B4349f925552ca39

Tips Memilih Rekan Kerja Kelompok

Dalam dunia pendidikan sudah hal yang lumrah seorang tenaga pengajar memberikan tugas kepada peserta didik. Tugas tersebut bisa berupa tugas individu maupun kelompok. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah kelompok belajar sehingga tenaga pengajar harus bisa bijak saat membantu siswanya membentuk kelompok belajar, tak terkecuali untuk guru bk. Terdapat beberapa Teknik Pembentukan Kelompok Belajar yang bisa dipilih oleh seorang guru BK untuk memaksimalkan potensi siswanya. Untuk membentuk kelompok belajar, ada beberapa cara atau teknik yang dapat digunakan, antara lain:

1. Teknik pembentukan secara otoriter : Pada pembentukan kelompok belajar dengan cara ini, kelompok ditentukan sedemikian rupa oleh guru atau pembimbing tanpa memperhatikan pendapat anak-anak. Dengan demikian, besar kemungkinannya kelompok itu tidak sesuai dengan kehendak anak-anak yang selanjutnya akan mengganggu keberlangsungan kelompok itu.

Keuntungan: Dengan teknik ini, kelompok belajar dapat dengan segera terbentuk. Begitu kelompok terbentuk maka kelompok belajar akan segera dapat berlangsung.

Kelemahan: Karena kelompok itu mungkin tidak sesuai dengan keinginan anak anak, hal ini akan menghambat keberlangsungan kelompok lebih lanjut dan besar kemungkinannya akan terjadinya desintegrasi dari kelompok itu.

 

2. Teknik pembentukan secara bebas : Teknik yang lain adalah dengan menyerahkan pembentukan kelompok belajar itu kepada anak-anak, sementara guru atau pembimbing tidak ikut campur tangan. Teknik ini merupakan teknik yang sebaliknya dari yang pertama.

Keuntungan:

  • Anak-anak dapat memilih teman-teman yang sungguh-sungguh cocok sehingga mereka sungguh-sungguh kompak dan diharap kan akan berlangsung dengan baik.
  • Di dalam kelompok itu ada kepercayaan yang mendalam sehingga di antara mereka dapat berterus terang mengenai segala sesuatu. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pembimbing.

Kelemahan:

  • Mungkin akan ada anak yang tidak dipilih sama sekali untuk masuk ke dalam kelompok.
  • Bila hal ini terjadi maka akan membawa akibat yang kurang baik
  • Ada kemungkinan bahwa kelompok yang satu dengan yang lain akan saling tutup menutupi sehingga akan dapat menimbulkan ekses yang kurang baik.
  • Ada kemungkinan anak-anak yang pandai akan menjadi satu kelompok, demikian pula dengan anak-anak yang bodoh. Situasi yang demikian tentu akan berakibat tidak baik.
  • Ada kemungkinan anak-anak dari lingkungan sosial yang baik, terutama dari segi sosial- ekonomi, menjadi satu dan demikian juga sebaliknya. Keadaan yang demikian ini tidak baik dan segi pendidikan karena pada anak-anak akan tertanamkan sifat atau sikap yang kurang baik. Anak yang satu akan memandang rendah anak yang lain karena perbedaan taraf ekonominya.

3. Teknik pembentukan secara terpimpin : Pembentukan kelompok belajar dengan teknik ini kiranya merupakan teknik yang sebaik-baiknya. Teknik ini merupakan perpaduan dari kedua teknik sebelumnya. Di samping pendapat dan keinginan anak anak mendapat perhatian, guru atau pembimbing juga ikut campur tangan secara aktif di dalam proses pembentukan kelompok. Dengan jalan ini, berbagai kelemahan yang terdapat dalam kedua teknik tersebut akan dapat diatasi. Untuk mengetahui keinginan atau kehendak dari anak-anak, guru atau pembimbing dapat menggunakan jalan observasi, wawancara, dan kuesioner sosiometris.

Untuk keperluan pembentukan kelompok belajar tersebut, kuesioner sosiometris merupakan alat yang paling praktis, serta hasilnya akan lebih sempurna apabila dilengkapi dengan wawancara (interview) dan observasi.

Untuk pembentukan kelompok belajar, sebaiknya dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Memberikan kuesioner sosiometris kepada anak-anak mengenai pilihan teman belajar beserta alasan-alasannya mengapa mereka memilih teman tersebut.
  2. Setelah hasil kuesioner masuk, dibuat tabulasi arah pilih anak-anak untuk mengetahui frekuensi pemilihan anak-anak.
  3. Dari tabulasi arah pilih anak itu, lalu dibuat sosiogram untuk mengetahui jaringan interaksi sosial anak di dalam pemilihan kelompok belajar itu.
  4. Mengadakan penyelidikan mengenai alasan-alasan yang dikemukakan oleh anak-anak, yang mungkin dapat menjadi pertimbangan di dalam pembentukan kelompok itu.
  5. Kelompok kemudian dibentuk dengan memerhatikan hasil-hasil tersebut, dilengkapi dengan hasil-hasil lain yang dapat diperoleh dengan wawancara atau observasi.

Besarnya Kelompok

Besar-kecilnya kelompok tergantung pada besar-kecilnya kelas dan lancar-tidaknya proses belajar. Pada umumnya, besarnya kelompok dapat disarankan berkisar antara 3-5 orang. Selain besar-kecilnya kelompok, perlu diperhatikan pula faktor-faktor, seperti tempat tinggal anak, kemampuan di dalam belajarnya, interaksi sosial anak, inteligensi anak, dan sifat-sifat lain dari anak (misalnya, sifat kepemimpinan).