain-lain.
Kebanyakan orang-orang awam, menafsirkan trading saham disamakan dengan judi. Padahal sangat jelas bahwa Judi & Saham itu BERBEDA. Harus kita ketahui bahwa judi itu yang menang hanya bandarnya. Selain itu judi juga risikonya tidak diketahui, yang dimana kita tidak tahu risiko terbesar main judi itu apa. Tahunya bagaimana? Kita mengetahui resiko terbesar judi itu ketika sudah jual motor, jual mobil, jual harta benda dan sudah ketagihan. Ya seperti itulah "sihir" kegiatan judi yang mana seseorang semakin bernafsu saat menang dan penasaran saat kalah.
Sedangkan dalam saham risikonya sudah diketahui. Saat kita membeli saham, disitu sudah ada peringatan yang dimana menyatakan bahwa ketika kita membeli saham tersebut kita akan berpeluang dan berpotensi mengalami keuntungan atau kerugian, bahkan bisa kehilangan semua nilai investasi yang kita miliki. Jadi, sebelum kita bermain saham kita sudah setuju dan sudah tahu risiko saham. Dan tanpa kita sadari, kamu sudah menandatangi peringatan tersebut saat melakukan pembukaan akun sekuritas. Sebagai Investor pada saat membeli saham juga kita sudah disarankan untuk membaca prospektus perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya.
Untuk tipikal investor / trader yang kurang sabar dan langsung membeli setelah dapat info yang setengah-setengah, ketika sudah rugi biasanya mencari kambing hitam untuk disalahkan karena membeli saham yang salah. Padahal keputusan untuk menekan tombol buy justru dilakukan oleh jempolnya sendiri. Dalam dunia saham, bukan hanya bandar saja yang menang. Di pasar saham ritel pun, trader-trader kecil pun banyak yang mendapatkan kemenangan. Sehingga probabilitas yang menang atau untung lebih besar daripada bermain judi. Dan sudah jelas bahwa trading saham adalah memperdagangkan sebuah aset (surat berharga atau saham).
Dari pemapran di atas, kita bisa mendapatkan kesimpulan yang jelas bahwa bermain judi dan bermain saham adalah dua hal yang BERBEDA. Dalam dunia judi, resikonya tidak bisa kita prediksi atau bisa dikatakan "resikonya tidak exist" sedangkan dalam dunia saham kita sudah mengetahui resiko yang akan diterima atau bisa dikatakan "resikonya exist". Sehingga untuk bisa sukses dalam bermain saham, kita harus belajar dengan giat tentang seluk beluk dunia saham serta mempelajari profil perusahaan-perusahaan yang akan kita beli sahamnya.





