Menanam tanaman di rumah bisa jadi salah satu cara relaksasi yang mudah dan menyehatkan. Hanya saja tidak semua rumah memiliki lahan tanah yang luas, terutama bagi yang tinggal di kota-kota besar. Maka dari itu menanam hidroponik bisa menjadi alternatif menarik yang bisa dilakukan. Kalian dapat membuat hidroponik sederhana dengan mudah dengan memanfaatkan barang di sekitar rumah.
Sistem hidroponik pada dasarnya telah menjadi cara yang populer dalam dunia agribisnis untuk menanam di lahan yang terbatas. Hanya dengan menyediakan media tanam hidroponik berupa wadah kecil dan perantara air, menanam hidroponik tidak begitu merepotkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Selain itu, menanam sayuran menggunakan teknik ini juga lebih sehat dan aman dikonsumsi.
Berbicara mengenai sayuran, ada beberapa jenis sayur yang cocok menggunakan media tanam hidroponik. Untuk itu kami telah merangkum 6 jenis sayur yang bisa kalian pilih ketika memulai menanam menggunakan sistem hidroponik.
Selada
Sayur yang bisa dikonsumsi sebagai salad maupun lalapan ini bisa menjadi tanaman hidroponik. Selada memiliki usia panen yang tergolong pendek,sekitar 30 – 45 hari. Terdapat berbagai jenis selada, namun yang sering dibudidayakan yaitu selada daun hijau dan selada daun merah. Jadi kalian tidak perlu repot lagi mencari selada yang segar untuk dikonsumsi, cukup menanamnya di rumah.
Timun
Timun dapat menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang dapat dibudidayakan. Sayuran ini membutuhkan perhatian ekstra untuk mendapatkan hasil panen yang bagus. Bila tidak, timun akan sulit sekali tumbuh subur dan sulit berbuah cepat. Pastikan hidroponik ini mendapatkan paparan sinar matahari yang baik. Selain itu berikan wadah yang lebih besar ketika sudah mulai tumbuh besar, misalnya botol plastik besar sebagai media tanam hidroponik.
Bayam
Bayam merupakan tanaman jenis sayur yang berdaun hijau dan memiliki kandungan mineral yang tinggi, serta dapat ditanam dengan sistem hidroponik. Namun patut untuk terus diawasi perkembangannya, karena sayuran ini dapat tumbuh terlalu besar yang akan membuat sirukulasi udara pada tanaman ini berkurang. Usia panen bayam sebagai sayur hidroponik berkisar antara 26-29 hari. Lebih dari itu bayam tersebut akan memiliki rasa yang pahit.
Tomat
Menanam tomat ternyata bisa juga melalui sistem hidroponik. Hanya saja dibutuhkan perhatian ekstra sebelum memulainya, mulai dari membeli benih yang bersertifikat, penyemaian, media tanam tipe cocopeat dan perawatan rutin lainnya.
Mengapa perlu melakukan penyemaian benih sendiri? Ini demi menjaga kualitas tomat yang akan tumbuh dan terhindar dari patogen. Media tanam tipe cocopeat dipilih karena sesuai dengan kebutuhan tanaman ini.
Pakcoy
Pakcoy sebagai sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral dapat ditanam dengan sistem hidroponik. Cara menanamnya relatif mudah dilakukan seperti sayuran berdaun hijau lainnya. Umumnya bibit pakcoy ditanam dengan menggunakan media tanam tipe rockwool. Usia panennya pun tergolong singkat, hanya dengan waktu 30 hari atau sebulan sudah siap dipanen.
Seledri
Sayuran yang biasanya digunakan sebagai penambah aroma makanan yang khas ini cocok ditanam menjadi tanaman hidroponik. Bibit seledri dapat ditanam menggunakan sistem wick atau sumbu, sebuah sistem pasif tanpa ada bagian yang bergerak dan larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu.
Itulah 6 jenis sayuran yang bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik. Menanam tanaman tersebut melalui hidroponik sederhana dapat dengan mudah dilakukan di rumah. Dengan media yang mudah didapatkan, mampu menghasilkan tanaman yang berkualitas untuk dikonsumsi. Tidak hanya itu, bila dilakukan dengan skala yang lebih besar mampu menjadi ladang bisnis yang mampu membuahkan penghasilan yang lumayan bila dikelola dengan tepat. Inilah yang menjadi fokus perhatian pada bidang ilmu agribisnis di Ma’soem University.
Ma’soem University memiliki program studi Agribisnis dalam Fakultas Pertanian yang menghasilkan lulusan ilmuwan, praktisi industri dan wirausahaan yang profesional dalam bidang agribisnis. Beragam mata kuliah penunjang telah dipersiapkan untuk mengupas lebih dalam dunia agribisnis, salah satunya mata kuliah budidaya dan perlindungan tanaman yang membahas topik hidroponik. Tidak hanya itu, lulusan mahasiswa tersebut dapat ikut mengabdi di tengah masyarakat dengan mendukung perkembangan pertanian dengan berasaskan karakter cageur, bageur dan pinter.





