
Era Society 5.0 menandai fase baru dalam perkembangan peradaban manusia, di mana teknologi seperti artificial intelligence, Internet of Things (IoT), big data, dan otomatisasi terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini pertama kali diperkenalkan di Jepang sebagai solusi untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia. Dalam konteks ini, dunia bisnis juga mengalami transformasi besar, terutama dengan munculnya startup yang menjadi motor utama inovasi.
Namun, di balik kesuksesan sebuah startup, ada peran penting dari dua tipe individu yang sering bekerja berdampingan: mereka yang ahli dalam sistem dan teknologi, serta mereka yang memahami bisnis dan pasar. Di sinilah peran mahasiswa Sistem Informasi dan Bisnis Digital menjadi sangat relevan, karena keduanya memiliki pendekatan berbeda namun saling melengkapi dalam membangun perusahaan berbasis teknologi.
Sebagai kampus yang memahami kebutuhan era ini, Masoem University menghadirkan program studi yang dirancang untuk menjawab tantangan Society 5.0. Dengan latar belakang pendidikan yang telah berkembang sejak 1986 melalui Yayasan Al Ma’soem, kampus ini mengintegrasikan teknologi dan bisnis dalam proses pembelajaran.
Program Sistem Informasi menjadi salah satu jurusan yang fokus pada pengembangan sistem berbasis teknologi. Mahasiswa di program ini mempelajari bagaimana merancang, membangun, dan mengelola sistem informasi yang digunakan dalam berbagai sektor industri. Mereka menjadi “arsitek digital” yang memastikan teknologi berjalan dengan efisien dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Fakultas Komputer juga menaungi program Bisnis Digital yang berperan dalam aspek strategi, pemasaran, dan pengembangan model bisnis berbasis teknologi. Mahasiswa di bidang ini lebih fokus pada bagaimana produk digital dapat diterima pasar dan menghasilkan keuntungan.
Dalam dunia startup, perbedaan peran ini sangat terlihat. Sistem Informasi berperan sebagai pengembang sistem dan infrastruktur, sedangkan Bisnis Digital berperan sebagai penggerak pasar dan strategi pertumbuhan. Keduanya memiliki “cara tempur” yang berbeda dalam membangun perusahaan.
Berikut perbandingan pendekatan antara kedua bidang tersebut:
| Aspek | Sistem Informasi | Bisnis Digital |
|---|---|---|
| Fokus | Teknologi & sistem | Strategi bisnis & pasar |
| Peran | Developer & system analyst | Founder, marketer, strategist |
| Output | Aplikasi & sistem | Model bisnis & pertumbuhan |
| Pendekatan | Logis & teknis | Kreatif & adaptif |
| Target | Stabilitas & efisiensi sistem | Scale-up & monetisasi |
Mahasiswa Sistem Informasi biasanya fokus pada bagaimana sebuah platform dapat berjalan dengan baik. Mereka memastikan aplikasi tidak error, data aman, dan sistem mampu menangani banyak pengguna. Tanpa peran ini, startup tidak akan memiliki fondasi teknologi yang kuat.
Di sisi lain, mahasiswa Bisnis Digital fokus pada bagaimana produk tersebut bisa dikenal, digunakan, dan menghasilkan keuntungan. Mereka memikirkan strategi pemasaran, branding, pengalaman pengguna, hingga ekspansi pasar. Tanpa strategi ini, produk yang bagus sekalipun bisa gagal di pasar.
Dalam praktiknya, kesuksesan startup sering kali ditentukan oleh kolaborasi antara kedua bidang ini. Sistem yang kuat tanpa strategi bisnis akan sulit berkembang, sementara strategi bisnis tanpa sistem yang baik akan mudah runtuh.
Beberapa peran konkret yang bisa diambil oleh lulusan kedua bidang ini antara lain:
- Sistem Informasi: developer, system analyst, IT consultant, data analyst
- Bisnis Digital: digital marketer, business strategist, startup founder, growth hacker
- Kolaborasi: membangun startup berbasis teknologi dengan pembagian peran yang jelas
Di Masoem University, mahasiswa dari kedua program ini didorong untuk tidak hanya belajar secara terpisah, tetapi juga memahami peran satu sama lain. Hal ini penting karena dunia kerja menuntut kolaborasi lintas bidang, terutama dalam industri teknologi.
Mahasiswa juga dibekali dengan kemampuan praktis seperti pembuatan proyek digital, analisis pasar, serta pengembangan ide bisnis. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang usaha sendiri.
Selain itu, pemahaman terhadap tren teknologi seperti AI dan big data juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Hal ini membuat mahasiswa mampu mengikuti perkembangan industri dan tetap relevan di tengah perubahan yang sangat cepat.
Beberapa kompetensi yang dikembangkan antara lain:
- Kemampuan membangun dan mengelola sistem digital
- Pemahaman strategi bisnis berbasis teknologi
- Keterampilan analisis data dan pengambilan keputusan
- Kemampuan kolaborasi dalam tim multidisiplin
- Jiwa kewirausahaan dan inovasi
Era Society 5.0 menuntut individu yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan nilai bagi masyarakat. Dalam konteks ini, mahasiswa Sistem Informasi dan Bisnis Digital memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak utama inovasi.
Dengan pendekatan pembelajaran yang relevan dan berbasis kebutuhan industri, Masoem University mempersiapkan mahasiswanya untuk siap tempur di era ini. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang mampu membawa startup berkembang dan meroket di tengah persaingan global.





