A1d445ab3c470020

Bertindak Tegas, tapi Bukan Berarti Keras

Membimbing dan mendidik peserta didik bukanlah perkara yang mudah, perlu kerja keras, disiplin dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal. Akan tetapi dalam pelaksanaanya seringkali pengajar atau pembimbing menemukan kendala dalam membimbing mereka. Tak jarang para pengajar dan pembimbing mendapatkan penolakan dari siswa yang mereka didik, sehingga akhirnya para siswa tersebut melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

Mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Ma’soem memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk memahami konsep profesi seorang Guru Bimbingan Konseling. Dengan tuntutan perkembangan pendidikan yang semakin hebat dan berfokus sekarang ini. Lulusan Prodi BK diharapkan dapat menjadi SDM yang bisa ikut dalam mengembangkan pendidikan bangsa ini.

Koordinator Konselor Yaysan Al Ma’soem Bandung, Nur Laela Sari Soraya, S. Pd., beberapa waktu lalu secara khusus membahas mengenai “Bertindak Tegas” saat menjadi seorang guru BK di sekolah. Beliau membeberkan pengalamannya kepada para mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Ma’soem disela-sela kegiatan PPL dan PAL mahasiswa.

Menurut Bu Nuya, panggilan akrab beliau, materi pembahasan yang diberikan dititik beratkan pada gambaran pola bagaimana mahasiswa nanti akan membimbing dan berinteraksi dengan para siswa saat berprofesi sebagai guru BK. “Bagaimana fokus para pendidik dalam mendidik dan berinteraksi dengan siswa agar dapat mempunyai kontrol dan integritas atas mereka sehingga dapat mengurangi terjadinya pelanggaran-pelanggaran.”

Menurutnya beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh para peserta didik di sekolah terjadi disebabkan oleh pengaruh dari pola asuh orang tua qatau lingkungan yang berpotensi untuk memberikan dampak langsung kepada kepribadian anak-anak yang cenderung melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang ada (delinquency). “Untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran tersebut, seorang pendidik harus memiliki sikap, sehingga siswa dapat secara disiplin menjalankan peraturan yang ada. Bertindak tegas bukan berarti harus keras.”

Bersikap tegas dengan cara memberi tahu para siswa apa yang para pendidik atau guru inginkan dan tidak inginkan dengan cara yang jujur, lugas, dan penuh percaya diri maka lambat laun siswa akan menerima dan siap bertanggung jawab dengan apa yang mereka ucapkan dan perbuat.

Perubahan prilaku untuk menjadi lebih baik pada para seorang siswa tidak akan terjadi dalam satu hari saja melainkan melalui berbagai proses yang panjang. Oleh karena itu sikap terbaik yang harus diambil oleh para pembimbing dalam membimbing mereka adalah dengan sabar, disiplin dan komitmen yang tinggi.