Kita sebagai makhluk hidup yang tinggal di Bumi sebaiknya berterima kasih kepada atmosfer. Keberadaan atmosfer membuat manusia bisa hidup nyaman dan mampu menghirup udara segar tiap hari. Tanpanya, suhu di permukaan Bumi akan jauh lebih panas dan semakin sulit untuk ditinggali, tumbuhan akan mati karena tidak bisa tahan pada kondisi ekstrim tersebut. Apa sebenarnya itu atmosfer?
Istilah atmosfer berasal dari bahasa Yunani yakni ‘Atmos’ yang berarti ‘uap air atau gas’ serta ‘Sphaira’ yang berartikan ‘selimut’. Bisa disimpulkan bahwa atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti suatu planet, termasuk bumi, dari permukaan planet hingga di luar angkasa (ketebalan kurang lebih 1.000 km dari permukaan Bumi).
Lapisan gas dalam atmosfer terbentuk dari campuran gas seperti Nitrogen, Oksigen, Hidrogen, dan lainnya. Gas Nitrogen memiliki porsi terbesar dalam pembentukan atmosfer mencapai 78%, diikuti oleh Oksigen sebesar 20,9% dan gas lain seperti Argon, Hidrogen, Helium, Kripon, Karbon dioksida, Ozon yang memiliki kadar kurang dari 1%.Selain itu dalam atmosfer terdapat sejumlah partikel-partikel lain seperti pasir, asap, bakteri dan debu sebagai unsur penting dalam proses kondensasi dari uap air, tetapi juga menyebabkan polusi udara. Partikel-partikel tersebut yang menyebabkan fenomena alam seperti hujan, salju, kabut dan badai.
Kehadiran atmosfer ternyata memiliki peran yang penting dalam proses penerimaan pancaran sinar matahari yang tidak hanya cerah tetapi panas. Lapisan gas ini mampu menyerap dan memantulkan panas cahaya matahari, diperkirakan sekitar 34% panas dipantulkan kembali ke angkasa oleh atmosfer. Sekitar 19% cahaya diserap oleh atmosfer dan awan, dan sisanya sekitar 47% mencapai permukaan bumi. Jadi bisa dibayangkan sepanas apa matahari bila tanpa naungan dari atmosfer.
Selain itu, beberapa fungsi atmosfer lainnya adalah melindungi bumi dari tubrukan benda-benda langit dari luar angkasa seperti komet atau meteor, menjaga suhu Bumi tetap stabil, menjadi penyeimbang keadaan di dalam dan di luar Bumi, dan menjaga agar gravitasi Bumi tetap stabil. Atmosfer secara alami menjaga ekosistem di Bumi agar tetap asri, membuatnya sangat penting untuk tetap menjaga lapisan gas ini.
Menurut penelitian, lapisan atmosfer tersusun dari beberapa lapis dengan fenomena yang berbeda pada setiap lapisan. Lapisan-lapisan tersebut terdiri dari Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Exosfer. Berikut adalah penjelasannya:
- Troposfer : Lapisan troposfer merupakan lapisan terbawah dari permukaan tanah, dimana manusia, tumbuhan dan hewan hidup tinggal. Pada lapisan ini lah makhluk hidup dapat bernafas, namun seiring naik ke atas (melewati batas 12 kilometer dari ketebalan Troposfer), manusia akan sulit bernafas. Di sinilah segala fenomena iklim dan cuaca terjadi.
- Stratosfer : Lapisan kedua dari bawah ini memiliki ketebalan antara 12-50 kilometer dari permukaan Bumi. Stratosfer memiliki ciri suhu yang dingin dan mengandung Ozon yang merupakan komponen penting dari pemanasan global. Itulah mengapa lapisan ini memiliki fungsi utama melindungi permukaan Bumi dari gelombang sinar ultraviolet yang membahayakan makhluk hidup.
- Mesosfer : Lapisan Mesosfer berada pada ketinggian antara 50-75 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan ini memiliki suhu yang lebih dingin, dimana setiap 100 meter akan terjadi penurunan suhu 0,4 derajat Celcius hingga pada lapisan tertinggi mencapai -120 derajat Celcius. Namun berkat kondisi tersebut yang menyebabkan berbagai benda asing dari luar angkasa akan terbakar, akibat perubahan suhu yang drastis menjadi tidak stabil dan hancur.
- Termosfer : Termosfer sebagai lapisan keempat dari bawah memiliki nama lain Ionosfer, yang menandakan terjadi peristiwa ionisasi partikel atau molekul. Proses ini mengakibatkan munculnya reaksi perubahan jumlah elektron yang bisa menghasilkan cahaya warna-warni yang indah. Benar, Aurora merupakan hasil dari proses tersebut. Ketinggiannya berada di antara 80-100 kilometer hingga 800 kilometer di atas permukaan bumi dan memiliki suhu yang teramat panas (40 – 1200+ derajat Celcius).
- Exosfer : Lapisan atmosfer terluar di Bumi ini berjarak antara 800 kilometer hingga 3000 kilometer lebih, alias menjadi batas antara Bumi dan luar angkasa. Karena jaraknya yang cukup jauh dari permukaan Bumi, gaya gravitasi sangat lemah dan hampir tidak terasa bila sudah memasuki wilayah luar angkasa. Suhunya bisa mencapai 2.200 derajat Celcius, dimana benda langit yang tertarik akan mendapati suhu yang teramat panas hingga memasuki lapisan Mesosfer yang teramat dingin.
Jadi itulah yang bisa diketahui dari atmosfer yang melindungi kita setiap waktu. Keberadaanya tidak hanya penting bagi manusia, tetapi juga sumber daya alam yang ada di Bumi, termasuk tanaman pangan. Tentunya masing-masing tanaman pangan memerlukan iklim dan suhu yang sesuai agar dapat tumbuh dengan baik dan kualitasnya bagus. Karena kondisi yang vital tersebut membuat topik agroklimatologi menjadi topik yang layak dipelajari bagi yang berkuliah di Fakultas Pertanian, seperti jurusan Agribisnis di Ma’soem University.
Mahasiswa Agribisnis di Ma’soem University akan mendalami topik soal dunia pertanian yang dibalut dengan ilmu bisnis, dimana peluang kerjanya cukup potensial di Indonesia sendiri sebagai negara agraris. Ditemani oleh para dosen pengajar yang profesional dan ahli dibidangnya serta berbagai fasilitas penunjang minat dan bakat mahasiswa, membuat kampus swasta di Bandung ini menjadi pilihan yang tepat untuk kalian yang ingin melanjutkan kuliah tanpa merogok kocek yang dalam.





