Kejujuran merupakan sesuatu yang mahal di dunia ini. Salah satu sahabat Rasulullah yaitu Ali Bin Abi Thalib pernah berkata bahwa orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal yaitu rasa hormat, kepercayaan dan cinta. Namun untuk menjadi orang yang jujur bukanlah perkara mudah. Tidak banyak orang yang berani berkata dan berbuat jujur ketika hal tersebut tidak mendatangkan sebuah “benefit” bagi dirinya sehingga beberapa orang lebih memilih untuk berbohong daripada berkata jujur.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi Bohong atau Berbohong sendiri adalah Menyatakan atau mengutarakan sesuatu yang tidak benar atau yang tidak sesuai dengan fakta. Dalam ilmu Psikologi dasar kita bisa mendeteksi ciri-ciri orang berbohong seperti :
1. Menghindari kontak mata saat mengobrol
Pandangan matanya cenderung tidak fokus saat mengutarakan sesuatu atau menjawab pertanyaan. Contoh perilakunya adalah berpura-pura melihat HP atau barang-barang yang ada di sekitar orang yang mengajak bicara
2. Tubuh Berkeringat secara tiba-tiba
Saat berbohong, bagian tubuh manusia terutama kulit meresponnya dengan mengeluarkan keringat tanpa sebab eksternal seperti cuaca panas dan sebagainya
3. Wajah terlihat pucat
Selain berkeringat, bagian kulit manusia yang sedang berbohong juga bisa meresponnya dengan cara membuat wajah menjadi pucat secara tiba-tiba
4. Berbicara dengan terbata-bata
Saat berbohong, orang normal cenderung sulit berbicara lancar dan terlihat gugup. Selain itu mereka juga sulit menceritakan hal yang detail secara konsisten ketika mendapatkan pertanyaan yang tidak disangka-sangka.
Namun 4 hal tersebut bukanlah ciri-ciri mutlak sesorang sedang berbohong karena saat merasa gugup atau tidak nyaman bisa saja seseorang memunculkan ciri-ciri tadi. Selain itu untuk beberapa kasus orang yang sudah sangat ahli dan terbiasa berbohong mampu merekayasa ciri-ciri tersebut. Salah satu penyakit psikologis yang berhubungan dengan kebohongan yaitu Mythomania.
Mythomania sendiri merupakan abnormalitas psikologis manusia yang biasanya dicirikan dengan kebiasaan berbohong yang berulang-ulang serta konsisten sehingga ketika mereka melontarkan cerita cerita palsu, tidak tampak keraguan sedikitpun di wajah mereka. Hal ini disebabkan mereka secara terus menerus meyakinkan dirinya sendiri melalui perasaan, pikiran dan perilakunya hingga hal tersebut seolah-olah benar-benar terjadi. Selain berdusta secara berulang kali, seseorang yang mengalami Mythomania memiliki ciri-ciri seperti:
- Memebuat cerita yang rumit serta dramatis
- Berusaha menolak kenyataan dengan imajinasi yang bahkan bersifat fantasi
- Memposisikan diri sebagai pahlawan atau sebaliknya (korban yang benar-benar menderita)
- Pandai merekayasa cerita bahkan tidak segan memfitnah orang lain
- Terlihat depresi jika orang lain tidak menganggap serius cerita yang dilontarkan
Dari pemaparan di atas Mythomania adalah salah satu penyakit psikologis yang perlu diwaspadai karena selain dapat membahayakan kesehatan mental orang yang mengalamainya, perlaku tersebut bisa berdampak kepada kehidupan bermasyarakat. Untuk mengatasi orang-orang dengan gangguan semacam itu perlu dilakukan konseling secara intensif. Salah satu kampus swasta di Bandung yang membuka kuliah jurusan Bimbingan dan Konseling terbaik adalah Universitas Masoem. Selain diajarkan teknik-teknik konseling, para mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) nantinya akan diberikan penawaran sertifikasi keahlian seperti Hinpoterapi dan lain-lain.





