Memasuki era industri 4.0, mungkin sering terdengar di telinga kita sebutan ‘perusahaan startup’ atau ‘startup company’. Istilah ini menjadi booming karena banyak sekali inovasi baru yang mereka keluarkan untuk menjawab permasalah di masyarakat walau perusaahan tersebut masih terbilang baru. Selain itu jenis pekerjaan yang ‘IT banget’ ini membuat banyak sekali berterbaran beragam pelatihan online untuk menjawab permintaan pekerja yang tinggi di dunia startup. Jadi sebenarnya apa itu startup?
Perusahaan ‘Startup’
Mari kita mulai dari definisi nya. Jadi sebenarnya startup adalah istilah kekinian dari sebuah perusahaan yang berjalan dibawah 5 tahun alias perusahaan yang baru merintis. Maka dari itu bila diartikan secara harfiah, perusahaan startup adalah perusahaan rintisan. Namun memasuki tahun 2000an ada pergeseran makna ‘startup’ di dunia bisnis berkat industri ‘dot-com’ yang sedang naik daun.
Jadi bila dulu startup identik dengan semua bisnis yang baru berjalan, maka saat ini perusahaan startup adalah perusahaan yang baru berjalan ‘dan’ menerapkan inovasi teknologi untuk memecahkan sebuah masalah di masyarakat. Karena itu perusahaan startup memiliki sifat ‘distruptive’ yang artinya menganggu hingga merusak pasar yang sudah ada, bahkan dapat menciptakan pasar baru hingga menjadi lead market.
Kondisi tersebut sudah dicapai oleh para startup Indonesia dan negara lain. Berkat keberadaan perusahaan startup tersebut, muncul dorongan baru bagi perekonomian masyarakat dan sekaligus menciptakan perluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Apalagi pendapatan yang diraih bila bekerja di perusahaan startup cukup menggiurkan untuk berbagai posisi yang juga tergolong baru. Hanya saja dibutuhkan kualitas SDM yang mumpuni dan bersedia untuk multitasking karena beban kerja mereka yang tinggi tetapi jumlah pegawai hanya sedikit.
Lalu bagaimana mendefinisikan perusahaan yang disebut startup? Sesuai penjelasan sebelumnya, startup memilki sifat yang disruptive atau menganggu pasar yang sudah ada. Ambil contoh di dunia transportasi Indonesia, angkutan umum dan taksi sempat menjadi pemain besar di bidang tersebut. Namun berkat kehadiran startup yang berfokus pada transportasi, mereka meluncurkan layanan pemesanan transportasi via online dan berkembang sangat pesat hingga tersebar di ratusan kota. Selain itu muncul fitur-fitur baru untuk memperbesar jangkauan layanan mereka.
Mari ambil contoh lain, bila ada seseorang yang membuat perusahaan pemasok sayuran biasa, apakah bisa disebut sebagai startup? Jawabannya tidak. Karena perusahaan tersebut tidak menerapkan inovasi teknologi dalam core business nya alias masih dengan cara konvensional. Sekalipun perusahaan pemasok sayuran itu masih berumur kurang dari 5 tahun.
Untuk menjadi perusahaan startup, perusahaan pemasok sayuran tersebut perlu menyiapkan core business yang mampu menerapkan inovasi teknologi, seperti misal sebuah platform aplikasi jual beli sayuran. Keberadaan aplikasi tersebut mampu ‘menganggu’ pasar sayur pada umumnya hingga mampu mengubah peta permainan di bidang agraria. Ini terjadi akibat kemudahan yang ditawarkan bagi user atau pengguna untuk mendapatkan sayuran berkualitas langsung dari si petani.
Jadi bagaimana, sudah mengenal dengan perusahaan startup? Jadi dapat disimpulkan bahwa disebut sebagai perusahaan startup bila memiliki ciri-ciri berikut:
- Usia perusahaan masih dibawah 5 tahun
- Menggunakan inovasi teknologi sebagai basis bisnis
- Bersifat disruptive atau menganggu pasar yang sudah ada
- SDM yang siap multitaskting
Fenomena startup memang cukup potensial untuk didalami lebih lanjut. Terlebih bagi lulusan mahasiswa yang sedang mencari kerja, perusahaan startup bisa menjadi opsi yang menarik untuk dipilih. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Ma’soem University telah menyediakan mata kuliah startup business bagi mahasiswa jurusan Agribisnis S1 agar lebih paham mengenai dunia startup.
Ini diharapkan agar industri startup menjadi sebuah prospek kerja agribisnis yang baru dan memiliki nial jual lebih terhadap pemahaman akan dunia startup, baik itu bergabung dalam tim startup atau malah membuat startup agribisnis nya sendiri. Tidak hanya itu, mahasiswa jurusan Agribisnis Ma’soem University juga disiapkan untuk dapat mengabdi kepada masyarakat dalam bentuk penerapan teknologi di bidang agribisnis di bidang pertanian.





