69d26602ec89248f

Struktur Benih Tanaman

Dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satu faktor utama dari baik atau tidaknya tanaman tersebut dimulai dari pemilihan benih yang berkualitas. Pada hakikatnya, benih tanaman merupakan cikal bakal dari tanaman yang telah tumbuh subur. Bila kualitas benih yang dipilih tidak baik, maka hasil benih akan mengecewakan. Maka dari itu bagi kalian mahasiswa Agribisnis maupun yang termasuk dalam Fakultas Pertanian, penting untuk mempelajari teknologi benih. Salah satu topik dalam teknologi benih adalah struktur benih.

Benih umumnya berbentuk seperti biji, tetapi tidak semua biji tanaman adalah benih yang berkualitas. Secara fungsional, biji digunakan untuk tujuan konsumsi atau diolah sebagai bahan baku industri. Sedangkan benih digunakan untuk tujuan perbanyakan tanaman dan difokuskan pada hasil panen atau produksi. Karena untuk perbanyakan tanaman, maka benih memiliki sifat pewarisan yang jelas. Selain itu dari sisi bioteknologi, benih menjadi produk artificial buatan manusia yang spesifik dan efisien.

Dalam bentuk biji yang kecil, ternyata benih memiliki struktur yang cukup kompleks. Struktur benih pun akan berbeda pula antara benih monokotil maupun benih dikotil. Namun secara umum, struktur benih terdiri dari:

Embrio atau Lembaga

Menurut Wikipedia, Embrio merupakan jaringan bakal tumbuhan yang akan tumbuh bila kondisi lingkungannya telah sesuai. Penampakan embrio dapat berbeda tergantung dari jenis benih. Contohnya benih jenis monokotil terdapat satu helai daun dan benih dikotil terdapat dua helai daun.

Dalam embrio juga terdapat calon akar yang bernama radikula dan calon tunas yang bernama plumula. Selain itu terdapat 2 bagian calon batang yang bernama epikotil yang akan menjadi calon pucuk di bagian atas helai daun dan hipokotil yang berada di bawahnya.

Jaringan Penyimpanan Cadangan Makanan

Dalam benih pun ternyata memiliki cadangan makanan tersendiri yang diperlukan oleh tumbuhan baru ketika mulai tumbuh membesar. Nutrisi yang tersimpan dalam jaringan penyimpanan ini bervariasi tergantung pada jenis tumbuhan tersebut. Misalnya seperti biji bungan matahari yang kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein dan biji padi yang kaya akan karbohidrat.

Terbentuknya cadangan makanan dalam benih tanaman berbeda tergantung tipe bijinya. Dalam tipe Angiospermae, terdapat dari jaringan endosperma yang dikenal kaya akan minyak nabati atau zat pati dan protein. Dalam tipe Gymnospermae, jaringan cadangan makanan berasal dari bagian gametofit betina. Tergantung dari jenis spesiesnya, terdapat biji yang cadangan makanannya melekat di embrio yang kelak digunakan ketika embrio berkecambah. Ada pula yang embrio nya menyerap ketika tahap perkembangan biji dan tersimpan di dalam daun embrio.

Pelindung Biji

Pelindung biji adalah lapisan terluar dari biji yang tugasnya menjaga embrio dari kekeringan dan kerusakan mekanis, serta serangan bakteri atau insekta.. Ketika biji masak, kulit biji dapat menjadi setipis kertas (seperti kacang tanah) atau kulitnya tebal dan keras (seperti buah kelapa). Komponen dalam kulit biji terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan sebagian memiliki bagian buah.

Mempelajari struktur benih tanaman merupakan bagian dari materi Budidaya Perlindungan Tanaman, sebuah topik yang membahas kemampuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman. Dan ini tidak hanya melalui cara menanam hingga pengairan, tetapi juga melalui hal dasar yaitu dari benih dan bibit tanaman.

Tertarik dengan mengembangkan keilmuan mengenai dunia tanaman? Mari bergabung menjadi mahasiswa jurusan Agribisnis S1 di Ma’soem University! Jurusan ini akan memberikan kompetensi kurikulum seputar dunia agraria yang dipadukan dengan dunia bisnis. Ini cocok buat kalian yang ingin berkontribusi dalam dunia pertanian di Indonesia, dimana potensi sektor pertaniannya masih terbuka lebar. Berita baiknya, uang kuliah yang ada cukup terjangkau ditambah fasilitas beasiswa yang bisa kalian dapatkan.