D57ca52397b6ec2b

Mengenal Jenis Investasi di Pasar Modal Syariah

Sekarang ini yang namanya investasi menjadi topik hangat di tengah pembicaraan masyarakat. Banyak bertebaran pilihan jenis investasi yang bisa diikuti, namun tak seluruhnya itu adalah investasi yang aman. Aman dalam arti produk investasi tersebut telah mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga semua orang berkesempatan untuk berinvestasi dengan cara yang benar. Pasar modal syariah bisa menjadi opsi yang tepat bagi orang muslim yang ingin memulai investasi dengan lebih nyaman.

Mungkin kalian bertanya kenapa ada istilah pasar modal syariah? Pada dasarnya ini kembali pada akar pasar modal itu sendiri. Dilansir dari Indonesia Stock Exchange, pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik itu surat utang (obligasi), saham, reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Karena menggunakan nama syariah, maka dalam penerapannya harus sesuai dengan hukum agama Islam. Selain itu lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut mengawasi sistem kerja di pasar modal syariah.

Jadi mungkin kalian bakal tetap menemukan istilah-istilah yang kerap digunakan dalam pasar modal seperti saham, obligasi, dan lain-lain. Hanya saja di pasar modal syariah, mekanisme transaksinya telah disesuaikan dengan prinsip syariah, pun perusahaan yang ikut bermain disana juga telah diseleksi ketat agar terhindar dari yang dilarang dalam prinsip syariah.

Lalu apa saja pilihan produk pasar modal syariah yang populer di Indonesia? Sebelum itu perlu diperhatikan kalau jenis investasi yang ditawarkan pasar modal syariah tidak memandang investor dari suku, ras dan agama tertentu. Jadi siapa saja dapat ikut berpartisipasi meramaikan perkembangan pasar modal dengan prinsip syariat Islam di Indonesia.

Saham Syariah

Secara konsep, saham syariah serupa dengan saham konvensional. Sama-sama diterbitkan oleh emiten, hanya saja saham yang diperdagangkan telah memenuhi prinsip syariah. Adapun semua saham syariah yang ada di pasar modal syariah Indonesia akan tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK setiap bulan Mei dan November. Bila ingin mencari pilihan saham syariah yang berada di bursa efek, maka carilah dalam kategori Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Obligasi Syariah (Sukuk)

Obligasi syariah tetap berbentuk sebagai surat hutang berharga jangka panjang, hanya saja dikeluarkan oleh emiten yang telah memenuhi prinsip syariah. Selain itu emiten memberikan margin bagi hasil kepada pemilik obligasi syariah serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. Pada perkembangannya, nama sukuk menjadi pengganti dari istilah obligasi syariah.

Karakteristik sukuk memiliki perbedaan dengan obligasi. Sukuk adalah bukti kepemilikan bersama atas suatu aset atau proyek alih-alih hanya berbentuk surat hutang. Jadi setiap sukuk yang terbit harus memiliki underlying asset atau aset yang dijadikan dasar penerbitan. Dalam penerbitan sukuk, aset atau proyek tersebut harus sesuai dengan prinsip syariah.

Reksadana Syariah

Sebagai salah satu jenis investasi yang sedang tinggi diminati oleh masyarakat, reksadana syariah memberikan kemudahan berinvestasi berkat dikelola oleh manajer investasi alih-alih bermain sendiri. Tugas manajemen investasi adalah menginvestasikan dana yang dikelola ke dalam perdagangan saham syariah, sukuk atau instrumen syariah lain.

Kelebihan berinvestasi melalui reksadana secara umum salah satunya mampu menjangkau pemodal kecil maupun pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlihan mengelola investasi. Dengan reksadana syariah, maka manajer investasi hanya memilih instrument investasi dan mekanisme investasi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Hal itu termasuk pada proses manajemen portofolio, screening (penyaringan), dan cleansing (pembersihan).

Itulah pilihan jenis investasi yang populer dalam pasar modal syariah Indonesia. Ilmu ini akan dipelajari lebih mendalam dalam mata kuliah pasar modal dan analisis investasi yang digagas oleh jurusan manajemen bisnis syariah (S1) di Ma’soem University. Tidak hanya seputar pasar modal saja yang didalami, tetapi juga bagaimana menganalisis sebuah investasi yang sehat ataupun tidak sehat. Ada berbagai mata kuliah lain yang mendukung mahasiswa manajemen bisnis syariah agar kedepannya siap mengabdi kepada masyarkat.