E6cb470facf0808e

Universitas Ma’soem Geliatkan Industri Kreatif dari Mahasiswa

Dunia entrepreneurship atau wirausaha di Indonesia sedang mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita lainnya di ASEAN. Berdasarkan Data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, rasio jumlah pengusaha Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya; Singapura (8,7%), Malaysia (4,7%) dan Thailand (4,2%), sedangkan Indonesia (3,1%).

Untuk meningkatkan presentase pengusaha di Indonesia maka dibutuhkan pengenalan terhadap dunia entrepreneur pada para generasi muda kita. Kalangan mahasiswa merupakan golongan muda Indonesia yang paling berpotensial untuk menjadi entrepreneur muda yang sukses dan inovatif.

Mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki konowledge akan memegang peranan penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Sehingga jika start up dirintis sejak kuliah maka passion wirausaha dan potensi yang mereka miliki akan lebih terasah dengan baik untuk menjadi entrepreneuryang sukses di masa mendatang.

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan semangat mahasiswa dalam dunia wirausaha, Universitas Ma’soem berfokus kepada penyampaian materi seminar, workshop dan pelatihan yang berkaitan erat dengan segala sesuatu mengenai dunia wirausaha. Selain itu, pengembangan lembaga Inkubasi Bisnis dan e-Business Center untuk mahasiswa juga di galangkan di kampus.

Amila Khairina, M.B.A., Ketua Inkubator Bisnis Universitas Ma’soem beberapa waktu lalu menyampaikan di sela-sela kegiatan seminar, “Mahasiswa harus bisa merubah cara berpikir mereka dalam segala hal, termasuk dalam dunia start up. Ini agar mereka dapat beradaptasi dengan kemajuan dan perkembangan yang ada sekarang ini. Hal tersebut diperlukan karena mereka harus bisa memanfaatkan segala peluang yang akan datang kepada mereka.

“Ini bukan berarti bahwa menjadi pegawai atau karyawan itu kurang baik, tapi alangkah baiknya jika lulusan Universitas Ma’soem bisa bersumbangsih langsung ke masyarakat dengan menyediakan banyak lapangan pekerjaan yang tidak hanya akan membantu masyarakat sekitar kita, tapi bisa ikut membantu generasi yang akan datang.”

Walaupun masih kurang geliat bisnis industri kreatif di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita di ASEAN, namun sejak 2014/2015 tidak bisa dipungkiri bisnis start up di Indonesia tengah mengalami peningkatan yang sangat baik. Bahkan menurut Co-founder sekaligus CEO Tinker Games, Muhammad Ajie, perkembangannya industri kreatif cukup signifikan dan kalangan generasi muda khususnya mahasiswa harus bisa memanfaatkannya.

“Semenjak tahun 2014/2015 lalu industri bisnis kreatif di Indonesia mulai berkembang dengan pesat khususnya bisinis start-up. Imbasnya keuntungan dalam bidang kreatif sangat menjanjikan. Oleh sebab itu mahasiswa sebagai agent of change harus dapat menjadi pioneer dalam memanfaatkan dan mengembangakan kesempatan yang ada.”