Percepatan teknologi dan informasi di era globalisasi sudah tak terelakan lagi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kondisi ekonomi (Submitted et Al., 2020). Ada beragam sektor pekerjaan yang tercipta yang belum terbayangkan sebelumnya, begitupun banyak sektor pekerjaan yang hilang digantikan oleh kecanggihan teknologi dan dapat dilakukan oleh mesin.
Word Economic Forum menerbitkan laporan yang menyebutkan bahwa tahun 2025 diprediksi 85 juta pekerjaan yang bisa tergeser oleh mesin, namun kabar baiknya juga sebanyak 97 juta sektor lapangan kerja baru akan muncul berdampingan dengan pembagian kerja antara manusia dan mesin.
Gap kompetensi pekerja dan kualifikasi yang dibutuhkan dipasat kerja masih tergolong tinggi, kini pekerja diharapkan memiliki keterampilan seperti berfikir kritis dan analisis seperti problem solving, self management; aktif learning, resilensi dan glesibitasbserta manajemen stres untuk dapat menjadi pekerja yang kompeten (Word Economic Forum, 2020)
Pendidikan tinggi sebagai tempat untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan dimasa depan, selayaknya peka terhadap isu-isu global, khususnya mempersiapkan calon lulusan agarvdaoat diserap oleh para pengguna lulusan termasuk fakultas kependidikan itu sendiri.
Saat ini kita dihadapkan pada tantangan untuk mempersiapkan lulusannya agar siap berpartisipasi dalam dunia kerja yang semakin kompleks, disamping mempersiapkan keterampilan teknis pada penguasaan academic skill sebagai basic pada disipli ilmunya. Pendidikan tinggi pun sudah sepatutnya berkonsentrasi untuk oenguasaan non tekhnical skill dengan beragam atribut skill yang dibutuhkan di dunia kerja.
Menjadi pembicara di acara tersebut, Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd., menyampaikan kepada ratusan peserta, dosend dan mahasiswa, "Ciri kehidupan abad 21, yang pertama adalah globalisasi dengan terjadinya dunia bebas dan yang kedua adalah kompetisi yang harus dihadapi dengan kompetensi yang unggul. Untuk menghadapi persaingan, diperlukan usaha dan perjuangan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, manfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadi pribadi yang unggul.
"Trend era industri 4.0, kecanggihan teknologi, intelegensi buatan dengan internet dan robot. Dalam kehidupan sehari-hari beberapa peran manusia tergantikan oleh robot, seperti bidang Pendidikan, Kesehatan komunikasi, pertanian, pertahanan, transportasi, pariwisata, ekonomi dan komunikasi. Maka bagaimana menyiapkan SDM yang berkualitas dengan proses pendidikan dan teknologi yang bisa membantu menyelesaikan tugas manusia," ungkapnya.
Lebih jauh lagi beliau menyampaikan bahwa proses pencapaian pendidikan dengan learning and innovation (critical thinking & problem solving, creativity and innovation, communication & collaboration), Digital literacy (Information literation, media literation & ICT literacy), serta career and life (flexibility & adaptability, initiative & self-direction, social & cross-cultural interaction, productivity & accountability, leadership & responsibility) menjadi sangat essential (penting) dalam pengembangan pendidikan sekarang ini.





